Oh gitu. Jadi Lawang Sewu dan kawan2 nya masih dianggap landmark? Ya gpp kalau gitu. Gue gak suka aja kalau dengan alasan karena lawang sewu dan gereja blendug itu kan bukan buatan bangsa kita, maka karena bangsa kita sudah bisa bikin yang baru dan jauh lebih megah, maka yang dulu itu disingkirkan.
Gue ikut komunitas pencinta bangunan dan gue merasa perlu juga sekali kali propaganda pentingnya peninggalan itu kepada para trekkie. Ha ha ha... ngomong2 gue sudah berhasil banyak mengajak kawan2 kantor gue ikut wisata ke bangunan tua loh... gak jauh2, di Jakarta aja, di daerah Kota. Ternyata mereka menganggap it's fun. I guess, gue baru bisa berbuat segitu aja. Gue gak punya uang atau channel untuk melawan peniadaan bangunan kuno untuk diganti dengan mall atau gedung perkantoran (walaupun gue dulu kerja di property business dan makan uang dari hasil begitu juga)... well... tapi dibelakang itu kan gue juga istilahnya melakukan gerilya. Membujuk orang untuk lebih menghargai bangunan peninggalan yang bernilai sejarah... it's not an easy job. Most people think it's just junk dan gak peduli kalau digusur. I guess, kalau lebih banyak orang yang sadar, it's gonna make a difference in the future. Ya kan? Yup, tadinya bulan Maret gue mau kunjung ke Pagoda Avalokiteswara, bareng kawan2 dari komunitas tadi, tapi ndak jadi karena akhirnya ngajakin ke Padang aja. Kemungkinan besar gue mau ke Padang dulu. Nanti foto2 nya gue share di forum kalau ada yang keren yah... he he he seperti biasa lah, oleh2 nya apa lagi kalau bukan foto. Gue bukan fotografer, tapi hobby aja foto2.. apalagi difoto. Agak2 ada jiwa narsis sih... Nantilah, kalau gue kunjung ke Semarang, gue minta lu yang antarin ke pagoda Avalokiteswara yah! Nanti kita foto2 bareng disana dan kita bikin iri orang2 ini... ha ha ha... Kalo klenteng sam poo kong mah udah bosen. Dari kecil Engkong gue selalu ngajak sembayang disana kalau Imlek. Walaupun ortu gue Moslem, dan gue sekolah di Catholic School yang seperti biara, dulu kita selalu merayakan Imlek dan pulang ke Semarang.. ha ha ha... gak nyambung yak? Tapi itulah perkenalan gue dengan Sam Poo Kong alias Admiral Cheng Ho. Anyway, sejak Engkong dan Nenek gue meninggal, udah gak pernah lagi ke sana. Terakhir ke sana bareng sepupu gue, dan sudah jadi besar bin luas banget. Keren ya, katanya terbesar di asia tenggara ya? Oooh pohon2 dengan akar berbentuk rantai yang mythology nya adalah dari rantai kapal nya Admiral Cheng Ho itu sudah menjalar sampai kemana2... bagus sekali yah... It is so beautiful. Bangunan klenteng sam poo kong adalah art. Campuran Art buatan manusia dan Art from mother nature. Sayang foto2 gue disana yang terakhir gak bagus karena biasa lah kalo Imlek kan selalu musim hujan, mendung dan warna foto jadi plain semua. Udah ah, segitu aja dulu OOT nya, ntar ada yang marah karena gak ada hubungan sama dunia khayalan... ha ha ha... Salam, Indie --- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang setahu gue sih landmark kan boleh lebih dari satu. Jadi kalo nggak > salah pagoda itu ikut menjadi landmark Semarang selain dari Simpang Lima, > Lawang Sewu, Gereja Blendug, Mesjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo Kong > dan lain-lain. Pagoda itu memang megah dan indah banget. Patung-patung Budha > segede gajah (I mean, literally) dibikin seakan dari emas. Tapi kalo itu sih > bukan peninggalan zaman dulu, tapi bikinan baru. > > > > Ario
