welcome back
 
ternyata Indie adalah seorang pencinta alam 

________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of warbird692001
        Sent: 15. helmikuuta 2007 11:50
        To: [email protected]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Indie's back!
        
        

        
        Thank you for the moral support, Rez.
        
        Ya memang mengerikan sekali keadaan waktu itu. Buat gue yang
sudah
        sering adventure travelling termasuk river rafting dari sungai
ke
        sungai lebih dari 7 kali saja sangat mengerikan, apalagi buat
orang2
        lain yang belum pernah melihat derasnya arus sungai. 
        
        Sewaktu di dalam raft pun belum aman karena para rescuers masih
harus
        berjuang melawan derasnya arus, dibantu dengan tambang yang
terikat di
        raft mereka yang terhubung dengan posko SAR. Tetapi keadaan
tambang
        yang menjaga kestabilan raft itu sudah tergesek2 pagar2 dan
barbed
        wire yang ada disekitarnya. Bahkan di beberapa titik terlihat
        sambungan yang dibuat dengan simpul ala pramuka. 
        
        "Yang bisa dayung... bantu!" itu salah satu instruksi SAR yang
        terdengar oleh gue yang takjub melihat keadaan tambang pengaman.
Gue
        pikir kalau tambang itu putus maka satu tenaga pendayung bisa
jauh
        berbeda. Untung lah gue masih ingat instruktur river rafting
dulu
        mengenai cara2 mendayung melawan arus. Yo wis, gue langsung
ambil
        dayung dan duduk di pinggir raft mendayung . Ternyata hobby
dekat
        dengan alam punya manfaat yaitu I can master my fear easier than
other
        people who were mostly stunned by the scenes, and then
kebanyakan
        hanya komat-kamit baca doa tanpa berbuat sesuatu yang berguna. 
        
        Yang lebih serem, raft lain nya terbalik dan 2 orang tetangga
gue
        terseret arus entah kemana. I didn't have time to look, tapi
kata
        tetangga2 yang lain, mereka fortunately nyangkut di tembok rumah
orang
        sehingga tidak terbawa sampai entah kemana.. tapi tas yang
berisi uang
        dan surat2 penting milik mereka terlepas dan hilang. 
        
        You know, gue sudah pernah punya pengalaman terseret arus di
sungai
        citarik di sukabumi karena raft yang terbalik dalam waktu kurang
dari
        3 menit gue sudah terseret ratusan meter. Tetapi karena saat itu
gue
        memaka life vest maka gue mudah terlihat dan diselamatkan. Gak
        kebayang tetangga gue yang tanpa alat bantu apa2 terseret arus.
Kalau
        gak tersangkut tembok pagar rumah (yang untung nya bukan besi
atau
        kayu atau barbed wire) maka mereka udah sampe teluk jakarta deh.

        
        Anyway, Bangkok memang pernah turun beberapa meter (anjlok)
karena
        semua orang mengambil air tanah. Jakarta juga lama2 akan
mengalami hal
        yang sama. Nanti saat hal itu terjadi barulah sumur resapan jadi
        peraturan. Seperti biasa, orang kita gak pernah kenal tindakan
        preventif atau maintenance. 
        
        Iya, Adnin juga rencana memang mau bikin sumur resapan di rumah
kita
        di rawamangun nanti. Rencana nya sih paling lambat bulan
september
        2007 kita akan pindah ke sana. Mudah2 an sih terlaksana sebelum
nya. 
        
        Once again, thanks for your support ya. 
        
        Salam,
        Indie
        
        --- In [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> , Reza Aminy <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
        >
        > Duh Ndah, alhamdulillah loe dan Adnin dan ibu bisa aman sampai
ke
        perahu 
        > dengan berenang... Bacanya kebayang ujung2 pagar yang bahaya,
blum kalo 
        > ada yang pake barbed wire, kebayang arus yang kencang...
        > 
        > Udah gitu baca pula kerugian yang dialami, TV, mesin cuci,
kulkas, dll. 
        > dll. duh duh duh duh... Blum komik2 novel2 ensiklopedi! udah
dikumpulin 
        > bertaun-taun =( =( =(
        > 
        > Tapi sekali lagi, alhamdulillah untuk keselamatan Indah
sekeluarga, 
        > sungguh menyadarkan kita semua, minimal gue...
        > 
        > Ada cerita dari Thailand mengenai kekeringan yang mereka alami
beberapa 
        > taun yang lalu. Untuk mengatasinya pemerintah mewajibkan
setiap rumah 
        > dengan syarat tertentu untuk membuat sumur resapan, akibatnya
masalah 
        > kekurangan air mereka terpecahkan dan laporannya tanah jadi
subur dan 
        > hijau. Selain cerita ini gue juga udah denger beberapa kali
keluarga 
        > yang pake sumur resapan hampir tidak pernah mengalami
kesulitan air. 
        > Sejak itu gue bertekad kalo nanti bisa punya rumah sendiri,
harus pake 
        > sumur resapan. Kmarin2 juga ada kabar SMA yang ga terlalu
banjir karena 
        > punya enam sumur resapan.
        > 
        > Adalah mustahil mengharapkan pemerintah dapat mempertahankan
daerah 
        > resapan yang ada, let alone memperluas. Daripada gitu mending
bikin 
        > sumur resapan yang kecil2 tapi sangat banyak. Cadangan air
tanah 
        > bertambah, tanah jadi subur dan hijau dan moga2 bisa
mengurangi aliran 
        > air di got2/kali2 sehingga mengurangi banjir... Yuk yuk kita
populerkan 
        > sumur resapan.
        > 
        > Reza Aminy
        > 
        > [EMAIL PROTECTED]
        > 
        > [EMAIL PROTECTED]
        > 
        >
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke