--- Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> melihat bintang runtuh tersebut. Bintang runtuh hanya dapat diketahui
> keberadaannya dari cahaya di sekelilingnya (di radius bintang sebelum runtuh
> = event-horizon) mengelilingi suatu obyek gelap/hitam. Makanya dinamakan
> lubang hitam / black hole.
> 

let's say suatu bintang punya diameter 1 juta km pada saat dia masih hidup. 
dan misalnya, ada pengamat mengorbit dg aman sekitar 20 juta km dari bintang 
itu.

kemudian satu waktu, mati menjadi black hole. 
bagi si pengamat tadi, orbitnya yg 20 juta km itu akan tetap aman kan? atau 
berubah?

> Cahaya yang merambat dekat dengan black hole akan terdistorsi dengan
> kelengkungan yang sangat besar.
> Bila cahaya merambat ke event-horizon maka cahaya tersebut tidak dapat
> melanjutkan perjalanannya karena tertarik oleh gravitasi namun juga masih
> kuat unntuk tidak tercemplung ke dalam black hole. Apa yang terjadi? cahaya
> akan melayang2 di event-horizon.
> 
> Apa yang terjadi dengan ruang-waktu? Ruang mengalami kelengkungan yang
> dahsyat. untuk mengerti "kelengkungan" ini, anda boleh membayangkan sebuah
> trampolin. cobalah anda gelindingkan bola bowling di tengah trampolin, anda
> pasti akan melihat karet trampolin itu melendut keb awah dikarenakan
> beratnya bola bowling. Sekarang bayangkan bola bowling (yang berukuran sama)
> tapi beratnya 1000 kali lipat. trampolin akan melengkung ke dalam. Inilah
> kondisi ruang yang terdistorsi di black hole.
> 

yg jelas sih itu trampolin akan sobek. dan kalo elu bukan pemiliknya, bakal 
berantem ama yg punya.
hhehehe

> Nah seperti itulah kondisi ruang di event-horizon. bagaimana dengan waktu?
> Di event-horizon waktu akan berhenti. Semua peristiwa berhenti di
> Event-Horizon (= Horizon Peristiwa).
> 

apa benar2 waktu di event-horizon berhenti? kan cahayanya masih berputar2 aja 
di event-horizon?
gak berhenti? 
kalau dia masuk lebih dalam daripada event-horizon, udah beda lagi kan. karena 
udah gak bisa lagi
diamati.

> 
> Stephen Hawking menegaskan bahwa Time Travel adalah tidak mungkin.
> juga ditegaskan bahwa waktu berawal (di big bang) dan akan bearkhir (di big
> crunch). waktu punya umur.
> Namun Stephen Hawking memperkenalkan suatu yang sangat eksotis yang
> mencengangkan semua fisikawan teoretis terlebih lebih para penulis cerita
> science fiction, antara lain:
> 
> - Waktu imajiner

"jam berapa sekarang?"
"jam 11:35i "
hehehe


> - dimensi tambahan (hingga 10)

this is nice.
cukup menjadikan kita mikir kalau manusia itu gak ada apa2nya.
kita baru "hidup" di 4 Dimensi.


> Sekali lagi,
> NAAAAHH..... bertambah marak dan indahnya film2 science fiction kita....
> 

Apalagi kalau ada tokoh2 kayak T'Pol, Hoshi, Capt. Shane Vansen, Starbuck 
(bukan yg versi 70-an),
Claire Bennet

hehehe



a.r.l.a.n


                
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke