hmmm.... kurang setuju... tapi anda juga ada benarnya. bila anda tempat waktu sebagai dimensi ke-empat, dan dilibatkan dalam hitungan matematis, maka waktu boleh jadi berperilaku dinamis.
Salam, Eri. On 2/16/07, Alidjaja Ivan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > waktu itu persepsi bung... > > ________________________________ > > From: [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>] > On Behalf Of Eri > Sent: 15. helmikuuta 2007 18:05 > To: [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com> > Subject: [Indo-StarTrek] "TIME" > > > > Hi, > > Karena lagi hangat2nya membahas masalah time travel, saya jadi > tergelitik > untuk membahas satu hal yang sangat menarik ini; Waktu. dan > kaitannya dengan > dunis entertainment. > > [mules mode: ON] > > Waktu tadinya dianggap sebagai satu hal yang lepas, bebas > sendiri, suatu > komponen yang konstant. > Kemudian dengan berkembangnya penelitian fisika teoretis, > berhasil > dibuktikan bahwa waktu tidaklah konstant. > Dengan gravitasi yang tinggi, waktu bisa dibengkokkan. > > Seperti halnya cahaya yang ternyata juga bisa di distorsi, > dilengungkan arah > rambatnya hingga ke titik yang paling extrim; berhenti. > > Satu penyebabnya: Gravitasi. > > Bila cahaya bergerak lurus lalu mendekati suatu benda masif > seperti bintang, > maka cahaya akan berubah arahnya karena terdistorsi oleh > gravitasi bintang. > berubahnya arah rambat cahaya dipengaruhi oleh berapa besar > gravitasi > bintang tersebut. Semakin masif bintang, maka semakin lengunglah > arah rambat > cahaya itu. > > Lalu apa hubungannya dengan waktu? kelengkungan cahaya berarti > kelengkungan > ruang karena melengkungnya rambat cahaya sama dengan > melengkungnya ruang > tempat cahaya itu merambat. melengkungnya ruang berarti > berubahnya waktu > tempuh cahaya dan apa pun yang berada di sekitar lintasan cahaya > yang > melengkung itu. > Inilah hubungannya. cahaya terdistrosi = ruang terdistorsi = > waktu > terdistrorsi. > > Bagaimana kalau bintang itu sangat masif? seberapa besar > kelengkungan > ruang-waktu yang terjadi? > Mari kita ambil contoh yang paling extrim: Black Hole. > Black hole tercipta dari runtuhnya bintang karena kehabisan > energi. masa > bintang runtuh menjadi kecil karena setiap atom pembentuk > bintang mengalami > keruntuhan; electron yang mengelilingi inti atom jatuh ke inti > atom. Namun > tidak bagi gravitasi. Gaya gravitasi setiap partikel akan > terakumulasi > menjadikan bintah runtuh bergaya gravitasi sangat besar hingga > cahaya pun > tidak dapat lolos. Bila cahaya saja tidak dapat lolos maka kita > tidak bisa > melihat bintang runtuh tersebut. Bintang runtuh hanya dapat > diketahui > keberadaannya dari cahaya di sekelilingnya (di radius bintang > sebelum runtuh > = event-horizon) mengelilingi suatu obyek gelap/hitam. Makanya > dinamakan > lubang hitam / black hole. > > Cahaya yang merambat dekat dengan black hole akan terdistorsi > dengan > kelengkungan yang sangat besar. > Bila cahaya merambat ke event-horizon maka cahaya tersebut tidak > dapat > melanjutkan perjalanannya karena tertarik oleh gravitasi namun > juga masih > kuat unntuk tidak tercemplung ke dalam black hole. Apa yang > terjadi? cahaya > akan melayang2 di event-horizon. > > Apa yang terjadi dengan ruang-waktu? Ruang mengalami > kelengkungan yang > dahsyat. untuk mengerti "kelengkungan" ini, anda boleh > membayangkan sebuah > trampolin. cobalah anda gelindingkan bola bowling di tengah > trampolin, anda > pasti akan melihat karet trampolin itu melendut keb awah > dikarenakan > beratnya bola bowling. Sekarang bayangkan bola bowling (yang > berukuran sama) > tapi beratnya 1000 kali lipat. trampolin akan melengkung ke > dalam. Inilah > kondisi ruang yang terdistorsi di black hole. > > Nah seperti itulah kondisi ruang di event-horizon. bagaimana > dengan waktu? > Di event-horizon waktu akan berhenti. Semua peristiwa berhenti > di > Event-Horizon (= Horizon Peristiwa). > > ------------------------- > > NAAAAAHHH.... dari penjelasan2 seperti di atas lah maka manusia > kemudian > berkesimpulan bahwa "Waktu bisa dimanupulasi" > kemudian muncullah ide "Time-Travel" > > ------------------------- > > Stephen Hawking menegaskan bahwa Time Travel adalah tidak > mungkin. > juga ditegaskan bahwa waktu berawal (di big bang) dan akan > bearkhir (di big > crunch). waktu punya umur. > Namun Stephen Hawking memperkenalkan suatu yang sangat eksotis > yang > mencengangkan semua fisikawan teoretis terlebih lebih para > penulis cerita > science fiction, antara lain: > > - Waktu imajiner > - Paralel Universe > - Alam semesta / waktu tak berujung. > - dll... > > juga ada fisikawan lain yang turut menyungkan eksotisme; seperti > - Superstring > - Tachyon > - dimensi tambahan (hingga 10) > - dll... > ------------------------- > > Sekali lagi, > NAAAAHH..... bertambah marak dan indahnya film2 science fiction > kita.... > > Salam, > Eri. > > -- > tix-oi sak-khet se-veh > ("Live Long and Prosper") > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- tix-oi sak-khet se-veh ("Live Long and Prosper") [Non-text portions of this message have been removed]
