Ya. Karena untuk pasien yang sakit fisik, kadang juga disebabkan masalah psikis. Dan untuk mengetahui asal mulanya, biasanya dokter akan melakukan regression hypnosis.
Dalam kasus kawan gue di amrik itu, awalnya kawan gue hanya sering sakit di kakinya sampai gak bisa jalan. Kata dokter yang memeriksa, dia stress di tempat kerja dan bukan karena penyakit berbahaya. Maka dianjurkan therapy hypnosis untuk mengetahui sebab2 stress nya. Tetapi setelah di lakukan beberapa kali hypnosis dia malah melapor pada polisi bahwa dia telah di abuse oleh suaminya selama bertahun2. Sampai2 suaminya di periksa oleh polisi dan sempat ditahan. Sampai beberapa kali ternyata tidak ada bukti physical abuse di tubuhnya maka suaminya dilepaskan. Lalu suaminya mengajaknya konsultasi dengan dokter lain di rumah sakit lain dan baru ketahuan bahwa dia adalah korban dari regression hypnosis. Ide bahwa dia di abuse secara fisik oleh suaminya bukan ditanamkam secara langsung oleh dokter2 tersebut. Tetapi timbul akibat hypnosis ke masa lalunya. Beberapa bulan setelah hypnosis itu berhenti pun mind nya masih mengalami kelainan sampai2 dia menjadi percaya bahwa ortu nya jg abusive saat dia masih kecil. Kemungkinan besar karena kawan gue adalah social worker, dia sering menangani kasus domestic violence dan saat dalam hypnosis apa yang ada di subconscious mind nya muncul menjadi kenyataan bagi dirinya. Uang dari lawsuit yang dia menangkan bisa untuk membeli ranch dan rumah mewah dengan belasan kamar, di Texas!! Tetapi konsekwensi dari mind nya yang amburadul itu adalah dia harus meminum obat untuk selama hidupnya. Obat itu semacam penenang yang memungkinkan dia berpikir jernih dan membedakan mana yang hasil khayalan atau yang nyata. Biasa nya obat ini diberikan untuk pasien di RSJ. Coba kasihan banget gak! Masih tertarik main2 dengan your subconscious mind? Salam, Indie --- In [email protected], "Alidjaja Ivan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalo hipnotis regresi (kembali ke masa lalu) ini bagian dari therapy? >
