Salam Sejahtera...

Pada Sabtu, 24 Februari 2007, Eri menulis:

> Saya jadi penasaran, sejauh apa sih keseriusan orang2 kita (di indonesia)
> terhadap astronomi?

Saya pernah membaca kliping -ini salah satu kegiatan saya: pemulung berita 
sebagai rujukan 
menulis- harian di Palembang, mengenai seorang siswi SMA yang suka pada 
astronomi. Saya 
berrencana untuk menghubunginya, agar ia bisa menjadi 'ahli waris' saya. Namun 
sampai saat 
ini belum terlaksana.

Sewaktu masih di SMA, Kak Seto pernah singgah di sekolahku. Dia berbicara di 
depan siswa/i 
kelas 3. Ketika ditanyakan siapa yang ingin membicaraakn cita-citanya, saya 
merupakan 
satusatunya yang tampil ke depan. Saya yakin umumnya teman-teman saya pada 
bengong sewaktu 
saya utarakan keinginan untuk masuk Jurusan Astronomi ITB.

Kenyataannya, saya tidak memilih jurusan itu sewaktu UMPTN (ujian masuk PTN). 
Saya malah 
masuk ke Fakultas Teknik. Namun seperti syairnya Ebiet G. Ade, ternyata cinta 
memang tidak 
harus bersatu, karena saya tetap cinta pada astronomi. Ia adalah cinta pertama 
saya, 
sekaligus menjadi pemandu mengenai kebesaran Sang Maha.

Sekarang, astronomi bukan lagi barang asing, karena sudah ada olimpiadenya, 
walau entah 
apa yang dilombakan. Yang jelas, kalau kita tidak ingin menjadi hanya sebagai 
penggemar 
-khsusnya- ST atau filem lain yang berlatar belakang alam semesta, maka sudah 
menjadi 
panggilan bagi kita untuk bertindak pada tataran nyata: me'waris'kan kecintaan 
kita.


> Apakah mereka terus berkiprah namun kita tidak tau, ataukah vacuum?

Di antara kita di sini banyak yang dapat memberikan tanggapan mengenai itu, 
terutama pada 
warga yang sudah ada lama dibandingkan kehadiran saya. Yang berada di Jakarta 
dan Bandung 
tentunya tidak menemukan terlalu banyak kesulitan untuk menghadirkan 
kediriannya sebagai 
yang terbukakan matanya mengenai ST, SW dan lainnya. Namun untuk yang di 
daerah, seperti 
saya, diperlukan usaha ekstra untuk melakukan dan mendapatkan perhatian yang 
sama.


> Ironis... ngeliat bintang kok di TV terus...  lihat bintang harusnya ya ke
> arah langit... iya ga?

"Per aspera ad astra", melalui jalan sulit menuju bintang-bintang. Saya tidak 
memiliki 
cukup peralatan untuk membagikan kepeminatan mengenai astronomi, walau sebatang 
teropong. 
Namun kehadiran milis kita ini cukup membantu saya, dalam artian untuk mencoba 
melakukan 
hal lain selain yang ironis itu. Ada yang sudah memiliki tindakan nyata ?

Mungkin Mas Eri bisa ikutan menyumbangkan buku-buku sederhena mengenai 
astronomi populer 
untuk Perguruan ? Yu nou wot ai min lah ! :-)


Sharif Dayan

Kirim email ke