http://www.indo-startrek.org/forum/viewtopic.php?p=904#904

"Boys, eat your breakfast heartily. For tonight we dine in hell!"

I don't remember the exact words, tapi itu adalah quote favorite gue
di film 300. Kalau gue boleh kasih bintang, film ini masuk five star
lah… seperti hotel. Service kepada penonton memuaskan, tapi ya gak
gratis. He he he…

300 bercerita tentang Battle of Thermopylae yang terkenal, dimana
barisan pertama pertahanan Yunani yg diwakili oleh 300 orang Sparta
harus berhadapan dengan tentara Persia yang jumlahnya puluhan ribu.
Pertempuran itu terjadi sebuah daerah bottle-neck di pinggir pantai
yang disebut Hot Gates (karena disana ada sumber mata air panas). 

Yang suka komik, sudah pasti suka film 300 ini. Bukan hanya karena
kisah nya adalah adaptasi dari komik, tetapi penyajian nya juga komik
sekali. Warna film yang di tone down menjadi sepia dan crimson,
membuat suasana nonton menjadi seperti membaca komik hidup. 

Selain itu adegan peperangan seru yang diputar dalam kecepatan yang
berbeda-beda membuat kesan dramatis dan juga gambar menjadi sangat
detail. Persis seperti gaya kita apabila membaca komik yang seru, maka
mata kita akan mencari detail2 yang mengasikkan. 

Keindahan kostum juga mesti diberikan tanda bintang sendiri, terutama
costume para wanita yang sangat minim membuat penonton cowok menjadi
langsung segar. Juga keminiman costume cowok, membuat penonton cewek
tahan nafas dulu beberapa detik. 

Detail set decoration yang walaupun mayoritas adalah computer
generated kelihatan realistic, dalam artian menjadi satu kesatuan
dengan scene yang asli. Sebelum film ini ada juga film menggunakan
teknik serupa yaitu THE SKY CAPTAIN AND THE WORLD OF TOMORROW, tetapi
terus terang apabila film diatas justru berkesan boring dengan warna
sepia nya, maka film 300 justru kebalikan nya. Toning down warna dan
CGI justru menambah sensasi kuat untuk yang menonton. Bayangkan
seorang menusukkan tombak kepada lawan, dan darah memuncrat dalam
warna crimson, sama seperti warna jubah para Spartans yang juga
berwarna crimson. In a way, it is beautiful as it is dramatic. 

Dari segi cerita, 300 ini sangat entertaining. Bravery, Honour,
Strength, Sacrifice, adalah dunia kaum pria. Namun dibalik itu ada
kisah cinta yang romantic in its own way. Love for your lover, for
your sons, for your family, but above all it's about love for your
country. 

Namun, as some of you have probably known by now, I am a history buff
and my interest in ancient civilization is above my love to any movies
or fantasy worlds. Jadi gue agak2 menyesalkan bahwa film 300 ini tidak
menceritakan beberapa fakta sejarah yang benar mengenai Battle of
Thermopylae ini. 

History Facts: (containing spoilers buat yang belum nonton)

1.Utusan Persians yang didorong masuk kedalam well sebetulnya bukan
utusan King Xerxes, melainkan peristiwa itu terjadi pada masa
pemerintahan King Darius, ayah dari Xerxes yang pernah dikalahkan oleh
Athenians (orang2 Athens). Sewaktu pemerintahan Darius ada 2 kota di
eropa yang melawan yaitu Athena yang mendorong utusan Persia ke dalam
jurang, dan Sparta yang mendorong utusan ke dalam sumur. 

2.Pandangan dalam film ini mengenai orang Persia (Iran) adalah orang
Persia di mata Greeks. Selama lebih dari 2000 tahun, pandangan orang
eropa terhadap asia sangat dipengaruhi pandangan Greeks terhadap
Persians. Kata barbarians from the East ada sejak peristiwa penyerbuan
Persia ke Eropa, sampai sekarang masih mempengaruhi pandangan dunia
modern (Western world) terhadap orang Asia. 


3.King Leonidas walaupun berstatus raja Sparta, sebetulnya adalah
seorang Commander dalam pasukan Greek. Jadi dia diutus oleh Athenians
memblokir masuknya Persia untuk beberapa hari saja. Kenapa? Karena
Athenians saat itu mengosongkan kota2 besar di Greeks, mengungsikan
wanita dan anak2, serta mempersiapkan pasukan navy nya yang terkenal
untuk memukul armada laut Persia yang sebetulnya gak punya pengalaman
sama sekali berperang di laut. Selain itu jumlah pasukan yang terlibat
perang Thermopylae, sebetulnya memang betul 300 Spartans, tetapi
dibantu lagi oleh 700 tentara Thespians. Dan mereka semua nya mati
mempertahankan tembok batas untuk membiarkan ratusan pasukan yang lain
retreating, jadi bukan nya lari karena takut. 

4.Xerxes (biasa disebut Ahuramazda di pelajaran sejarah waktu
sekolah), bukanlah orang sadis seperti yang digambarkan di film 300.
Xerxes disebut sebagai Raja setengah Dewa, karena dia adalah seorang
ZOROASTRIAN. Yaitu orang yang menganut ajaran dari Zoroaster
(Zarathustra dalam bahasa Yunani) dimana ajaran nya memberikan basic
bagi lahirnya agama Christian dan Islam di kemudian hari. Ajaran
Zoroaster adalah bahwa God is all good, all just but not all powerful.
Karena kalau all powerful maka there will only be good and no evil.
Seorang Raja menurut ajaran Zoroaster adalah orang yang bertindak atas
nama God, sehingga harus mencerminkan keadilan. Pembunuhan tidak bisa
diganjar hukuman mati, apabila dilakukan hanya satu kali. Juga sebagai
raja, Xerxes tidak pernah memaksakan daerah taklukan nya untuk ikut
menjadi Zoroastrian. Setelah ditaklukan oleh Persia, Egypt masih tetap
melakukan tradisi pertuhanan mereka dengan bebas. Oh iya, penggambaran
oleh Herodotus: Persians mengenakan tunic dan celana panjang saat
perang, tidak seperti orang Greek. Nah makes you wonder kenapa di
filmm 300 digambarkan Xerxes banyak di tindik2 dan pake rantai??? But
it's cool, and I like it. He he he...

5.Keburukan nama Xerxes di mata Greeks hanya karena perbedaan ideology
dan prinsip. Greeks yang dipimpin oleh Athenians adalah negara
democracy, dan bukan monarki. Walaupun beberapa states di Greeks
mempunyai raja, tetapi suara raja tidaklah absolute seperti di
Imperium Persia. Karena nya Greeks melihat gaya Xerxes seperti orang
Barbarians. Padahal Sparta yang difilm selalu bicara masalah freedom,
adalah satu2 nya states di Greek yang masih mempraktekkan absolutisme
ala komunis (bukan monarki). Contoh nya: ortu berhak membunuh anak2
nya yang cacat. Anak2 usia 7 tahun harus masuk barak militer. Dll dsb
di dalam film dijelaskan juga. Bahkan di film pun diberikan gambaran
jelas bagaimana Leonidas menganggap Athenians adalah banci karena art
dan culture mereka yang lebih maju. Sebetulnya sih, Athenians punya
pasukan darat dan laut yang lebih hebat dari Spartans karena mereka
punya banyak ahli strategy.

6.Yang memimpin peperangan setelah Thermopylae adalah Athenians,
sebagai pusat civilization Greeks. Bukan seperti di film yang di
jelaskan bahwa 10 ribu Spartans memimpin 30 ribu tentara Yunani. That
is soooo wrong! Greek strategist posisinya di Athena dan Leonidas
bukan atas prakarsa sendiri bertempur mencari mati di Thermopylae,
melainkan menjalankan strategy dari Athena. 

7.Banyak orang yang protes kenapa koq tentara Persia berkulit hitam
dan seperti monster di film 300, padahal orang Persia harusnya
berkulit putih. Sewaktu Ahuramazda membawa pasukan ke Yunani, butuh 4
tahun untuk mengumpulkan tentara dari seluruh negara jajahan. Jadi
yang berperang di Thermopylae, Platea ataupun Salamis bukan hanya
orang Persia tetapi banyak orang Africa berkulit hitam yang merupakan
budak. Of course masalah tampang seperti monster adalah prejudice
pandangan orang Greeks terhadap orang Persians yang diberi lukisan
komik. Greeks menggambarkan Barbarians sebagai orang yang menakutkan
dan membawa bencana di seluruh Greece. The artist put it in a
monster-like picture, but in a sense that is the actual prejudice that
has been addressed to the Persians through the Greeks' eyes. Banyak
gossip bahwa orang Iran protes keras terhadap film ini, tetapi harus
diingat bahwa film ini adalah adaptasi dari sebuah prejudice suatu ras
(Greeks) terhadap penyerang wilayahnya (Persians). Jadi sebetulnya
film ini bukan mendiskreditkan orang Iran secara khusus. Walaupun
harus diakui bahwa film ini membuat Ahuramazda kelihatan seperti
seorang Barbar yang bodoh dan gak berdaya. Mungkin ini juga yang bikin
orang Iran sebel yah.

8.Jasad Leonidas saat ditemukan oleh tentara Greek adalah tanpa
kepala. Kepala Leonidas di penggal dan ditancapkan di sebuah stake,
sebagai peringatan kepada Greek bahwa Leonidas telah dibunuh oleh
tentara Immortals dari Persia. Sementara juga sebagai peringatan
kepada tentara Persia (terutama budak2) bahwa Spartans dan Thespians
dalam hal ini kepala Leonidas mewakili Greeks, hanyalah mortals. Di
film kematian Leonidas menyambut panah, bisa jadi benar, karena
pasukan Persia baru bisa menggunakan panah setelah menemukan jalan
tembus dari belakang gunung. Jadi adegan `fighting in the shade' itu
gak ada, karena dari sisi tersebut pasukan Persia betul2 tidak punya
kebebasan bergerak apalagi melepaskan panah dari kejauhan. Tapi adegan
`fighting in the shade' adalah my favorite scenes (but of course after
the `butt-naked Gerard Butler' scene dong… he he he…) 

Ya sudah lah sampai disini aja sharing opinion nya. I love this move
so much, and I think I need to have the original R1 DVD. 

Bonus, Gerard Butler Fact:

Dia udah berkali-kali memerankan peran yang mirip Leonidas loh. Yang
gue nonton aja ada tiga, mungkin ada yang tau di film mana lagi dia
berperan sebagai warrior? 

1.      Attila
2.      Time Line
3.      Beowulf and Grendel
4.      ...

Salam,
Indiewholovesranting



Kirim email ke