ehemm.... kalo' saya melihat ST atau other sci-fi itu 
seperti wanita2 cantik & jodoh,
akan selalu ada wanita cantik dan lebih cantik....terus tercantik dan
seterusnya dan seterusnya,
tapi jodoh... sepertinya hanya beberapa(?) saja :)

SayaRasaSayaBerjodohDenganST
MN
--- In [email protected], Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Sejahtera...
> 
> Tiap orang dilahirkan berbeda dan tumbuh dengan cara yang berbeda
pula. Sesuatu yang 
> dianggap baik pada suatu masa, belum tentu akan tetap dianggap
demikian pada masa setelahnya.
> 
> Ketika saya untuk pertama kalinya menonton Star Trek, ada sesuatu
yang asing yang hingga 
> kini tetap tidak dapat diterangkan dengan kata-kata yang pas. Secara
sederhana saya 
> mengatakan bahwa ia mengantarkan sesuatu yang baru pada saya.
Sesuatu ini pula yang 
> membuat saya seperti yang sekarang.
> 
> Sekarang -dan demikian pula untuk seterusnya, 10 atau 1.000 tahun
setelahnya- semakin 
> banyak yang ditawarkan dan dapat dijangkau dengan mudah. Akibatnya
semakin besar pula 
> derajat perbedaan dan derajat arah vektoral tiap orang, sehingga
setiap orang menjadi 
> semakin berbeda dengan yang lainnya. Lalu, apa yang akan terjadi ?
> 
> Suka atau tidak suka, pemahaman Ptolomeus mengenai alam semesta,
yaitu geosentris, 
> merupakan salah satu batu penjuru ilmu falak. Tanpanya, mungkin
tidak akan terjadi 
> pengucilan pada Galileo Galilei, ketika ia menantang Vatikan yang
berkaitan dengan 
> pemahaman gereja mengenai alam semesta. Tanpanya pula, mungkin tidak
akan ada Alan Guth, 
> yang dikenal karena berkecimpung dalam kosmologi, khususnya tentang
alam sejajar yang 
> terbentuk setelah terbentuknya titik singularitas.
> 
> Alam yang kita kenal sekarang, terpapar sesuai dengan pemahaman
berdasarkan penginderaan 
> ragawi kita (mata, telinga, hidung, kulit dan lidah). Namun
sebenarnya masih ada entah 
> seberapa banyak lagi 'lapisan' yang belum kita kenal, karena
keterbatasan penginderaan 
> kita. Mungkin bahasa Inggrisnya adalah "level of consciousness".
Mohon dimaklumi sekiranya 
> saya kurang tepat mengenai itu.
> 
> Itulah cara saya memaknakan ST. Film ini bukan yang "ter-" sepanjang
masa, namun ia bagi 
> jendela bagi saya, karena membuat cakrawala saya menjadi luas,
setidaknya sejauh kemampuan 
> mata mengenali apa yang ada di depan sana, atau bergantung pada
bidang pandang lensa mata 
> saya. Ia menjadikan saya sampai pada -dan memilih- jalan yang
kemudian menjadi cara saya 
> memandang alam ini dan segala isinya, termasuk saya di dalamnya.
> 
> Saya terkesan pada Descartes, yang mengatakan bahwa manusia ada
(came into being) karena 
> ia berpikir. Namun saya lebih condong pada pengajaran guru agama
saya, tahunan silam, yang 
> menyampaikan bahwa manusia ada karena ia percaya. Itu artinya
manusia merupakan bagian 
> suatu sistem yang entah seberapa besar ukurannya, yang bekerja untuk
menghasilkan sesuatu.
> 
> Sesuatu tersebut tidak dapat secara jelas kita nyatakan, namun kita
percayai sebagai 
> tempat perhentian bagi kita semua, setelah menyelesaikan tugas kita
dalam sistem yang 
> besar itu. Ia akan berjalan dengan baik, ketika kita bersedia
menerima kenyataan bahwa 
> manusia dilengkapi dengan cacat dan cela, sehingga kita bisa saling
belajar dan memaafkan 
> kelemahan yang lain.
> 
> Itulah yang menjadi dasar terbentuknya Federasi, setidaknya
demikianlah pandangan 
> Roddenberry mengenai kemungkinan masa depan penghuni Bimasakti ini.
Persekutuan bisa 
> terjadi setelah pihak-pihak yang terlibat bersedia menerima cacat
yang lain serta menjadi 
> ikut serta untuk memperbaikinya. Itu pulah yang diangankan melalui
Staw Wars, atau Star 
> Gate, atau apa pun yang dapat kita sebutkan di sini.
> 
> Lalu bagaimana dengan Anda semua, para warga yang budiman dalam
milis ini ? Apakah Anda 
> sudah mendapatkan manfaat dari minat Anda selama ini, yang menjadi
pengikat kita sehingga 
> berkumpul dalam milis ini ? Apakah Anda 'mendengar' pesan dari Sang
Maha, melalui karya 
> para seniman yang sudah menuangkannya melalui skenario serial-serial
itu ? Ataukah itu 
> hanya menjadi salah satu pernik yang tidak berarti ?
> 
> Kiranya panjang usia Anda dan sejahtera selalu...
> 
> 
> Sharif Dayan
> di Palembang
>


Kirim email ke