Weleh weleh reviewnya detil banget euy... nyaris 'half' spoiler =D Well...Kadang2 (ini tip gue aja lho), kalo menonton suatu film, lebih enak bila 'tidak tau' siapa yg membuat dan 'tidak kenal' siapa pemainnya. "Just see the movie and get the idea". Sebab bila kita mengenal pembuat dan pemainnya sebelum menonton,....sulit dielakan untuk tdk terpengaruh menilai berdasarkan 'style' filmografi dari aktor atau aktris pada film-film mereka sebelumnya.
Kembali ke ide film Sunshine, mungkin yg dimaksud film in adalah life cycle matahari pada fase sebelum matahari menjadi 'Red Giant' dan selanjutnya supernova atau malah menjadi bintang kerdil dingin. [Bila bintang lahir sbg fase 0 dan kondisi 'Red Giant' fase 10, jadi saat sekarang matahari ada di fase 5 atau nyaris ditengah-tengah life cycle matahari/bintang]. Secara teori hampir semua life cycle bintang/matahari seblum menjadi raksasa merah malah menjadi lebih terang, panasnya meningkat dan membesar. Sedemikian sehingga planet Merkurius pun akan kehilangan orbitnya alias 'collaps' ke matahari. Kayaknya manusia akan memilih alternatif lain daripada mengirim misi ke matahari. Krn dlm 4 - 5 juta tahun kedepan sebelum matahari menjadi 'Red Giant', kondisi bumi sudah kering kerontang spt Merkurius skrng ini....dimanakah manusia saat itu? Atau dari ide film ini, kemungkinan saja matahari punya tabiat yg unik drpd bintang2 yg lain..yaitu tidak melewati fase 'Red Giant' tapi reaktor fusinya langsung menyusut hilang menjadi bintang kerdil? /iful --- In [email protected], "warbird692001" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Warning: bagi yang sudah pernah nonton 28 DAYS LATER dan tidak > terkesan, serta bukan penggemar DANNY BOYLE, gue sarankan untuk TIDAK > MENONTON DI BIOSKOP atau NONTON DVD BAJAKAN saja deh. > > Ini bukan spoiler, so aman untuk dibaca: > > Sunshine adalah sci-fi drama yang mengisahkan perjuangan manusia bumi > untuk merevitalisasi matahari yang sedang sekarat. Caranya adalah > dengan mengirimkan misi untuk melemparkan semacam bom ke dalam core > nya matahari (bom yang punya kekuatan untuk menghancurkan manhattan > island and only manhattan island lho ya go figure, namanya juga > film fantasy). Tetapi misi pertama yang diberi nama Icarus I gagal. > Maka Icarus II dikirim. Nah kisah film ini menceritakan petualangan > crew Icarus II dalam rangka meneruskan misi tersebut diatas. > (Pemilihan nama Icarus I kedengaran sangat selain sangat pathetic juga > termasuk unsure fantasy. Karena buat orang bumi yang percaya jinks > should have known better not to use that name). We all know what > happen to Icarus, toh? It's a give away! > > Namun seperti yang sudah bisa ditebak dengan mudah, maka mereka ketemu > dengan bangkai pesawat Icarus I yang menyeramkan dan misterius, persis > seperti gambaran film EVENT HORIZON. Lalu ada yang mengikuti mereka > kembali ke Icarus II dan berusaha menggagalkan misi mereka. Mereka > berhasil atau tidak menyelesaikan misi nya ya? > > Tapi walaupun ada mirip2 nya, kalau mengharapkan film ini seperti > Event Horizon, akan kecewa. Karena script nya beda sekali. Event > Horizon walaupun sama-sama gelap tetapi penulisan karakter nya sangat > kuat, konsisten, dan penonton bisa mengikuti perkembangan karakter > dari menit ke menit. Konflik pribadi pun diketengahkan dengan gaya > mistery thriller. Sunshine not even close! > > Persis seperti 28 Days Later, maka jalinan kisah dirajut dengan sangat > lambat dan menggunakan benang yang sewarna saja, lalu tiba2 terkesan > berlari-lari pada 20 menit sebelum film berakhir. Walaupun dihiasi > dengan berbagai special effect dan kecanggihan teknologi dan techno > babbles yang lumayan banyak, lambatnya alur cerita dan script yang > terlalu monoton membuat penonton tidak bisa bertahan duduk tanpa > komentar. Bioskop pun mulai ramai dengan suara2 gurauan, terutama > apabila ada dialogue atau scene yang tidak masuk akal atau klise dan > sudah tertebak oleh penonton. Anak2 pun mulai malas menonton dan > mengobrol sendiri. > > Mungkin seharus nya gue (yang pelupa ini) ingat sebelum nonton dan > bukan baru sesudahnya bahwa film 28 Days Later juga di sutradarai oleh > Danny Boyle, script nya ditulis oleh orang yang sama dalam film > Sunshine ini, serta pemeran utama nya juga orang yang sama yaitu > CILLIAN MURPHY. > > Oh iya, karena film ini adalah buatan Inggris, maka tim scientists > yang ada di Icarus II kalau dilihat juga isinya adalah beberapa orang > Inggris dan America saja, plus 1 orang Jepang, 1 orang China, 1 orang > Korea. Tetapi, peranan ke 3 orang asia itu hanyalah penambal kisah > saja atau memakai istilah penulis, karakter mereka hanyalah CARDBOARD > CHARACTERS saja. Tidak digali, tidak dijelaskan, tidak dipaparkan > alias berlalu tanpa kesan. > > IMO kesalahan terbesar script Sunshine adalah karakter villain yang > digambarkan seperti cardboard juga. Karakter villain yang dibiarkan > tertutup, mysterious mungkin maksud nya agar penonton ingin tahu, > justru jadi boomerang bagi karakter heroes yang ingin diketengahkan. > > Apalah artinya seorang hero, tanpa villain yang impressive dan > berkarakter? Batman tanpa Joker, atau Superman tanpa Lex Luthor, hanya > sosok pria ganteng dan pintar saja. Apalah hebatnya Bruce Wayne dan > Clark Kent tanpa conflict real dalam hidup pribadi mereka, mereka > hanya orang2 terpilih dari ras nya. Sama juga dengan Cillian Murphy > dan Chris Evans. > > Batman tanpa perlu melakukan action baku hantam, hanya duduk terdiam > saja sudah bisa menyodorkan konflik kepada penonton, karena kekuatan > karakter villain nya. Namun di Sunshine, semua kelihatan datar dan > berwarna sama. Untuk ukuran sebuah ras diambang kepunahan, yang sudah > 2 tahun dalam space travel, karakter2 itu kelihatan seperti wayang > gak hidup gak real. Ditambah plot yang mudah ditebak, membuat > penonton tahu bahwa tidak akan ada kesempatan untuk perkembangan > karakter lagi. > > Bahkan Henry Sanada dan Michelle Yeoh yang kemampuan acting nya jauh > lebih bagus banget diatas Cillian Murphy apalagi Chris Evans, terkesan > mati, tidak kebagian dialogue dan plotting nya kaku sekali. So, kalau > mau liat Yeoh atau Sanada berakting dan berdiri dengan gaya kaku, ya > hanya ada di film ini. Jangan salahkan mereka, salahkan script dan > sutradara. > > Sampai pada akhir film saat lampu kembali menyala, terdengar teriakan2 > penonton yang membuat gue dan hubby tertawa. Para ABG yang mungkin > merasa tertipu setelah mengorbankan duit jajan nya itu berteriak > kearah projector: FILM APA INI????? > > Salam, > Indie >
