hmmm... maksud nya orang2 spt gue ya? he he he.. Kek nya lu salah ngerti deh, Ful.
Sebetulnya itu bukan masalah lupa, tapi itu lifestyle, mate. Gaya bicara, gaya busana, makanan dan minuman yang kita pilih, tempat makan yang kita tuju, barang yang kita beli, all is part of a lifestyle. Bahasa campuran yang merupakan lifestyle di Jakarta kalau lu perhatikan ada 2 macam. 1. Campuran inggris dan malay: Contoh: Oh, trend yang sedang happening di Jakarta? (sering dipakai di dunia hiburan, majalah, televisi, sinetron, sekolah, dll) 2. Campuran inggris dan chinese: Contoh: Ah, don't be like that lah. (sering dipakai di dunia usaha, lingkungan kerja, jual-beli barang, dll) Tergantung lu mau bergaul di lingkungan seperti apa dan style mana yang dipakai aja. Kalau ditanya, para pengguna bahasa style begini bukannya lupa bahasa Indonesia baku. Tapi it's about trend, mate. It's what's happening right now. Salam, Indie --- In [email protected], "iful_17sb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > - dan yg lebih parah, satu kalimat pakai kata campuran: "saya shopping > week end kemarin"...ehm ..kayaknya sdh lupa kata 'berbelanja' dan > 'akhir pekan'.
