Mas Ario chayank, you're absolutely right.
Gak usah bingung2 masalah Gravity karena the Law of Gravity sangat
mudah: What goes up must come down. 
Buah apel nya Newton dan buah Durian nya Pak Basir adalah contoh nya. 
Gue gak bisa menjelaskan lebih dari itu karena nanti gue terdengar
seperti Gil Grissom atau Horatio Caine. (padahal emang gak bisa).
Trajectory... Wind speed... Bullet speed... Bullet caliber... semuanya
harus dipertimbangkan. I only know one thing is for sure... it came
back down!! Capek deeeeh!

Yang memusingkan dan masih misterius adalah Gravitation.

Gue gak mau pakai bahasa Indonesia, gaya tarik bumi atau apalah
namanya, karena kesan nya tidak berbeda, padahal itu adalah 2 hal yang
sangat berbeda. Ya kan? You guys had mixed them up in the first place.
Hayooo gara2 siapa? 


--- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


> Then again, setelah gue pikir2in, kayaknya gue nggak salah juga deh.
Yang
> dijelasin Boyke itu kayaknya bukan gravity, tapi gravitation, yang
setelah
> gue pikir2 kayaknya adalah fenomena alam yang menyebabkan pasang
surutnya
> air laut di Bumi (karena ditarik oleh gravitation bulan?) Dan memang
2001,
> Moonraker dan film2 lain yang mengungkap konsep yang sama (bahwa stasiun
> angkasa harus berputar pada porosnya untuk menghasilkan gravitasi di
> dalamnya) sepertinya mengacu pada informasi yang sama seperti yang
gue tahu,
> bahwa gaya tarik bumi itu disebabkan oleh berputarnya Bumi pada
porosnya.
> 
>  
> 
> Walaupunmemangbapak-bapaknggakmaudisebutbapak-bapak
> 
> Ario
> 


Kirim email ke