Sebagai penggemar Peter David, gue masuk dikit di subjek ini dengan mengutip sedikit cerita dari novelnya.
Ada ras yang namanya Redeemers. Mereka menyebarkan agama ke planet-planet lain secara paksa. Pimpinannya namanya Overlord. Dia bisa menyebutkan kata (atau kata-kata) tertentu, diarahkan kepada orang tertentu, yang menyebabkan orang itu kesakitan (bahkan mati) hanya karena mendengar kata (atau kata-kata) itu. Di sini ceritanya ada karakter yang namanya Xyon yang lagi "dihajar" oleh Overlord dengan menggunakan "ilmu" itu. Cuplikan dialog: Xyon: Perhaps the reason I'm getting angry is because you keep trashing me around with your magic word. Overlord: They are hardly magic. They tap into the primal truths of the universe. Truths that we of the Redeemers instinctively grasp, and you, just as instinctively, reject. They are as consistenct, as real, as reliable, as the so-called "laws of physics." Jadi di cerita Star Trek pun (oh iya, ini cuplikan dari salah satu novel Star Trek) hal-hal yang saat ini kita anggap mistik pun masih dipake, tapi dijelaskan (walaupun tidak rinci) secara ilmiah. So, always physics it is! Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ERI Well,, Sejak Big Bang, terciptanya Alam semesta ini, semua partikel di alam semesta kita ini mematuhi hukum fisika. interaksi antar partikel pun mematuhi hukum fisika. Jadi, fenomena apapun merupakan peristiwa interaksi antar-partikel yang mematuhi hukum fisika dari mulai peristwa angin bertiup, ledakan bom nuklir, hingga apa pun yang dianggap metafisika. Sebelum ada yang menyanggah, saya ingetin bahwa fisika itu bukan hanya yang kita pernah pelajari di sekolahan. karena saya anggap fisika sekolah itu adalah "fisika terapan" atau fisika klasik Fisika bisa jauh lebih luas dan dalam; atau Fisika Modern yaitu yang melibatkan hukum2 yang berlaku di level quantum. Salam, Eri. [Non-text portions of this message have been removed]
