Ya, gw ngerti alasannya dan teori dibalik itu; bahwa sifat partikel dalam quantum level memang tidak bisa diketahui arah / kombinasi sejarahnya dikarenakan hukum ketidakpastian Heisenberg. Tapi, kemudian Hawking melanjutkan peneliltian itu hingga dia melibatkan waktu imajiner.
Kemungkinannya di singularity, waktu yang berhenti dan terurai menjadi dimensi ruang punya konsekuensi ke arah imajiner. Waktu terlengkungkan menjadi waktu imajiner. kalau anda membayangkan sebuah salib-sumbu koordinat, maka x adalah arah waktu real dan y adalah arah waktu imajiner. Terbukalah peluang pintu ke paralel universe / imaginary universe. Imajiner di sini bukan berarti "khayalan" namun lebih berarti: waku di luar realita universe yang kita tempati sekarang. Sehingga yang bagi kita imajiner adalah real bagi makhluk yang tinggal di sana. Bagi mereka yang tinggal di sana, kita lah yang imajiner. Nah, penjelasan ini tidak meng-ide-kan adanya paralel universe yang mirip satu sama lain seperti yang di film2. Memang gw tidak menyalahi teori paralel yang mirip itu, toh semua juga masih teori. Semua bisa benar bisa salah walaupun dari sumber yang sama; yaitu Fisika Quantum. Namun cuman kalo gw boleh pilih, gw lebih memilih membuat cerita berlandaskan teori yang waktu / universe imajiner ini. gitu jreng.... :-) Salam, Eri warbird692001 wrote: > > Eri, kalau di film Stargate SG-1 mereka menyebut nya dengan METAVERSE. > Jadi Parallel Universe adalah bagian dari sebuah Alternate Universe. > > Sam Carter juga pernah menjelaskan mengenai ini kepada O'Neill. > Basically menurut SG-1, Parallel Universe kemungkinan adalah sebuah > bagian dari Alternate Reality. > > In SG-1 universe, definisi parallel universe adalah ini: > > Theory of quantum physics in which an infinite number of ever-growing > alternate realities are created. In any alternate reality any choice > that is made creates universes where each choice is explored. These > universes are continually being created to acknowledge any possible > decision, like forks in a road. > > Parallel universes may be accessed in a limited number of ways. An > alien race once developed the quantum mirror, a device which bridges > the metaverse gap and allows passage between temporal realities. A > Stargate's wormhole, if passing through a black hole where a shaped > explosive has detonated at the exact point of the singularity will > also rupture the metaverse and allow passage to the outgoing location > in a different reality. > > In normal circumstances, parallel universes that contain more than one > individual of the same identity will undergo entropic cascade failure. > However, if the parallel universes visited are close-enough together > (such as universes naturally routed through a black hole) this will > not occur. > > Sayang lu bukan penggemar SG-1 ya. Padahal di SG-1 quantum physics nya > jauh lebih banyak dari ST atau serial lain nya. > > Salam, > Indie > > --- In [email protected] > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>, E r i <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Yah itulah yang gw sayangkan... kenapa ya paralel universe dikaitkan > > dengan "kombinasi/variasi" sejarah yang mirip? > > gw sih ga kukuh terhadap apa yang gw percayai .... malah semakin > > bingung... kenapa orang2 berbarengan berpeganga pada definisi yang sama. > > > > Padahal sih dari hasil yang gw baca sangat bertentangan... > > "mungkin" tapi penerapannya berbeda. > > > > > > Salam, > > Eri > > > > -- Salam, Eri tix-oi sak-khet se-veh ("Live Long and Prosper")
