Sebelum lanjut, supaya ga keliru,
'Real' dan 'Imajiner' yang sering saya bawa dalam diskusi bukan 'nyata' 
dan 'khayal' seperti arti bahasanya.

"imajiner" muncul karena dalam suatu persamaan matematis dengan sangat 
terpaksa harus melibat kan angka "akar minus satu" atau 1i atau i 
(imajiner) agar persamaan tersebut bisa diselesaikan.
Hawking mengemukakan teorinya bahwa di dalam singularitas, persamaan 
tersebut terhadap 'waktu' pun akan membawa waktu ke dalam waktu imajiner 
(melibatkan 1i dalam persamaannya)

Apa itu waktu imajiner? adalah waktu nyata yang arah-nya tidak sama 
dengan arah waktu kita. bukan berarti waktu khayal-an.
waktu imajiner bisa saja waktu yang arah sejarahnya tegak lurus dengan 
arah sejarah waktu yang kita diami sekarang.
Artinya: Universe lain.
- Paralel universe. (universe yang berdampingan dengan universe kita)
- Atau super-universe (yaitu universe lain yang jauh lebih besar yang 
membungkus universe kita)

jadi, kalo dibawa ke sci-fi, singularitas merupakan dinding atau mungkin 
pintu ke universe lain.
dari sini bisa macem2 deh ide cerita kita... heheh :-)


Tapi ada dua kemunginan yang boleh dipikirkan:

** Kalau paralel universe --> Ada berapa banyak jumlah paralel universe? 
ga ada yang tau. Mungkin tak berhingga jumlahnya mengingat kemungkinan 
tek berhingganya arah sejarah reaksi partikel yang terjadi sejak big-bang

** atau Kalau super-universe --> Sampai berapa lapis universe yang satu 
membungkus universe yang lainnya? ga ada yang tau pasti. (tapi mungkin 
ada yang percaya 7 universe? 7 langit? hehehe.....)


Okeh, ide yang mana yang paling seru untuk dijadikan cerita?

Salam,
Eri








Sharif Dayan wrote:
>
> Salam Sejahtera...
>
> Pada Selasa, 29 Mei 2007, E r i menulis:
>
> > wah... "Jin" dong....
>
> > warbird692001 wrote:
>
> > > ternyata mereka adalah juga penghuni bumi ini. Kita gak bisa liat
> > > mereka, mereka juga gak bisa liat kita.
>
> > > Jadi di bumi ini ada reality lain yang mahluk nya gak humanoid. Lebih
> > > seperti dunia insects jaman purbakala karena bentuk nya besar2 dan 
> aneh2.
>
> Teman kuliah saya dulu ada yang memiliki kemampuan melihat makhluk 
> yang bukan berada dalam
> 'tempat' yang sama dengan kita. Kalau saja ia tidak saya kenal baik 
> selain karena ia saleh
> menjalankan syariat keagamaannya, saya pasti akan menyebutnya pembual.
>
> Makhluk yang ia lihat tidak dapat ia lukiskan menggunakan kata-kata, 
> yang hanya ia
> sebutkan tidak menyenangkan disaksikan berdasarkan wujudnya. Saya 
> mengetahui hal ini
> karena ada yang mengungkapkan bahwa ia ternyata memiliki kemampuan 
> 'menyembuhkan' orang
> yang kerasukan.
>
> Pertanyaannya: apakah kita sedang membicarakan hal yang sama, terlepas 
> dari baju keimanan
> ? Alam ini menyimpan banyak rahasia yang pengungkapannya menjadi 
> menarik ketika digunakan
> kerangka keilmuan, baik nyata (real) mau pun khayali (imaginer).
>
> Sharif Dayan
>
>  


-- 
Salam,
Eri

tix-oi sak-khet se-veh
("Live Long and Prosper")

Kirim email ke