Salam Sejahtera...

Pada Rabu, 30 Mei 2007, E r i menulis:

> Sebelum lanjut, supaya ga keliru,
> 'Real' dan 'Imajiner' yang sering saya bawa dalam diskusi bukan 'nyata'
> dan 'khayal' seperti arti bahasanya.

Tidak, saya tidak keliru mengartikan. Yang saya pahami mengenai dua istilah itu 
adalah dua 
keadan yang masing-masing memiliki hukum yang berbeda, bukan sekadar unsur 
waktunya. Ini 
tentunya berbeda dengan bahan vs antibahan atau jagad vs antijagad, sebagai 
kelanjutan 
pengertian netron dan antinetron dan seterusnya.


> "imajiner" muncul karena dalam suatu persamaan matematis dengan sangat
> terpaksa harus melibat kan angka "akar minus satu" atau 1i atau i
> (imajiner) agar persamaan tersebut bisa diselesaikan.

Perkenalan mengesankan saya pada bilangan khayal adalah melalui persamaan 
matematis "cos A 
+ i.sin A" untuk memerikan tiga unsur daya listrik. Bagi saya, bilangan khayal 
"i" tetap 
belum terterangkan secara jelas, sampai dengan saat ini. Terima Kasih untuk Mas 
Eri, 
karena hal ini akan saya jadikan alasan untuk melanjutkan pencarian mengenai 
kegunaan 
praktisnya.


> Hawking mengemukakan teorinya bahwa di dalam singularitas, persamaan
> tersebut terhadap 'waktu' pun akan membawa waktu ke dalam waktu imajiner
> (melibatkan 1i dalam persamaannya)

Apa saja yang diperlukan di dalam singularitas itu, sehingga ia bisa 
mempertahankan 
keberadaan dirinya ? Apakah kesebelas persamaan itu merupakan hal dasar ataukah 
penyederhanaan hal-hal lain ? Apakah singularitas itu 'menyadari' keberadaan 
dirinya, 
dalam arti ia memiliki 'keinginan' untuk mempertahankan keberadaan dirinya atau 
melanjutkannya ke dalam keadaan lain ?


> Apa itu waktu imajiner? adalah waktu nyata yang arah-nya tidak sama
> dengan arah waktu kita. bukan berarti waktu khayal-an.

Lalu, apa yang membuatnya berbeda dengan alam nyata kita ? Apakah mereka 
sekadar hipotetis 
untuk menyelesaikan sebagian masalah matematis, ataukah memiliki cukup 
kemungkinan untuk 
dinyatakan berlangsung seperti adanya kita ?


> waktu imajiner bisa saja waktu yang arah sejarahnya tegak lurus dengan
> arah sejarah waktu yang kita diami sekarang.
> Artinya: Universe lain.

Apa artinya tegaklurus ? Bagaimana dengan kemungkinan adanya sumbu lain yang 
mungkin 
membentuk sudt tidak sama dengan 90 derajat ? Ataukah Sumbu XYZ hanya merupakan 
'dinding' 
(barrier) yang menyatakan bahwa kita tidak bisa lepas dari 3 sumbu ?


> Tapi ada dua kemunginan yang boleh dipikirkan:

Supaya sip, saya tanggapi saja terpisah, sehingga tidak saling potong...:-)



Sharif Dayan

Kirim email ke