Salam Sejahtera... Pada Rabu, 30 Mei 2007, Alidjaja Ivan menulis:
> Saya menilai topik ini menarik, semoga tidak di judge terlalu cepat > sebagai hal2 yg non-star trek seperti yang terjadi pada waktu yg > terdahulu. Saya sependapat. Kita memang tidak membuta mengenai ST. Pembicaraan yang timbul karena ST sesungguhnya bisa menjadi "to boldly go..." > Saya percaya bahwa alam itu menyimpan banyak rahasia dan bahkan 'time' > sendiri menyimpan banyak rahasia. Time yg kita tahu berjalan linier > (bahkan di star trek pun masih ada anggapan demikian), tetapi apakah > benar demikian? Santo Agustinus, salah seorang tokoh dalam Katolik, pernah beroratoris, "Waktu: aku tahu mengapanya, tapi tidak tahu apanya," untuk menyampaikan pengertiannya tentang waktu. Apakah sebenarnya yang disbut Waktu ? Bisakah kita menggunakan batasan Garis (jarak terdekat di antara dua titik) untuk memerikan Waktu, yang taraf dimensinya tiga tingkat di atas Garis ? Dengan demikian, menanggapi pertanyaan Anda, dapatlah dikatakan bahwa Waktu tidaklah bersifat sama dengan garis. Ia memang mengandung sifat-sifat garis, namun ada seperangkat hal lain untuk menyatakan dirinya. Apakah artinya kita dapat menyebutnya juga memiliki sifat kurva ? Saya tertarik mengetahui alasan bahwa Anda meragukan Waktu bersifat sama dengan garis. > Demikian juga dengan makhluk2 ini. Dahulu saya pernah menonton film > 'Merlin'. Di akhir cerita, digambarkan bahwa orang2 sepakat menolak utk > mempercayai keberadaan satu spirit - dan akhirnya spirit itu digambarkan > lenyap. Jadi apakah yg namanya 'makhluk'2 ini hanya 'tampil' jika ada > org yg percaya?? > Jadi apakah bentuk 'makhluk dunia lain' yg sering kita bahas adalah > merupakan projeksi dari memori kita???? Sengaja saya kutip agak panjang, sehingga konteksnya tidak tersunat. Yang Anda sampaikan itu mengingatkan saya pada trilogi "The Matrix", yang juga mempertanyakan mengenai apa yang sebenarnya dimaksud Nyata dan Khayali, Ada dan Tiada. Kalau pun kita memvonisnya berkaitan dengan mistik dan para gerombolannya, maka saya tidak dapat menyalahkan. Menurut saya, kawasan keberadaan mistis berada dalam suatu himpunan yang semestanya adalah Kesadaran. Kesadaran yang saya maksud adalah kemampuan untuk menerangkan keberadaan dirinya sendiri menggunakan pengetahuan yang dimilikinya sendiri. Selama kita tidak bisa menerangkan keberadaan diri kita, maka sebenarnya kita tidak ada. Mari kita bandingkan juga dengan "Parallels (TNG), selain yang sudah disampaikan Bung Ali. Sharif Dayan
