Apakah yg dimaksudkan bung Sharif adalah 31 planes of existence? Yg
dimulai dari niraya ('hell') to sampai level arupa-loka?
 
________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
Sent: 30. toukokuuta 2007 22:59
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Dimensi lain -> Alam Induk (Super-universe)



        Salam Sejahtera...
        
        Pada Rabu, 30 Mei 2007, E r i menulis:
        
        > - super-universe (yaitu universe lain yang jauh lebih besar
yang
        > membungkus universe kita)
        
        > ** super-universe --> Sampai berapa lapis universe yang satu
        > membungkus universe yang lainnya? ga ada yang tau pasti. (tapi
mungkin
        > ada yang percaya 7 universe? 7 langit? hehehe.....)
        
        Entah mengapa, penyampaian Anda itu mengingatkan saya pada
integral lipat, yang menjadi 
        dasar pembicaraan mengenai vektor dan tensor. Penggunaan
integral lipat mirip dengan 
        penyelesaian soal sederhana matematika seperti ini:
1:(2+(3x(4:(5x(6:7):8):9))), yaitu 
        dimulai dari dalam.
        
        Dalam majalah Times tahunan silam, William Shatner menyatakan
bahwa pada masa Kapten Kirk, 
        manusia baru memetakan sekitar 30% Bimasakti. Tersiratnya, ia
mengatakan bahwa di luar 
        Bimasakti ada 'lapisan' lain yang menempatkan Bimasakti sebagai
salah satu bagian dalam 
        peta. Apakah 'lapisan' yang -anggaplah- setingkat di atas itu
juga menggunakan sumbu XYZ 
        sebagai dasarnya dalam astrometrika ?
        
        Yang disampaikan di atas tentunya dalam kenyataan kita, yang
sejauh ini masih dapat 
        digambarkan menggunakan persamaan-persamaan matematis. Lalu,
bagaimana kemungkinan 
        mengenai kenyataan lain, yang ruang lingkupnya lebih besar
dibandingkan -misalnya- sumbu XYZ ?
        
        Pertanyaan di atas mengingatkan saya mengenai 13 alam dalam
pemahaman Buddisme. Bung 
        Alidjaja mungkin bisa membantu memberikan arahan dulu, karena
yang saya maksudkan ini 
        adalah "plane", yang berkaitan dengan makna Ada dan Tidak Ada.
Setelah itu, kita bisa 
        melanjutkan pembicaraan yang -memang- menarik ini...
        :-)
        
        Sharif Dayan
        PS: mohon maaf bagi yang mulai mules...;-)
        Sharif Dayan
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke