Sangat menarik sekali analisanya.
ah bisa seru nih....

Bubble Reality memang pernah dikemukakan. Tidak ada yang tau di detik 
awal big bang terjadi. Terciptanya bubble reality merupakan salah satu 
dugaan.
dan alam semesta yang kita tempati ini merupakan salah satu dari bubble itu.

Bagaimana keadaan di dalamnya? (tidak tau) apakah mematuhi hukum fisika 
yang sama? (seharusnya ya).
apakah kita bisa ke sana? Hawking pernah menyinggung worm hole sebagai 
jalan menuju begaian lain universe kita atau universe lain.
Universe lainnya bisa jadi bentuknya sama besar dengan universe kita, 
lebih besar, ataupun jauh lebih kecil.
Mungkin juga ada yang baru saja terbentuk (baby universe) sebagai hasil 
dari singularitas.

Atau mungkin alam pikiran kita mampu menembus batasan universe ini untuk 
pergi ke universe lain?

Satu yang saya sangat yakini adalah bahwa manusia adalah makhluk yang 
mampu berbuat sangat banyak dari apa yang kita sadari sekarang.


Salam,
Eri






Sharif Dayan wrote:
>
> Salam Sejahtera...
>
> Pada Rabu, 30 mei 2007, E r i menulis:
>
> > - Paralel universe. (universe yang berdampingan dengan universe kita)
>
> > ** Kalau paralel universe --> Ada berapa banyak jumlah paralel universe?
> > ga ada yang tau. Mungkin tak berhingga jumlahnya mengingat kemungkinan
> > tek berhingganya arah sejarah reaksi partikel yang terjadi sejak 
> big-bang
>
> Kalau saya tidak salah ingat, Allan Guth -seorang kosmolog- pernah 
> menyatakan bahwa
> meledaknya 'titik tunggal' (singularity point) menghasilkan 
> gelembung-gelembung kenyataam,
> yang tidak terhitung jumlahnya. Saya membaca ini dalam Mekatronika, 
> sebuah majalah
> terbitan Bandung, yang sudah mati tahunan silam. Tampaknya ini yang 
> Anda maksudkan.
>
> Yang menjadi pertanyaan: bagaimana bentuk masing-masing kenyataan itu 
> ? Apakah mereka
> geometris, dalam artian dapat diperikan menggunakan matematika alam 
> kita, ataukah
> dibutuhkan pengetahuan lain sebagai suplemen matematika alam kita ?
>
> Mengenai hubungan, apakah ada yang menghubungkan di antara mereka, 
> ataukah masing-masing
> berdiri tanpa dapat dihubungkan ? Bagaimana cara kenyataan yang satu 
> menerangkan
> keberadaan yang lain ? Ataukah kita sendiri masih belum dapat 
> memerikan mengenai
> keberadaan kita sendiri, khususnya menggunakan matematika ?
>
> Sharif Dayan
>
>  


-- 
Salam,
Eri

tix-oi sak-khet se-veh
("Live Long and Prosper")

Kirim email ke