Setuju, orang kita udah jago-jago kok bikin digital visual effect maupun
animasi 3D. Mungkin SDM yang bagus ini nggak sebanyak di luar sana, tapi
ada. Faktor software dan hardware (yang di luar sana lebih available dan
advanced) juga pasti berpengaruh, tapi bukan yang utama.

 

Yang gue nggak setuju adalah alasan kejar tayang. Sebetulnya bukan masalah
kejar tayangnya, tapi lebih ke budgeting. Di luar negeri pada saat mereka
produksi film (seri maupun layar lebar), udah keitung proyeksi
pendapatannya, yang pastinya memperhitungkan distribusi internasional.
Sementara kalo di sini, bikin sinetron cuma untuk dijual ke satu stasiun TV.
Udah, abis. Paling-paling, kalo nggak jual putus, nanti bisa dijual lagi
rerun-nya ke stasiun lain, tapi harganya udah turun drastis. Artinya itungan
proyeksi pendapatannya juga udah jelas, yaitu udah jelas nggak begitu besar.

 

Proyeksi income yang nggak begitu besar pastinya berakibat pada ditekannya
budget produksi. Padahal betul bahwa bikin effect 10 detik bisa makan waktu
3 minggu. Itu aja itungan Hollwood yang pake komputer spesifikasi tinggi
dengan jumlah yang banyak. Apalagi kalo bikinan sini yang spesifikasinya
biasa dan jumlahnya nggak banyak, bisa-bisa 10 detik kelar dalam 2 bulan
(kalo mau kualitas yang kurang lebih sama). Dalam produksi sinetron, setiap
hari berjalan itu dihitung dengan duit keluar (istilah produser: argonya
jalan terus). Jadi semakin lama sinetron itu diproduksi, semakin mahal
budget produksinya. Akhirnya nanti nggak nutup dengan harga jualnya.

 

Jadi ya begitulah, UUD, ujung-ujungnya duit. Mereka nggak mau bikin efek
yang mahal karena ngejualnya cuma bisa mentok segitu, nggak lebih. Mendingan
bikin sinetron yang kejar tayang. Budget nggak mahal, cepat tayang dan
jumlah episode banyak. Perputaran uang, walaupun nggak terlalu besar, tapi
bergerak dengan cepat. Lebih untung. Gettooo kannn?

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Arlandi Landjono




--- John <protoss_species@ <mailto:protoss_species%40lycos.com> lycos.com>
wrote:

> gimana yah caranya bisa seperti itu?
> 
> apa karena software atau hardware? padahal kalo kita bandingkan dengan
> kualitas special effect di negeri sendiri... [sigh]
> 

pasti alasannya cuma satu
kejar tayang

kalo soal kualitas,
banyak kok artis2 kita yg hasil 3D-nya keren2.
kalo cuma liat hasil rendernya, gak ketauan orang mana. keren!

a.r.l.a.n





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke