Ini mah no contest. Artis dong. Artis itu jutaan per episode. Padahal
pakenya kan minimal 2 (peran utama cowok dan cewek). Biasanya sih pasti
lebih, karena tokoh antagonis juga biasanya pake bintang.

 

Kenapa begitu? Tuntutan dari stasiun TV juga sih. Mereka yang minta pake
bintang. Kalo enggak, nanti susah dijualnya (ke pemasang iklan).
Berkebalikan dari itu, stasiun TV nggak akan minta special effect dibanyakin
atau dibagusin. Karena itu nggak dianggap faktor yang menentukan untuk
jualan. PH mah ngikutin yang mau beli barang mereka aja. Biar lebih gampang
dijual ke TV (dan harga jualnya bisa mahal) ya dipakelah bintang-bintang
yang mahal-mahal. Sementara spesial effect, kalaupun diperluin, ya seadanya
aja. Toh nggak menjadi tuntutan oleh TV.

 

Betul, Lan, kalo 3D animator mau sukses ya cari order di luar, bikinnya di
sini. Kalo untuk pasar lokal sih nggak akan laku deh tenaga mereka. Nggak
tau juga kalo bicara produksi iklan. Mungkin sementara ini 3D animator kita
lebih bergerak di produksi iklan daripada ke sinetron dan film. Soalnya gue
perhatiin kok iklan-iklan yang kayaknya bikinan lokal juga banyak yang pake
animasi 3D yang udah cukup bagus. Atau jangan-jangan yang bagus-bagus itu
juga bukan bikinan lokal? He he he. tau deh!

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Arlandi Landjono

bung Ario, kalau misalnya dibandingin antara budget yg disediakan utk
membayar artis2 dan budget
utk special effect (apa istilahnya ya? post production?) mana yg lebih
besar?






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke