Gue kurang sepaham di sini. Menurut gue sih, Q, walaupun kelihatannya cuma
main2 aja ama manusia, sebenernya mereka juga mempelajari manusia dan
berniat mengajari manusia, walaupun secara terselubung. Kelihatannya sih
para penghuni Q Continuum mempelajari manusia dan ras2 lain di alam semesta
ini hanya dengan mengamati dari jauh. Tapi si Q yang suka jahil ama Picard
dan Enterprise ini memang Q yang nakal dan lebih suka "hands-on" dalam
penelitiannya. Makanya dia suka datang dan "menguji" Picard dengan segala
macam permasalahan yang dia munculkan.

 

Gue ngelihat bukan Q sebagai bangsa yang bisa dibilang "suka mencari
kesenangan, karena bosa dengan segala sesuatu." Sebagai bangsa sih Q nggak
begitu. Cuma si Q yang satu itu aja yang begitu. Dia sebetulnya kagum dengan
ketangguhan dan kegigihan manusia yang di matanya sangat primitif, tapi
nggak mau mengalah pada keadaan dan terus maju menentang segala kendala,
walaupun sepertinya kendala itu melebihi kemampuan mereka untuk
mengatasinya. 

 

Bagaimana mengalahkan Q: sulit untuk dijawab, karena parameternya nggak ada.
Dua spesies yang sangat jauh berbeda kayaknya nggak bisa dibilang dikalahkan
atau mengalahkan. Dalam parameter kita memang kalah itu jelas: luka parah,
mati, pasukan habis, menyerah, dan lain-lain, itu dibilang kalah. Tapi apa
dalam parameter Q juga seperti itu? Contohnya: Misalnya dianggap USS Defiant
berhasil "membunuh" Q dengan segala macam arsenalnya yang dahsyat itu,
mungkin dianggap "menang". Tapi di mata Q mungkin enggak. Mungkin justru
karena mereka "membunuh" Q (yang bagi Q mungkin juga tidak betul-betul mati
seperti dalam persepsi manusia) maka Defiant dianggap "kalah". Kenapa? Ya,
karena alasan2 yang ada dalam persepsi mereka.

 

Susah sih ya jelasinnya. Mungkin analoginya gini: misalnya perusahaan A mau
beli satu set peralatan pabrik. Ketemu supplier dikasih harga mahal. Nego
punya nego akhirnya dapat murah (sampe kalo diitung nalar, si supplier ini
bisa dibilang rugi deh jual dengan harga segitu). Mungkin si perusahaan A
merasa menang. Tapi di balik itu, si supplier merasa menang karena di masa
depan, pabriknya si A harus maintenance di dia terus, karena nggak ada lagi
yang bisa maintain peralatan itu atau punya spare parts untuk peralatan itu.
Sementara untuk ganti peralatan secara menyeluruh nggak mungkin karena
harganya akan jadi mahal lagi. Belakangan si supplier yang bisa ngatur
harga, karena si perusahaan A udah di fait accompli.

 

Mungkin analoginya kurang nyambung kali ya? Cuma intinya, itu sesama manusia
parameter menang-kalah aja masih beda. Apalagi manusia dengan Q yang tahap
evolusinya udah beda.

 

Ario

 

Ps: Ivan, lo perhatiin nggak, pas nge-reply e-mail Eka, tanggal kirim yang
di e-mail Eka jadi 6. syyskuuta 2007. Kenapa bisa gitu? Kayaknya emang ada
yang aneh deh dengan e-mail account lo.

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Alidjaja Ivan
Sent: Thursday, September 06, 2007 1:16 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Sejarah penemuan teknologi (dh: Astronomi
di...)

 

kira2 ngalahin Q itu bgm?

________________________________

From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
[mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com] On Behalf Of Eka Budhiman
Sent: 6. syyskuuta 2007 13:13
To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Sejarah penemuan teknologi (dh:
Astronomi di...)



Q itu bangsa yg dalam dimensi ST sebagai Omnipoten,
maksudnya itu kayak bangsa Super gitu, mereka ngak
terikat ruang dan waktu seperti humanoid kayak kita.
Mereka bisa kemana aja dalam sekejab, ngak perlu
kapal, ngak perlu teknologi ngak perlu apa2. Hampir
kayak Tuhan lah.
Terus bangsa Q (yg semua orang disana namanya juga Q),
itu termasuk bangsa yg suka mencari kesenangan, karena
mereka bosan dengan segala sesuatunya karena semua hal
uda dikerjain, semua hal uda dicoba dan dimakan.
Dan mereka cuman menganggap manusia seperti serangga
doang.
Ngak bakal tertarik utk ngajarin apa2, cuman buat
mainan aja.

Eka





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke