bagaimana mengalahkan ...

1. Gabungan mahluk2: 0 plus Gorgan, The One and (*)
   ( http://en.wikipedia.org/wiki/Star_Trek_The_Q_Continuum )

2. Q-sekampung (Q_Continuum ) > Q-solo-karir
   TNG: Deja-Q
   
3. In the Peter David novel Q-Squared, Trelane is revealed to be a
member of the Q Continuum, with Q being assigned as his mentor. In the
book, Trelane is able to tap into "The Heart of The Storm," the
theoretical and literal center of the universe, where chaos exists;
doing so gives Trelane more power than the entire Continuum, allowing
him to close it off and play with the universe as he pleases. Trelane
then manipulates three different tracks of the Enterprise-D timeline,
with the ultimate goal of the experiment being the merging of all
parallel timelines and the destruction of the multiverse order.
Captain Picard, with the help of Q, manages to stop Trelane, though
the experience reduces Trelane to a speck of his former existence.

4. M Continuum (miror nya Q continuum)
   ( http://en.wikipedia.org/wiki/M_Continuum )

5. author/penulis

--- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Gue kurang sepaham di sini. Menurut gue sih, Q, walaupun
kelihatannya cuma
> main2 aja ama manusia, sebenernya mereka juga mempelajari manusia dan
> berniat mengajari manusia, walaupun secara terselubung. Kelihatannya sih
> para penghuni Q Continuum mempelajari manusia dan ras2 lain di alam
semesta
> ini hanya dengan mengamati dari jauh. Tapi si Q yang suka jahil ama
Picard
> dan Enterprise ini memang Q yang nakal dan lebih suka "hands-on" dalam
> penelitiannya. Makanya dia suka datang dan "menguji" Picard dengan
segala
> macam permasalahan yang dia munculkan.
> 
>  
> 
> Gue ngelihat bukan Q sebagai bangsa yang bisa dibilang "suka mencari
> kesenangan, karena bosa dengan segala sesuatu." Sebagai bangsa sih Q
nggak
> begitu. Cuma si Q yang satu itu aja yang begitu. Dia sebetulnya
kagum dengan
> ketangguhan dan kegigihan manusia yang di matanya sangat primitif, tapi
> nggak mau mengalah pada keadaan dan terus maju menentang segala kendala,
> walaupun sepertinya kendala itu melebihi kemampuan mereka untuk
> mengatasinya. 
> 
>  
> 
> Bagaimana mengalahkan Q: sulit untuk dijawab, karena parameternya
nggak ada.
> Dua spesies yang sangat jauh berbeda kayaknya nggak bisa dibilang
dikalahkan
> atau mengalahkan. Dalam parameter kita memang kalah itu jelas: luka
parah,
> mati, pasukan habis, menyerah, dan lain-lain, itu dibilang kalah.
Tapi apa
> dalam parameter Q juga seperti itu? Contohnya: Misalnya dianggap USS
Defiant
> berhasil "membunuh" Q dengan segala macam arsenalnya yang dahsyat itu,
> mungkin dianggap "menang". Tapi di mata Q mungkin enggak. Mungkin justru
> karena mereka "membunuh" Q (yang bagi Q mungkin juga tidak
betul-betul mati
> seperti dalam persepsi manusia) maka Defiant dianggap "kalah".
Kenapa? Ya,
> karena alasan2 yang ada dalam persepsi mereka.
> 
>  
> 
> Susah sih ya jelasinnya. Mungkin analoginya gini: misalnya
perusahaan A mau
> beli satu set peralatan pabrik. Ketemu supplier dikasih harga mahal.
Nego
> punya nego akhirnya dapat murah (sampe kalo diitung nalar, si
supplier ini
> bisa dibilang rugi deh jual dengan harga segitu). Mungkin si
perusahaan A
> merasa menang. Tapi di balik itu, si supplier merasa menang karena
di masa
> depan, pabriknya si A harus maintenance di dia terus, karena nggak
ada lagi
> yang bisa maintain peralatan itu atau punya spare parts untuk
peralatan itu.
> Sementara untuk ganti peralatan secara menyeluruh nggak mungkin karena
> harganya akan jadi mahal lagi. Belakangan si supplier yang bisa ngatur
> harga, karena si perusahaan A udah di fait accompli.
> 
>  
> 
> Mungkin analoginya kurang nyambung kali ya? Cuma intinya, itu sesama
manusia
> parameter menang-kalah aja masih beda. Apalagi manusia dengan Q yang
tahap
> evolusinya udah beda.
> 
>  
> 
> Ario
> 
>  
> 
> Ps: Ivan, lo perhatiin nggak, pas nge-reply e-mail Eka, tanggal
kirim yang
> di e-mail Eka jadi 6. syyskuuta 2007. Kenapa bisa gitu? Kayaknya
emang ada
> yang aneh deh dengan e-mail account lo.
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of Alidjaja Ivan
> Sent: Thursday, September 06, 2007 1:16 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [Indo-StarTrek] Sejarah penemuan teknologi (dh: Astronomi
> di...)
> 
>  
> 
> kira2 ngalahin Q itu bgm?
> 
> ________________________________
> 
> From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com
> [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com] On Behalf Of Eka Budhiman
> Sent: 6. syyskuuta 2007 13:13
> To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
> Subject: RE: [Indo-StarTrek] Sejarah penemuan teknologi (dh:
> Astronomi di...)
> 
> 
> 
> Q itu bangsa yg dalam dimensi ST sebagai Omnipoten,
> maksudnya itu kayak bangsa Super gitu, mereka ngak
> terikat ruang dan waktu seperti humanoid kayak kita.
> Mereka bisa kemana aja dalam sekejab, ngak perlu
> kapal, ngak perlu teknologi ngak perlu apa2. Hampir
> kayak Tuhan lah.
> Terus bangsa Q (yg semua orang disana namanya juga Q),
> itu termasuk bangsa yg suka mencari kesenangan, karena
> mereka bosan dengan segala sesuatunya karena semua hal
> uda dikerjain, semua hal uda dicoba dan dimakan.
> Dan mereka cuman menganggap manusia seperti serangga
> doang.
> Ngak bakal tertarik utk ngajarin apa2, cuman buat
> mainan aja.
> 
> Eka
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke