--- Djony Siswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kalo punya replikator, restoran dan koki ngga laku yah..he..he, semua > orang bisa buat makanan/minuman dari kaki 5 sampai bintang 5
kayaknya gak juga, buktinya restoran bapaknya sisko masih laku > Bagaimana dengan Solar Wind apakah masih bisa diexplore lebih lagi, > mungkin agak > susah kali ya soalnya jarak 1 bintang ( matahari ) ke lainnya jauh > banget ntar kapalnya Solar Sail pernah beberapa kali diujicoba. tapi hasilnya masih jauh dari tahap 0.1 bahan utk "layar"nya aja masih susah dipakai "The best known material is thought to be a thin mesh of aluminium with holes less than ½ the wavelength of most light. Nanometre-sized "antennas" would emit heat energy as infrared. Although samples have been created, it is too fragile to unfold or unroll with known technology." http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_sail it will be quite an interesting way to explore the planets. kebayang: gue mo jalan2 ke mars, rute yg gue tempuh adalah: 1. dari kebun jeruk naek mrt bertenaga listrik ke ancol. 2. dari ancol naik hipersonic underwater train ke biak. 3. beli karcis space-elevator di biak utk naik ke Docking Station Earth 1 di orbit geosynchronous. 4. di DSE1, gue tinggal naik ke kapal shuttle yg melayani orbital station - Outside Earth Stations pp. 5. sampai di Outside Earth Stations, gue tinggal mencari kapal solar-sail gue yg ditambatkan di mooring #13. 6. and i'm off to mars... cuma kecepatannya maksimalnya seperti apa ya? mana yg lebih cepat antara solar-sail dan ion-engine? a.r.l.a.n ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
