Hi,

 

 

Pertama,

Buat Ivan, Bukan gw yang buat teori. Gw Cuma baca. 

 

Kedua,

Di sini masih ga ada yangn emosi kok.

 

Ario, walaupun gw ga pernah bertemu dia, tapi kita sering berdebat kusir di
milis ini, jadi gw sedikit banyak tau bahwa Ario is a mature and wise
person. Nothing is personal.

Ivan, gw pernah bertemu bapak yang satu ini. Pandangannya luas dan radikal.
Mentalnya telah teruji untuk tidak memancing dan terpancing emosi.

Arlandi, hehehe.. dia mah jangan ditanya lagi. Dia sohib yang bijaksana.
Palingan dia Cuma cengar-cengir melihat kita berdebat kusir.

Iful, hehe.. petuahnya selalu manjur dan kata-katanya bijaksana. So he is
very OK.

Siapa lagi? Hehehe,.. kita ini seperti keluarga ya.

 

Ketiga,

Pesan dari gw Cuma, mohon diingat disini ada member2 yang mungkin belum
saling mengenal masing2 terlalu jauh. Jadi, sebaiknya kata-demi-kata yang
ditulis harap diperhatikan.

 

Keempat,

Menurut pendapat gw, yang diciptakan tidak mungkin melebihi kemampuan yang
menciptakan.

Jai gw ga pernah khawatir bahwa gw akan mempertanyakan kebenaran Tuhan.

Kalaupun kita menemukan "Blank", berarti Tuhan berada di -luar itu.

Justru menurut gw, pencarian Tuahn melalui fisika / sains adalah hal yang
mulia.

Ini pendapat gw pribadi. Bagi yang tidak setuju, gw ga bisa mendebatnya. 

 

Kelima,

Apakah titik awal penciptaan?

Hawking pernah berpendapat bahwa "Big Bang" adalah peristiwa pencipataan.

Kemudian String/M-Theory menggagaskan bahwa kemungkinan kita hidup di
braneworlds

 

Ivan pernah bertanya, darimana asal energi?

Menurut gw sih, energi suatu saat di masa lalu, "diciptakan".

Kapan itu? Ya ga ada yang tau. Mungkin saat Big Bang.

Mungkin Big Bang adalah sebuah titik pencipataan 11 dimensi ruang-waktu.

 

Keenam,

Jangan berhenti dulu, di email gw selanjutnya nanti gw akan coba share satu
hal menarik lagi.

M-Theory. M untuk "Membrane" atau untuk "Matrix" ?

String/M-Theory saat ini meragukan ruang-waktu sebagai suatu yang
fundamental.

Dugaan terakhir mereka adalah bahwa ada yang jauh lebih fundamental lagi
dari ruang dan waktu.

Atau boleh gw ganti kalimatnya menjadi lebih mudah, yaitu, ruang dan waktu
-pun exist diatas sesuatu.

 

 

Tambah Mules? hehehe

 

Salam,

Eri

 

 

 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke