Sangat disayangkan pembahasan agak terasa moot/hambar mengingat salah satu
peserta aktif diskusi yang langsung terlibat lagi off sesaat. Sementara
member yang memicu terjadinya pembahasan ini dengan gaya penulisannya yang
****** itu pun sepertinya merupakan member yang non aktif dan sekarang tidak
lagi terlihat batang hidungnya (atau batang spacebar-nya lebih tepatnya?)
Tapi yaaah, kali aja member lain walaupun nggak aktif terlibat di thread ini
masih baca.

 

--> You sound however like you have lost interest...?

Fascinating. Although you don't actually "sound" when communicating via
e-mail, you do "sound". Di sinilah writing style berperan. Kalo kita
menginginkannya, akan terasa kok bagaimana perasaan kita saat melakukan
komunikasi tertulis. Tertuang dalam tulisan kita. kadang, pada saat tertentu
(atau pada orang tertentu) bukan masalah menginginkan atau enggak, tapi
secara otomatis selalu terasa bagaimana perasaannya saat melakukan
komunikasi tertulis.

 

Kalau writing style penting dalam penyampaian komunikasi, maka menurut gue,
memberi opini/masukan pada writing style seseorang sah-sah aja. Bukankah
perbaikan cara menulis bertujuan pada komunikasi yang lebih baik dan nyaman
bagi semua member? Bahwa pada akhirnya yang diberi masukan mau mengikuti
atau tidak ya itu sih terserah pada orang masing-masing. Namanya juga
masukan. :-D

 

Ario

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of warbird692001



 

Ah see... if you asked this way in the first place, I could have given
you answers in relation with the ancient India cultures. 

You sound however like you have lost interest...?

Salam,
Indie






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke