Bukan mau sok pinter, tapi dalam menjawab pertanyaan ini, ada elaborasi yang cukup panjang yang harus disampaikan. Semoga nggak bikin bosen. Dan gue jamin Abrams jauh lebih pinter dari gue soal ini.
Sebetulnya bicara action itu lebih daripada sekadar perang, tembak menembak, maupun adu jotos. Tetapi ada karakter action, ada integrasi action dalam cerita, ada koreografi, dan lain-lain. Kalau diperhatiin sih, semua action ya sama aja, begitu semua. Berantem ya berantem, pukul-pukulan, tendang-tendangan. Baku tembak ya baku tembak, kebut-kebutan ya kebut-kebutan, tabrakan ya tabrakan. Tapi kenapa Die Hard seru, kenapa Transformers seru, kenapa Casino Royale seru, kenapa Star Trek enggak seru? First Contact yang paling seru pun menurut gue action-nya marginal. Coba kita lihat evolusi film-film James Bond. Zaman Sean Connery udah dianggap seru banget pada masanya. Oleh kita dianggap jadul. Kita lebih suka action-nya Roger Moore. Tapi setelah nonton Tomorrow Never Dies dan Die Another Day, James Bond zaman Roger Moore pun kita anggap biasa action-nya. Awalnya evolusi terjadi pada sisi koreografi di mana gerakan-gerakan perkelahian maupun atraksi mobil semakin lama semakin fantastis. Dari mobil yang menyeberangi jembatan yang putus sambil berputar (sambil ada efek suara: ciuuuuttttt) sampai ke motor dikejar blade helikopter. Tapi kalo kita perhatiin antara film-filmnya Brosnan dengan Casino Royale (yang merupakan upaya re-boot untuk franchise James Bond, seperti halnya Star Trek XI merupakan upaya re-boot franchise Star Trek) action bukan sekadar berubah di koreografi, tetapi juga di karakter action-nya. Kalo Brosnan meng-eject jok penumpangnya untuk membalikkan mobilnya kembali ke posisi normal (yang tadinya merosot terbalik dengan atap di jalanan) sambil tersenyum (dan banyak hal-hal lain dia lakukan sambil tersenyum), tidak demikian dengan Craig. James Bond versi Craig ini melakukan action dengan karakter yang lebih realistis. Dia berantem betul-betul untuk survival. If he doesn't kill then he gets killed. Dan di ekspresi wajahnya pun terlihat seperti itu. Tidak seperti Brosnan yang (seakan-akan) tahu sebagai jagoan, dia nggak akan mati. Begitu juga action mobilnya, yang pada film-film James Bond terdahulu sudah fantastis dan terus berkembang semakin fantastis, dalam Casino Royale juga breathtaking. Tapi kelihatan perbedaan karakter action-nya. Kalau pada film-film Moore dan Brosnan dilakukan dengan setengah becanda dan penuh percaya diri akan kemampuannya, Craig melakukannya dengan ekspresi penuh kepanikan (seakan dalam hati dia bilang, "Mampus gue!") Begitu juga hasil akhir, di mana pada film-film Bond terdahulu action mobil selalu berakhir dengan kemenangan Bond, maka di Casino Royale, action mobil yang breathtaking ini mengakibatkan tertangkapnya Bond. Bukan berniat menjelekkan Pierce Brosnan maupun film-film James Bond masa dia. In fact, he's one of my favorite actors. Cuma mau menunjukkan aja bahwa karakter action itu berbeda-beda. Ada yang fantasi, Ada yang realistis. Semakin ke sini kelihatannya orang maunya bikin semakin realistis. Bahkan dalam film-film sci-fi seperti Battlestar Galactica. Ini juga tidak berarti menyatakan action fantasi itu lebih jelek daripada action realistis. Setiap jenis ada kelebihan masing-masing. Apa ada yang mau bilang action di Face/Off atau Mission: Impossible itu jelek? Walaupun lebih ke arah fantasi dan tidak terlalu realistis, tapi John Woo lebih mengejar keindahan gambar dan itu bagus-bagus aja. Di film John Woo, mantel yang berkibar sambil jagoannya mencabut pistol atau mengokang shotgun sudah menjadi gambar action yang menggugah detak jantung penonton. Itu baru koreografi dan karakter action. Belum bicara integrasi action dalam cerita. Kalau masih ingat film Speed, kenapa kita merasa film itu seru? Karena detik demi detik berlalu di mana kita selalu merasa nyawa orang tak bersalah (baik para polisi, korban di lift maupun di bus) terancam bahaya. Memang nggak setiap detik ada adegan action, tetapi setiap detik bahaya terus mengancam, dan bahaya ini betul-betul terasa riil bagi penonton. 300 juga mengintegrasikan action dalam cerita. Dari awal kita sudah diberi gambaran bahwa hidup King Leonidas adalah action. Masih banyak faktor-faktor lain yang mendefinisikan "action" dalam film, seperti misalnya angle kamera, editing, sound design, dan lain-lain yang terlalu teknis dan terlalu panjang untuk dibahas di sini. Tapi semua itu memang tidak pernah diinkorporasikan oleh Star Trek ke dalam film-filmnya, karena memang bagi mereka ya action hanya menjadi bumbu dari main menu science dan exploration. Intinya, dan kembali ke pertanyaan, jangan takut. Kalau Abrams memang mau mengentalkan bumbu action, atau malah menjadikannya main menu (di luar dari setuju atau tidaknya para member dan long time fans pada ide ini), banyak cara yang bisa dia ambil untuk melakukan itu dengan baik dan benar, sehingga film Star Trek XI akan menjadi film action yang bagus. Abrams tidak akan terpaku pada pertempuran kapal bintang di ruang vacuum atau baku tembak phaser. Dan kalau betul Star Trek XI ditujukan untuk re-boot franchise Star Trek, sepertinya sih dia akan melakukan ini, mengintegrasikan faktor-faktor yang disebutkan di atas itu untuk mendapatkan karakter yang benar-benar baru dari film Star Trek. IMHO kayak gettooo... Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Motosuwa Hideki Gimana ya caranya bikin action di ST? Kan cuma perang2 photon torpedos yang ga begitu banyak actionnya ^^; Beda dengan SW yang pake pesawat kecil2 buat perang. Apa harus dengan melibatkan begitu banyak armada Starfleet sampai menghasilkan begitu banyak debris di angkasa? [Non-text portions of this message have been removed]
