Jumlah kamera tergantung kreativitas sutradara (dan budget kali ya? He he he...) Inget adegan slow motion dengan gerakan kamera memutari Keanu Reeves saat dia menghindari peluru dalam film The Matrix? Sebagian besar pasti udah pada tahu bahwa saat suting, mereka pake puluhan (sekitar 30? Lupa persisnya) kamera yang mengelilingi Keanu hanya untuk satu shot itu saja. Tapi hasilnya juga amazing kan? Ada upaya ada hasillah.
Bicara extra features, lihat para bintang itu layaklah dapat segitunya riches and fame. Kerjanya juga setengah mati. Gimana Brandon Routh masih kurus kering waktu pertama ketemu Bryan Singer, sampai akhirnya (yang kita lihat di layar) badannya segede gaban gitu dalam perannya sebagai Superman. Gimana dia mensimulasikan gerakan terbang di kolam renang, berulang-ulang. Gimana latihannya para aktor pada koreografi perkelahian, salah-salah sampai kena pukul beneran. Apalagi kalo adegan pedang, di mana pas latihannya nggak keitung itu tangan kepentung pedang kayu. Balik ke Star Trek, iya sih kayaknya setelah gue pikir-pikir, masalahnya bukan action-nya dibanyakin atau menghilangkan sisi science dan exploration atau apalah. Tapi gaya bertutur dalam film-film Star Trek selama ini udah ketinggalan zaman. Pace yang cepat sudah merupakan kewajiban. Tidak ada lagi itu gaya Generations, Insurrection atau Nemesis, atau (apalagi) The Motion Picture dan The Final Frontier yang begitu dragging. Jadul tapi cinta sih oke-oke aja. Tapi itu hanya berhasil pada zamannya. Kalau mau membangkitkan kembali gairah penggemar lama Star Trek dan merebut penggemar baru, pace harus cepat. Dan pace cepat ini tidak bergantung pada action atau tidak action. Drama pun pace-nya bisa cepat. Selain pace, lebih mendekatkan ke realita juga penting. Entah kenapa, paling enggak bagi gue pribadi, muncul nuansa seakan-akan Kirk dan Picard itu "dewa" yang tak terkalahkan. Emang ada sih ancaman. Tapi enggak terasa betul-betul fatal gitu. Seakan, apa pun yang terjadi, pasti bisa mereka atasi. Sekarang udah nggak boleh lagi kayak gitu. Harus dibikin seperti Casino Royale gitu di mana "if I don't kill then I'll get killed." Harus bener-bener kelihatan usaha keringat dan darahnya (yang kalo kita perhatiin, kapan coba kita lihat Kirk atau Picard atau Riker berdarah?) Spider-Man kayaknya bonyok-bonyok terus di ketiga filmnya. He he he... Gue gak bisa jelasin dengan baik untuk sisi yang satu ini, tapi begitulah. Selain itu pastinya faktor-faktor pendukung lainnya yang sifatnya teknis pasti dibutuhkan dan memang harus lebih diperhatikan (di mana di film-film sebelumnya juga belum dioptimalkan menurut gue, mungkin terkait dengan budget yang terbatas juga kali). Tapi ya seperti Indie bilang, dengan keberanian Paramount meng-hire Abrams kelihatannya sih arahnya udah menjanjikan. Let's just see what he can do. Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of warbird692001 Pasti hobby nonton extra features nya dvd nih... ha ha ha... Tapi betul kata lu. Action scene banyak factor pendukung nya. Walaupun choreographer nya secanggih Jacky Chan atau Yuen Wo Ping tapi kalau gambar diambil dari angle yang salah juga akan keliatan pura2. Perlu berapa kamera untuk menangkap satu action scene? [Non-text portions of this message have been removed]
