Salam Sejahtera...

Pada Senin, 22 Oktober 2007, Alidjaja Ivan menulis:

> apa bener milis kita ini adalah milis yg very very serious....? ??

Walau saya pada umumnya bertulis dalam ragam resmi -wuaduh, gayanya ! 
:-)- itu tidak mengartikan saya sebagai orang yang 
sangat-sangat-sangat-serius. Saya serius pada waktu dan tempat yang saya 
anggap harus demikian. Belum tentu anggapan saya ini harus sama dengan 
orang lain.

Masalah usil-mengusili, ganggu-mengganggu, itu merupakan bagian upaya 
untuk mendekatkan diri pada orang lain. Kalau pun 'sasaran' merasa 
kelewatan, maka sekiranya ia berwelas asih serta -walau berkesan 
sombong- menganggap taraf adab orang yang berkelewatan itu rendah 
dibandingkan dirinya, maka seyogyanya ia memberikan teguran halus namun 
tegas. Bersikap rekatif dan dengan serta merta menghardik justru akan 
menimbulkan hal yang melukai kedua pihak.

Dalam bergaul, kepandaian bukan merupakan hal utama. Yang membawa 
manfaat adalah saling berbagi: yang merasa lebih membagikannya pada yang 
dianggap kurang. Dengan demikian masing-masing mendapatkan keuntungan 
dari lingkungan pergaulan itu.

Yang mungkin perlu digarisbawahi, kita hidup bukan di dalam filem, 
melainkan di alam nyata. Tidak ada kesempurnaan pada masing-masing dunia 
itu. Dalam hal itu, kita membicarakan ST bukan karena ia bernilai 
Sempurna, melainkan karena ia dianggap membawakan hal yang meningkatkan 
taraf adab kita masing-masing.

Saya pernah 'dikeroyok' dalam suatu milis yang menyandang nama ST. 
Karena saya kenal dengan pemeliharanya, yang mengundang saya masuk, maka 
saya menyatakan keluar agar tidak merusak hubungan teman saya itu dengan 
para 'pengeroyok'. Beras rasanya meninggalkan milis itu, karena 
pembicaraannya mengasyikkan. Namun setelah 'dihajar' tanpa ampun, seakan 
mereka tidak mengenal ST, maka saya kehilangan minat untuk terus berada 
bersama mereka.

Walau saya marah dengan perlakukan yang saya nilai kurang beradab 
tersebut, namun ketika suatu saat saya bertemu dengan salah seorang di 
antara mereka dalam suatu milis, saya tidak melakukan hal serupa seperti 
yang telah ia dan teman-temannya lakukan pada saya.

Makanya saya geli, ketika masih saja ada orang yang merasa berhak 
mengadili orang lain, padahal hal sejenis pernah dilakukannya pada orang 
lain. Saya pun pernah berperan sejelek itu. Tidak malu saya ungkapkan 
hal itu, karena demikianlah hakikat saya sebagai makhluk yang tidak 
sempurna. Terima Kasih pada -antara lain- ST, yang sudah membantu saya 
mempelajari banyak hal mengenai hubungan antarmakhluk...

capppppphheeee deeee....
:-)


Sharif Dayan
di Palembang

Kirim email ke