Sebetulnya gue sih udah males ngomongin ini tapi ya gimana...

Gue sih gak peduli motif apa dibalik itu. Gue bukan polisi, bukan
detective yang melihat motif orang berbuat suatu tindakan yang
merugikan orang lain. Yang gue peduli adalah masalah harassment yang
ditujukan dengan sengaja ke gue. Mau itu jokes atau apapun hal itu
dilakukan dengan kesadaran penuh. 

Di negara kita juga gak main2 koq ada hukum nya untuk hal2 kaya gini
dan bisa dituntut ke pengadilan dan pasalnya yang paling senang
digunakan oleh pengacara. MN sudah bisa dijerat pasal tindakan
"perbuatan tidak menyenangkan". 

So, I will not forget.. I can only try to forgive. For now, even that
is still hard to do, but they say that time will heal...

Thank you for your re-assurance, however not everybody is as
respectful as you are. I'm still concern about it being kept as an
archive for everyone to read. 

Salam,
Indie


--- In [email protected], "J" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya kira motifnya dia ya joke itu tadi. dengan tidak bermaksud
> membela siapa2, saya harap dengan mengingat motif apa seseorang
> melakukan itu, anda dapat lebih memandang persoalan ini sebagai
> ketidaksengajaan daripada kesengajaan.
> 
> satu hal lagi: saya tidak membaca cIndie sebagai si Indie [untuk
> pemberitahuan aza, semoga anda tidak terlalu khawatir dengan orang
> lain [orang baru di milis ini] yang membaca joke itu.]


Kirim email ke