Kt ngomongin Butterfly Effect yg ke 1 atau ke 2?
Kl soal 'time travel' macam gini, Eri jagoannya *ngacir*
--
Kl di film BE, sepertinya ini bkn mesin waktu, tetapi 'rift' (memakai
istilah yg dipakai di Flash Gordon)
--
________________________________
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Hadi Patronussto
Sent: 5. joulukuuta 2007 2:08
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Butterfly Effect
Wah, saya suka film Butterfly Effect. Plot-nya benar-benar
cerdas.
Hmm, ada yg mengganjal sih, apakah kisah hidup di Aston Kutcher
di Butterfly
Effect sama seperti Picard di Tapestry? Satu pilihan kecil
berdampak besar
bagi kehidupan? Apakah itu kejadian nyata? Cuma khayalan di
kepala? Atau
perjalanan pakai mesin waktu?
Dan Q-pun bersabda: "The Jean Luc Picard, who never fought the
Nausicaan,
never realized how fragile life is or how important each moment
must be...He
never led the away team in Orion Three to rescue the ambassador,
or take
charge of the Stargazer's bridge when its captain was
killed...never seizing
the opportunities that presented themselves...He has learned to
play it
safe...and he never, ever got noticed by anyone, and nobody
offered him to
command."
~HP
On 12/3/07, J <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:protoss_species%40lycos.com> > wrote:
>
> Numpang lewat...
>
> setuju dengan mr.ivan, yang bagus tuh yang bisa membuat kita
> menduga-duga sepanjang film. dengan kata lain, bisa melibatkan
> penonton ke konflik dalam cerita film. ada yang pernah liat
butterfly
> effect? gw liat nya di TV pas agak di tengah2 gitu, awalnya ga
minat,
> tapi lama2 gw terlibat diskusi dengan teman gw bagaimana
endingnya..
>
> tentang visual effect tuh udah wajib hukumnya. ok, mungkin ada
juga
> yang ga terlalu mementingkan ini, tapi untuk sci-fi tanpa
visual
> effect rasanya seperti bakso tanpa kuah. bisa tetap dimakan,
tapi
> seret di tenggorokan... hehehehh
>
> terakhir, alur ceritanya mestinya berimbang, pelan & cepat
> berselang-seling, jangan seperti deep impact... sepanjang film
rasanya
> pelannnn... menunggu komet jatuh.
>
> --- In [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
<indo-startrek%40yahoogroups.com>,
> "Budiss" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Menurut saya harus punya cerita yang kuat dan bagus, casting
yang
> > bagus, akurat dan masuk akal.
> > Dan untuk film sci-fi juga harus dibantu dengan tehnik
animasi digital
> > yang canggih.
> > Ada bumbu romansa dan sex yang cukup, tidak berlebihan.
> > Lalu pemain utama dan pendukungnya cantik dan ganteng, latar
> > belakang film nya yang masuk akal dan indah2. Seperti kalau
di ST
> > saat di Rissa ya ada pemandangannya yang indah.
> >
> > Salam,
> > Budiss.
> > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > On 03/12/2007 at 14:35 Alidjaja Ivan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> >
> > > bagus itu relatif...
> > >
> > > selama bisa membuat penonton menduga2....dan selalu
membuat kurva
> > > 'keingintahuan' penonton 'menanjak'
> > > dan tidak turun, saya bisa bilang serial itu bagus...
> > >
> > > kl utk serial ST, yg jelas, faktor artis cakep dan
ganteng,d an kl
> bisa
> > > 'seksi'...itu perlu...(buat cuci mata),
> > > tetapi yg lebih penting 'karakter' tiap pemain di situ...
> > >
> > > kl utk ST, faktor kecanggihan animasi jg penting...
> > >
> > > ________________________________
> > >
> > > On 03/12/2007 at 14:31 Erianto Rachman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >
> > > Hi,
> > >
> > > Karena cukup sering kita mengkritik beberapa serial TV
baik yang
> > > lama maupun yang baru, saya jadi pingin Tanya nih.
> > >
> > > Menurut teman2, untuk mendapat kan kategori serial yang
bagus
> > > itu syaratnya bagaimana?
> > >
> > > Atau pertanyaannya saya ubah menjadi; apa yang dibutuhkan
seuatu
> > > serial TV untuk bisa bertahan lama?
> > >
> > > Ceritanya? Yang bagaimana itu?
> > > Casting? Yang bagaimana?
> > > Dll?
> > >
> > > Dan kalau ST mau dibuat serial barunya, bagaiman
syaratnya?
> > >
> > > Salam,
> > > Eri
> >
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]