Salam Sejahtera...

Pada Selasa, 18 Desember 2007, Alidjaja Ivan menulis:

> hehehe...eyang bisa aja...

<waaaa... 'pasaran' jatuh ni ... dulu "Bung", sekarang "Eyang" ;-)>


> bentuk lama, tapi jeroan baru...; )

Hmmm... kenapa seri NCC 1701 bentuknya mirip satu dengan lainnya ? 
Apakah selama ratusan tahun bentuk seperti itu yang paling baik ?


> Sepertinya astronomi itu bisa jadi hobi yg menarik..
> Hm...di sini ada yg hobi astronomi selain Capt. Sharif?

Astronomi sebenarnya ilmu 'kering', karena kentalnya warna matematika 
dan fisika di dalamnya. Ia menjadi menarik ketika berada pada 'tangan' 
para peminat yang mengembangkan daya khayalnya tentang apa berada di 
mana, serta kenapa ia menjadi bagaimana dan kapan ia menjadi siapa.

Di depan rumah saya, ada sebuah jalan kecil selebar 3-an meter. Di tepi 
sebelah sana tumbuhlah sebuah Pohon Murbei, yang daunnya menjadi makanan 
ulat sutera. Anak-anak dari kampung di dekat tempat saya sering 
bergelayutan pada cabang dan dahannya yang kuat. Pada musimnya, mereka 
menikmati buahnya, yang berwarna merah kehitaman sebesar jengkalan 
kelingking, yang asam manis rasanya. Pohon itu belum pernah mereka lihat 
selama ini, mungkin sumur usia mereka, juga berlaku pada para penduduknya.

Pohon itu asalanya dari halaman sempit rumah saya. Ia sempat tinggal 
bersama kami sekian tahun, sebelum saya pangkas habis dan bongkar sampai 
ke akarnya. Sebabnya adalah karena akar tunjangnya mulai merasuk ke 
bawah lantai beranda. Tidak lama lagi ia akan membongkar beranda, 
seperti yang pernah dilakukan induknya, sekitar 25 km dari tempat yang 
sekarang.

Ya, Pohon Murbei itu saya bawa dari Sungai Gerong, tempat saya 
dilahirkan. Ia saya tanam pada dua tempat: di dekat dapur dan di dekat 
jalan masuk ke rumah. Saya mendapatkan mereka dari suatu tempat di 
sekitar rumah lama saya itu, dalam radius 1 km. Lalu, apa yang menarik 
melalui cerita ini ?

Sebagian di antara kita pasti pernah mendengar ungkapan, yang kira-kira 
demikian bunyinya, "Kehidupan akan menemukan cara untuk menghadirkan 
dirinya". Ada yang tahu, mengenai siapa yang pernah menyatakan itu ?

Semula, pohon tersebut berada pada suatu tempat. Kemudian ia dipindahkan 
ke tempat lain, lalu akhirnya dipotongpotong dan dibuang. Namun ia 
kemudian dapat sendiri menanamkan akarnya pada tempat buangan, lalu 
hidup merimbun !

Demikian saya memandang Astronomi. Kita berpikirpikir, mengenai 
bagaimana kehidupan dapat terjadi di Bumi, menghasilkan kesadaran untuk 
mewariskan kesadaran dirinya, dari generasi ke generasi berikutnya. Kita 
menjadi bagian pewarisan itu.

Sekarang, dapatkah kita percaya, bahwa kitalah, setidaknya sampai dengan 
saat ini, bahwa satusatunya makhluk berakal hanyalah Manusia ? Maukah 
kita mempertimbangkan, bahwa Manusialah yang menjadi makhluk pertama di 
alam ini, sebelum ia berbiak dan mengisi segenap penjuru alam ini ?

Itulah Astronomi...


Sharif Dayan
di Palembang

Kirim email ke