Sebenarnya kata 'khawatir' itu hanya ungkapan saja. Jadi maksud saya
adalah, teknologi yg kita
lihat dan di display ke publik dan dpt diakses oleh publik adalah
teknologi 50 tahun yg lalu.
 
Saya berpikir, bahwa sudah saatnya, kita tidak tertinggal terlalu jauh
dari negara2 maju. Harus ada
percepatan dlm segala hal. Negara2 maju menerapkan sistem 'trial and
error' utk sampai ke titik teknologi
saat ini. Mengapa kita harus trial dan error juga? Bknkah lebih baik
jika kita 'loncat' ke depan?
 
Saya pikir, Pusat Antariksa Biak itu hanya stepping stone bagi kita utk
mengembangkan teknologi yg lebih canggih lagi.
 
--
 
IS
 



________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: 9. tammikuuta 2008 1:38
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Nilai2 Star Trek
        
        

        Salam Sejahtera...
        
        Pada Senin, 7 Januari 2008, Alidjaja Ivan menulis:
        
        > Yg saya khawatirkan adalah apa yg diijinkan utk ditampilkan di
'Race to
        > Space' itu
        
        Kenapa kita musti khawatir ? Tugas kita sekarang adalah
menyiapkan jalan 
        bagi para keturunan kita, sehingga tugas mereka akan lebih
ringan. 
        Bangsa ini bisa melahirkan perintis semacam Jonathan Archer,
yang 
        berangkat dari angan-angan, per aspera ad astra !
        
        > Jadi teknologi2 yg sekarang diketahui oleh khalayak ramai
seperti
        > stealth, space program,
        > dsb. itu merupakan teknologi 50 tahun yg lalu.
        
        Biarkan itu menjadi PR bagi keturunan kita untuk mencari
terobosan. 
        Jadi, mari kita giatkan kecintaan pada keangkasaluaran ! Tahun
2008 ini 
        bisa dikaitkan dengan 80 Tahun Sumpah Pemuda, 100 Tahun
Kebangkitan 
        Nasional ! Ayo, teman-teman !
        
        > --
        > 
        > Ttg TB dan AI:
        > 
        > diteruskan:
        > 
        > setelah TB bilang : TB: Oom, mending turun di sini ajah
<sewot>
        > 
        > AI bilang: Acknowledge, down to impulse ...gw turun di sini
aja deh...
        
        AI: satu lagi Bang, bajaj Abang musti diapgreid...ndak ada 
        transporternya, sattel juga kagak ade... kuno Bang... KUNO !
        
        TB: *&%#!!!% <ingat parang yang ada di dapur rumah>
        
        ;-)
        
        Sharif Dayan
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke