Sorry bagi yang kurang menyenangi aspek tehnis di komputer. Untuk play film HD (High Definition) dengan enak, kekuatan prosesor sangat berperan. Apalagi kalau prosesor VGA (GPU) kurang berperan. Untuk film2 HD jenis container mpg/mpeg/ts kalau s/w player nya memakai software Cyberlink PowerDVD v7.3 BD (sebelum versi 7.3.3516), dengan prosesor P4 2Ghz dan memory 512MB saja sudah bagus dan tidak nyandet2. Terutama kalau akselerator hardware dari Nvidia/Ati di ON kan. Jadi Prosesor Utama (CPU) dibantu oleh Prosesor Graphics Unit (GPU). PowerDVD mendukung gabungan kinekerja prosesor graphics unit. Itu kalau VGA Card nya pakai GPU yg sudah dukung akselerator hardware, kira2 versi NV GF5200 keatas atau Ati 1300 keatas. Sayangnya belum ada s/w player untuk film2 HD yang memakai file container avi, wmv, qt dan mkv, yang mampu mendayagunakan GPU secara optimal, jadi semua beban jatuh ke CPU. Dengan demikian kita harus memakai CPU yg kuat, minimal C2D (Core2Duo) 2Ghz barulah film2 HD bisa lancar di putar. Dibawah 2Ghz, tergantung bit-rate file film nya, makin besar makin butuh prosesor cepat dan kuat.
Tentang pilihan monitor, itu hanya tergantung kita mau nonton enak dari jarak berapa meter, makin jauh jaraknya ya monitornya harus makin besar, 22" keataslah. Kalau cuma jarak setengah meter s/d semeter ya cukup max 22". Kalau pilih LCD maka pilihlah yg punya waktu tanggap sekecil mungkin, 2ms (mili second) lebih baik dari 8ms. Kalau bisa kontras dinamis nya rada besar, 4000:1 keatas. Semua monitor bahkan yg layar kaca 15" sudah mendukung HD, memang yang enak ya 19" keatas agar detil2 gambar terlihat enak. Memory VGA Card untuk monitor s/d 22" cukup 256MB saja. Tentang port DVI atau HDMI, itu hanya soal koneksi. Kalau monitor nya tanpa speaker ya cukup DVI saja. DVI ialah jalur digital langsung dari VGA Card, jadi proses pengolahan gambar sangat cepat dan akurat. Kalau VGA 25 pin D connector hanya analog, jadi kalau amplifier video di dalam monitor bandwidth nya kecil ya gambarnya tampak blur (kurang tajam) meskipun film nya sudah resolusi HD. Untuk monitor yg punya speaker sebaiknya memakai connector HDMI, sebab HDMI itu ialah DVI+sound. Dan monitor yang punya HDMI mampu di koneksikan secara langsung ke Blu-ray Disc Player, jadi monitor pakai HDMI bisa jadi monitor dan juga bisa jadi TV. Umum nya Blu-ray Player memakai HDMI sebagai output digitalnya. HDMI ialah connector proteksi anti pembajakan, jadi informasi yg lewat HDMI tidak bisa digandakan atau direkam ulang. Karena itu setiap VGA Card yg punya HDMI harganya lebih mahal karena harus bayar royality HDMI nya. Software player cukup Windows Media Player (WMP) atau Media Player Clasic bawaan K-Lite Mega Codec pack. Jadi kalau anda kuatir kekurangan codec, install saja K-Lite Mega codec Pack, versi terbaru sudah v4 keatas. Salam, Budiss. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ On 11/09/2008 at 8:22 Thio Agustinus wrote: >Tanya dong... >Mumpung ngomongin HD... > >Di tempat gue, kenapa yah koq kalo yang format HD, pasti patah-patah... >Padahal memory display adapternya udah 512 MB, masih kurang yah? >Atau masalah monitornya? > >Kalau saya sambung dari VGA langsung ke LCD yang HD ready, ngefek >nggak yah? Atau harus pake kabel HMI (??? CMIIW) > >Player sudah VLC Media Player, atau karena codec nya yang kurang? > >Thanks sebelumnya >Thio
