Salam members,
ini ada artikel dari situs wikimu, situs jurnalis amatir
gw dah ijin ama yg punya n gw copy paste ke sini
ini linknya
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13631&post=1

Kehidupan kita di dunia ini tidak pernah bisa dilepaskan dari waktu. Waktu 
menghantarkan kita dalam menjalani kehidupan dari awal kejadian kita di rahim 
ibu hingga akhir hayat kita. Setiap adegan dalam kehidupan kita sebagian besar 
diukur berdasarkan waktu. Lama, sebentar, lambat, cepat, tua, muda, kemarin, 
hari ini, akan datang, masa lalu dan masa depan, adalah ukuran-ukuran 
berdasarkan waktu yang diterjemahkan dalam bentuk kata keterangan waktu.

Disebabkan oleh waktu, kita bisa menjadi tua, peralatan menjadi rusak, 
pertanyaan bertemu dengan jawabannya, permasalahan menjadi tuntas, kebohongan 
terbongkar, kejahatan terungkap, dan kebenaran menampakkan diri.

Tetapi tahukah Wikimuers bagaimanakah gambaran waktu itu? Di manakah posisi 
dimensi waktu di dalam dimensi ruang? Berikut ini adalah beberapa penjelasan 
tentang waktu yang mungkin sedikit memperjelas misteri tentang waktu dalam 
kehidupan kita.

1. Garis waktu tidak linier

Seperti diketahui dimensi ruang terdiri atas tiga dimensi linier (garis lurus), 
yakni panjang, lebar dan tinggi. Sedangkan dimensi waktu digambarkan melengkung 
ke dalam dimensi ruang dan garis waktu berbentuk spiral (per) dengan salah satu 
sisi putarannya bersentuhan dengan sebuah titik di dimensi ruang.

 



 

Pada gambar dimensi ruang diwakili oleh sebuah garis horizontal dan dimensi 
waktu oleh garis vertikal, di mana spiral waktu berputar dengan salah satu sisi 
spiralnya menyentuh sebuah titik di garis linier dimensi ruang pada titik A. 
Titik A tersebut adalah titik saat ini, sedangkan putaran spiral yang 
meninggalkan titik adalah masa lalu, dan putaran spiral yang menuju titik 
adalah masa depan. Bagian titik saat ini (Titik A) berada di dalam dimensi 
ruang dan waktu yang positif, sedangkan bagian spiral yang lain berada di 
dimensi ruang dan waktu yang negatif. (Lihat gambar)

2. Di alam semesta hanya ada waktu sekarang

Waktu di bumi kita disepakati adalah 24 jam dalam sehari semalam. Pembagian 
waktu ini berdasarkan besar sudut rotasi bumi pada sumbunya sebesar 360 yang 
dibagi derajat bujur bumi sebesar 15 derajat, sehingga setiap 15 derajat garis 
bujur bumi mendapatkan kenaikan waktu sebesar 1 jam.

Kita menggunakan tanda waktu sebagai ukuran waktu keberadaan kita di dalam 
dimensi ruang. Salah satu contohnya adalah tanggal lahir kita yang memuat unsur 
tahun, bulan, hari atau tanggal dan jam serta menit. Tanda waktu ini diakui 
sebagai ukuran universal dan ditetapkan dalam bentuk perhitungan kalender dan 
jam.

Tanda waktu ini kemudian dibagi ke dalam tiga ukuran waktu terbesar, yakni 
kemarin, hari ini dan besok. Bagi kita kemarin adalah tanda waktu berupa 
tanggal yang telah lewat satu hari dari hari ini, dan besok adalah satu hari 
menyusul setelah hari ini. Namun sebetulnya menurut ukuran dalam dimensi waktu, 
kemarin juga berarti 1 jam yang lalu, 1 menit yang lalu, 1 detik yang lalu, dan 
seterusnya hingga 1 per sekian (tidak terhingga) detik yang lalu. Begitu juga 
halnya dengan besok. Sedangkan pengertian hari ini atau lebih tepat di sebut 
sekarang memiliki skala ukuran waktu yang juga sangat sempit tidak berhingga, 
yakni sampai 1 per sekian (tidak berhingga) detik.

Apabila kita memperhatikan gambar penampang spiral waktu, maka titik A adalah 
titik persinggungan spiral dimensi waktu dengan garis lurus dimensi ruang. 
Titik A tersebut adalah waktu sekarang bagi titik di dalam dimensi ruang 
tersebut. Sedangkan waktu yang lalu adalah putaran spiral yang setelah titik A, 
dan waktu yang akan datang adalah putaran spiral yang akan melalui titik A. 
Perhatikan waktu yang lalu dan waktu yang akan datang berada di bagian negatif 
dari dimensi ruang dan waktu, sedangkan waktu sekarang berada di bagian 
positifnya.

3. Setiap orang mempunyai paket waktu sendiri

Setiap titik di dalam dimensi ruang mempunyai spiral waktunya sendiri-sendiri. 
Begitu juga setiap manusia, setiap organ dalam tubuhnya, setiap sel, dan 
seterusnya. Bayangkan bahwa setiap spiral waktu tersebut tidak berputar secara 
bersamaan.

Seandainya kita bandingkan dua orang dengan usia yang sama A dan B sedang 
berada di dimensi ruang. Putaran spiral waktu A lebih cepat dari pada B 
sebanyak 1 jam, berarti waktu yang dibutuhkan A untuk menempuh suatu jarak di 
dalam dimensi ruang 1 jam lebih cepat dari B. Itu artinya usia A akan relatif 
lebih muda 1 jam dari pada B.

Begitu juga dengan spiral waktu organ tubuh, sel sampai atom di tubuh kita. 
Semakin cepat putaran spiral waktunya, akan semakin banyak umur yang diberi 
diskon. Itulah sebabnya kenapa orang yang tingkat spiritualitasnya tinggi 
cenderung terlihat lebih muda dan berumur panjang. Tingkat konsentrasi ke 
dimensi yang lebih tinggi relatif meningkatkan putaran spiral waktu. Selain itu 
melemahnya pengaruh gravitasi juga ikut mempercepat putaran spiral waktu. Ini 
bisa dilihat pada orang-orang yang tinggal di pegunungan tinggi relatif berumur 
lebih panjang dan awet muda. Pendeta-pendeta Tibet memperoleh dua keuntungan 
ini, selain mereka sering bermeditasi, mereka juga tinggal di pegunungan 
Himalaya yang sangat tinggi dari permukaan laut.

4. Jarum jam di tanganmu bukan penunjuk waktu sebenarnya

Putaran spiral waktu alam semesta yang sangat besar tidak sama dengan putaran 
spiral waktu bumi dan diri kita. Jarum jam yang sering digunakan sebagai 
penunjuk waktu dalam kehidupan kita sehari-hari adalah jarum jam untuk bumi 
karena berdasarkan putaran rotasi bumi pada sumbunya. Sedangkan alam semesta 
maupun diri kita mempunyai jamnya sendiri.

Ini terbukti apabila kita menunggu berjam-jam di dalam suatu antrian misalnya, 
anda merasa 2 jam sangat lama dan membosankan karena tidak melakukan apa pun. 
Sedangkan bagi teman di sebelah anda yang sedang asyik main game dari konsul 
portabelnya merasa waktu hanya sebentar saja. Dan bonus tambahan untuk teman 
anda yang hatinya senang adalah berupa diskon umur lebih panjang dari kita yang 
merasa kesal dan bosan.

5. Putaran waktu sekarang lebih cepat dibandingkan masa lalu

Banyak orang berkata bahwa di masa kini waktu terasa sangat cepat berlalu 
dibandingkan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Setahun seperti hanya enam 
bulan, sebulan seperti beberapa hari, sehari seperti beberapa jam dan satu jam 
berlalu dalam sekejap!

Apakah yang menyebabkan waktu berlalu sangat cepat seperti itu? Dan kenapa kita 
semua merasakan hal yang sama?

Jawabannya adalah karena alam semesta mengalami pengerutan. Akibatnya spiral 
waktu juga mengalami pengerutan. Ingat contoh penerapan asas gaya sentrifetal. 
Kita mengikat sebuah batu pada tali kemudian memutarnya mengelingi jari 
telunjuk kita. Semakin pendek jarak batu dengan titik pusat jari kita semakin 
cepat putaran batu.

Demikian yang terjadi dengan spiral waktu alam semesta. Dan percepatan spiral 
waktu alam semesta ini berpengaruh kepada spiral waktu yang lebih kecil seperti 
spiral waktu bumi dan diri kita, disebabkan ada tekanan ruang.

6.Wilayah dimensi lain juga memiliki spiral waktunya sendiri

Setiap dimensi memiliki spiral waktunya sendiri, dengan kecepatan putaran yang 
berbeda-beda. Semakin tinggi dimensinya, semakin cepat putaran spiral waktunya. 
Bisa dibandingkan 1000 tahun di bumi nilainya sama dengan 1 hari di dimensi 
tertinggi (alam akhirat). Artinya manusia di bumi dengan kecepatannya 
membutuhkan waktu 1000 tahun untuk menyelesaikan satu putaran spiral waktu di 
dimensi tertinggi. Atau kalau makhluk di dimensi tertinggi tersebut menggunakan 
kecepatannya untuk menyelesaikan sebuah perjalanan yang ditempuh oleh manusia 
selama satu hari di bumi, maka dia hanya membutuhkan 1/365.000 atau 2,7 x 10-6 
hari atau sekitar 0,24 detik.

heri


Kirim email ke