Belajar dari fenomena Blackberry di Indo,
rasanya kita harus menggiring masyarakat agar seolah-olah
'sci-fiction' adalah a new trend dan yg ga ngerti sci-fi adalah
culun..hehehe
 
Bukankah BB juga dicitrakan demikian? Pake BB - keren dan trendy, ga
pake BB - kuno
(sori lho bagi non pengguna BB, ini cuma ilustrasi aja).
 
-


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Ario at Yahoo dot
Com
        Sent: 18. toukokuuta 2009 11:03
        To: [email protected]
        Subject: [Indo-StarTrek] Seriuskan petisi (WAS:Star Trek di TV)
        
        



        Setuju bahwa fakta Star Trek meledak di box office tidak akan
serta merta membuat serialnya (apalagi yang diproduksi sebelum film ini
dibuat) menang dari sinetron, setidaknya di mata para eksekutif TV. Tapi
tidak lantas berarti petisi ini tidak layak diperjuangkan. Menurut saya
sangat layak, cuma caranya harus cerdas. Mengumpulkan tanda tangan (atau
e-mail) dan menunjukkan angka box ofice saja tidak cukup. Sedikit tips.
Yang punya ide tambahan silakan.
        
        1. Tunjuk (atau volunteer) eksekutor. Orang yang biasa bikin
report dari source material data-data statistik menjadi laporan dengan
bahasa yang lugas dan mudah dipahami orang awam. Saya sekarang udah
tumpul plus waktunya nggak ada, dan baiknya memberi kesempatan pada yang
lebih muda.
        
        2. Kumpulkan angka-angka box office. Bandingkan dengan Wolverine
dan film-film lain. Ini mudah sekali dicari secara online.
        
        3. Kumpulkan data sejarah Indo-StarTrek sebagai suatu komunitas.
Tahun sekian berdiri dengan anggota sekian. Tahun sekian jadi sekian.
Tahun sekian jadi sekian. Buat grafiknya (yang saya yakini) menunjukkan
garis ke atas. Berikan kesimpulan bahwa sebetulnya jumlahnya banyak,
tapi "belum tahu" mengenai komunitas ini, sehingga terjadi pertumbuhan
terus, karena tahunya sedikit demi sedikit.
        
        4. Kumpulkan file-file dokumentasi kita plus data-data betapa
"ramainya" gathering Star Trek pada khususnya dan sci-fi/fantasy pada
umumnya.
        
        5. Exaggerate-lah di mana perlu, tapi sebisa mungkin jangan
sampai jatuh ke titik memanipulasi data.
        
        6. Kalau memungkinkan kerja sama dengan pihak 21 dan Indosat,
buat angket kecil yang menyertai setiap karcis film Star Trek yang
menanyakan:
        - Apakah Anda menyukai film ini?
        - Apakah Anda penggemar Star Trek? Jika ya, apakah Anda akan
berhenti menjadi penggemar Star Trek setelah menonton film ini? Jika
bukan, apakah Anda akan menjadi penggemar Star Trek setelah menonton
film ini?
        - Apakah Anda mengharapkan Paramount memproduksi sequel dari
film ini?
        - Apakah Anda mengharapkan Paramount memproduksi serial TV Star
Trek baru setelah pembuatan film ini?
        - Apakah Anda akan menonton serial TV Star Trek jika ditayangkan
kembali di TV Indonesia?
        Jawaban dimasukkan box atau die-mail. Hadiah (minimal berupa HP)
akan disediakan oleh pihak Indosat.
        
        7. Dari angka-angka besarnya penggemar Star-Trek dan
sci-fi/fantasy di atas, yang seratus ribu persen saya yakini tidak ada
apa-apanya dibanding jumlah ibu rumah tangga pecinta sinetron dan
infotainment, kita lakukan riset statistik kecil-kecilan, bisa di dalam
komunitas saja (ini lebih mudah) atau keluar komunitas (dengan upaya
ekstra) untuk meng-convert angka jumlah orang ini (jumlah anggota
komunitas atau penggemar sci-fi/fantasy) menjadi fakta "siapakah kita."
        
        7a. Siapakah kita adalah: Pria/wanita, berapa expenditure (bukan
income lho ya) per bulan, bekerja/tidak, merokok/tidak, bercukur
(shaving)/tidak, pakai parfum/tidak, punya asuransi/tidak, pemakai
internet/tidak, dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya dan lebih
tepatnya, silakan bicara dan bekerja sama dengan advertising agency.
Atau bagus-bagus ada member yang di ad. agency, sekalian jadi eksekutor
aja. Udah pas dengan kerjaannya.
        
        7b. Pada akhirnya, yang bisa kita simpulkan dari data-data dan
angka-angka di atas adalah bahwa, walaupun jumlahnya kecil, tapi "kita"
adalah demografi potential buyer. Kita adalah orang yang punya buying
power dan punya rutinitas, habit dan loyalty. Kalau dibandingkan dengan
katakanlah infotainment: dengan angka jumlah pemirsa yang jauh lebih
besar, berapa dari angka tersebut yang sebetulnya "sungguh-sungguh"
punya buying power dan berapa dari angka tersebut yang merupakan PRT dan
nanny? Demi Allah, tidak ada maksud merendahkan sesama manusia atau
profesi, kita hanya bicara buying power sebagai data yang dibutuhkan
oleh advertiser dan advertising agency. Tetap lebih besar penonton
infotainment pastinya, tapi angkanya menjadi tidak terlalu jauh berbeda,
yang tadinya (angka mentahnya) misalkan 10:1, setelah faktor buying
power ini diperhitungkan, mungkin bisa berubah menjadi 3:1. Ditambah
lagi, produk yang bisa ditawarkan kepada kita beda dengan yang bisa
        ditawarkan kepada penonton infotainment. Padahal produk-produk
yang memang mau ditawarkan kepada kita itu juga tidak punya tempat yang
tepat untuk menawarkan produknya.
        
        8. Merujuk pada butir 7b dan 6, angka yang kecil ini bisa tumbuh
semakin besar akibat fenomena meledak yang ditimbulkan film Star Trek.
Terbukti dari hasil angket yang menyatakan bla-bla-bla... sesuai hasil
angket. Kalau ternyata angket tidak bisa direalisir, karanglah sesuatu,
sehingga pertumbuhan ini tetap tampak memungkinkan.
        
        9. Akhirnya semua ini dibentuk menjadi semacam proposal yang
disampaikan secara singkat padat namun mengena (didesign dengan
atraktif, minimalis tapi futuristik) dengan foto-foto pendukung
secukupnya, dan disampaikan kepada seluruh TV swasta (jangan lokal tapi,
kasihan yang di daerah,) TVRI dan beberapa advertising agency besar di
Jakarta.
        
        10. Berdoa.
        
        My two cents. Semoga berguna.
        
        Ario
        
        ________________________________
        From: Roys Pangayoman [email protected]
<mailto:royspangayoman%40yahoo.com> 
        
        Teuteup aja... yang menang masih sinetron...
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

        



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke