Favorit saya adalah Misteri di Palungloro, walaupun ini bukan sci-fi. Kalau yang sci-fi memang saya paling suka Terlontar ke Masa Silam (di mana tokoh utamanya, Dwiyono, menuliskan inisial namanya di daun lontar, dan di masa kini, daun lontar yang sudah di museum tersebut benar-benar jadi ada inisial namanya) dan Getaran. Satu lagi yang juga menakjubkan bagi saya, ingat sekali waktu itu masih kecil membayangkan bagaimana mereka menabuh genderang di Irian dengan tari-tarian tradisionalnya, adalah Genderang Perang dari Wamena.
Sayang sekali Om Jokolelono tidak ada penerusnya (dalam hal tulis menulis kisah sci-fi maksudnya.) Ario ________________________________ From: Sharif Dayan [email protected] Salam Sejahtera... Pada Selasa, 23 Juni 2009, "Ikhwanul Halim" menulis: > Joko Lelono juga merupakan favorit saya, > terutama yang judulnya "Terlontar Ke Masa Silam". Kisahnya tentang > time travel ke jaman pra Majapahit dengan time machine berbentuk helm. > Ada lagi 'Jatuh Ke Matahari' tentang kadet antariksawan dan > penghijauan Venus dan Mars. Keduanya merupakan terbitan Pustaka Jaya. Yang saya punyai adalah "Getaran". Lanjutannya sempat saya baca. ketika Primanda Jayadi (tokoh utama "Getaran" dan lanjutannya) akhirnya menggagalkan rencana penakhlukan dari Alpha Centauri. > Dan yang tak terlupakan 'Bintang Hitam', "Jet Panas" dan "Matahari Basah" ! > Di Harian Sinar Harapan (alm) pernah ada komik lokal tentang time > traveler (kalo nggak salah tokohnya namanya 'TRAN' ????) Saya punya komiknya, terbitan Sinah Harapan. Nama tokohnya "Trean", agaknya dipenagruhi oleh tokoh Garth dari Kompas. Tokoh ini 'beruntung' sekali ;) Sharif Dayan di Palembang . [Non-text portions of this message have been removed]
