--- On Fri, 7/3/09, ER [Energy Revolution] <[email protected]> wrote:

From: ER [Energy Revolution] <[email protected]>
Subject: [Indo-StarTrek] OOT: How about Cyclic Universe? Physics before the Big 
Bang? We're into another plane of reality...
To: [email protected]
Date: Friday, July 3, 2009, 1:48 PM


> Source:
>
> <http://human- earth.blogspot. com/2009/ 06/big-bang- vs-cylic-
> universe. html>
>
> http://human- earth.blogspot. com/2009/ 06/big-bang- vs-cylic-
> universe. html
>
> By: Erianto Rachman
>
> Big Bang VS Cyclic Universe
>
> Big Bang & Inflation Universe
>
>...
> Ketika Big Bang terjadi, alam semesta mulai memuai dengan laju
> kritis. Artinya, alam semesta kita memuai dengan laju hampir sama
> dengan kecepatan cahaya. Bila memang demikian, maka alam semesta
> kita tidak mungkin seperti sekarang ini. Karena dengan laju
> kritis, Alam semesta kita memerlukan waktu lebih lama untuk bisa
> seperti saat ini.


laju kritis *tidak* ada kaitan dengan kecepatan cahaya (dengan kata lain, 
definisnya tidak ada kaitan dengan kecepatan cahaya). laju kritis berkaitan 
dengan densitas alam semesta


>...
> Menurut saya, teori ini terlalu dipaksakan. Mari kita berpikir
> sebaliknya. Dan mari kita terima keanehan yang terjadi ini.
> 
> Postulat 1: Big Bang adalah peristiwa penciptaan alam semesta.
> OK, kita tampung dulu pernyataan ini.
>
> Postulat 2: Tidak ada yang lebih cepat dari laju kecepaan cahaya.
> OK, kita memahami betul teori Relativitas khusus ini.
> 
> Postulat 3: Alam semesta memuai dengan laju kritis.
> "Laju Kritis" adalah laju sedikit lebih lambat dari kecepatan
> cahaya. Bila alam semesta memuai dengan laju kritis sejak Big
> Bang, maka terdapat keanehan, yaitu alam semesta yang kita amati
> sekarang terlalu luas dan kondisi ini tidak mungkin tercapai.
> Seharusnya alam semesta kita jauh lebih kecil.

sekali lagi, laju kritis bukan berkaitan dengan kecepatan rambat cahaya dalam 
vakum. definisi laju kriis berkaitan dengan densitas alam semesta dan densitas 
kritis alam semesta. laju kritis adalah laju pengembangan alam semesta jika ia 
memiliki geometri datar (dengan kurvatur 0). laju kritis ini membagi alam 
memisahkan dua model lain, alam semesta dengan geometri spherical (dengan 
kurvatur positif) dan alam semesta dengan geometri hyperbolic (dengan kurvatur 
negatif)

dengan dasar-dasar yg saya lihat masih salah, maaf saya jadi ragu dg isi 
tulisan ini.

sepemahaman saya, big bang theory bisa menjelaskan dengan baik alam semesta 
sebagaimana yg kita amati. skenario (*bukan* teori) inflasi menjelaskan 
beberapa hal dalam big bang theory yg hanya diterima sebagai fakta tapi tidak 
bisa dijelaskan mengapa demikian. "mengapa demikian" dijelaskan oleh skenario 
inflasi ini. dan teori alam semesta siklik bukan alternati dari big bang theory 
+ skenario inflasi. teori alam semesta siklik merupakan perluasan dari big bang 
theori + skenario inflasi, yang membicarakan apa yg terjadi sebelum big bang 
dan setelah big crunch (kebalikan dari big bang di masa depan.

cmiiw


salam,

ferry m. simatupang 


      

Kirim email ke