Mengenai kenapa radio cuma pakai frekuensi 87.5 - 108.0: Sejujurnya saya nggak tahu persis, tapi kalau nggak salah ini bagian dari perjanjian internasional. Ada pembagian-pembagiannya per wilayah. Yang saya tahu persis, secara nasional juga ada pembagiannya yang diatur undang-undang per wilayah. Tujuannya supaya frekuensinya nggak tabrakan.
Misalnya di Jabotabek radionya pakai frekuensi 87.5 - 108.0 dengan lompatan angka 2. Jadi 87.5 - 89.5 - 91.5 - 93.5 - dst - dst... nanti di wilayah sebelahnya, katakan Serang misalnya, atau Cikampek atau Cisarua, mereka akan pakai di frekuensi yang berbeda, misalnya 88.5 - 90.5 - 92.5 - 94.5 - dst - dst. Serang, Cikampek dan Cisarua boleh memakai frekuensi yang sama, karena ada pembatasan kekuatan pancaran, sehingga mengingat jarak yang jauh, siaran radio Serang tidak akan sampai ke wilayah Cikampek, jadi nggak akan tabrakan walaupun pakai frekuensi yang sama. Ini ilustrasi aja. Angkanya saya juga nggak tahu persis, tapi mekanismenya seperti itu. Mempertimbangkan hal ini, saya rasa begitulah pembatasan yang terjadi secara internasional. Tapi kalau salah ya mohon maaf. Soalnya tahunya cuma yang diatur secara nasional. Minal aidin wal faidzin. Selamat Idul Fitri 1430 Hijriyah. Ario ________________________________ From: Roys Pangayoman <[email protected]> To: Indo star trek <[email protected]> Sent: Thursday, September 24, 2009 2:15:32 PM Subject: Re: [Indo-StarTrek] Hailing in all frequency Thanks guys. Really appreciate it. I am sending this in all frequency :):):) Qap'la! Roys A. Pangayoman, General surgeon [Non-text portions of this message have been removed]
