Salam Sejahtera...

Maafkan saya yang sudah menggunakan kata "racun", yang berkonotasi tidak
baik. Seharusnya saya menggunakan tanda petik, dilengkapi dengan
"emoticon" :)

Ketika menjelajahi Pasar Senen sekian tahun silam, saya terpana pada
sebuah buku yang menggambarkan piring terbang pada sampul depannya.
Beberapa bulan setelah itu saya akhirnya dapat membeli buku sejenis,
terjemahan, yang aslinya ditulis oleh Erich von Deniken.

Tapi jauh sebelum itu, saya sudah diberikan cakrawala mengenai makhluk
berakal selain manusia, melalui serial Star Trek. Pada masa itu, saya
cukup dikenal di antara pamong SD, karena sering berbicara luar angkasa,
yang merupakan hal yang cukup asing di dalam ingkungan saya.

Hal yang saya sampaikan kemarin (Kamis 10 Desember 2009), bukan menolak
mengenai kemungkinan itu, melainkan sekadar bertanya apakah kita siap
sekiranya memang digariskan sebagai 'anak sulung' di dalam semesta yang
kita kenal ini.

Kita tidak asing mengenai "reboot" dan "restart", sebagaimana yang
baru-baru ini dilakukan pada Star Trek. Jadi, mengapa tidak mungkin bahwa
alam semesta ini pernah dianjakulang (rebooted) ? Yang Mahakuasa boleh
melakukan apa saja, kan ? Logika kita pastinya hanya segelintir di antara
entah seberapa anak-anak himpunan, sementara semesta himpunannya sendiri
tak berukur dimensinya.

Saya bukan pengikut Ptolemeus, juga tidak menelan mentah-mentah yang
dituliskan dalam Kitab Suci -antara lain yang menyebabkan Galileo galilei
dianggap murtad oleh Vatican- karena daya nalar dan perspektif kita tidak
akan pernah bisa memahami keseluruhan rancangan dan rencana Sang Maha !

Jadi, seandainya spesies kita memang dijadikan sebagai yang pertama,
setidaknya yang masih ada dan diberi kesempatan untuk berkembang hingga
jutaan tahun ke depan -baca serial "Foundation" karya Isaac Asimov- maka,
apa yang akan kita lakukan sebagai pemenuhan anugerah besar ini ?


Sharif Dayan

Sharif Dayan

Kirim email ke