Hi,

 

Gw kepikiran, JIKA pemerintah kita sedikit perduli, mereka bisa membelikan
para pejabat itu mobil HYBRID., seperti PRIUS, misalnya.

Jika katakanlah 100 mobil ini diadakan bagi para pejabat yang perunit nya
harganya hanya sekitar Rp 500 jutaan, tentunya ini membawa efek positif:

*       Pertama, memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Tindakan
seperti ini perlu diacungkan jempol dan perlu didukung.
*       Kedua, Totoya tidak segan2 lagi untuk mengimport/menjual sekaligus
mengadakan fasilitas perawatannya di Indonesia oleh adanya rangsangan dari
pemerinntah ini.
*       Ketiga, Masyarakat pun akan mulai melirik mobil hybrid ini karena
fasilitas perawatannya sudah ada.
*       Mengenai kenyamanannya, dan kemewahannya, tentunya para pejabat
harus mengalah sedikit. Tapi apakah kalian sudah melihat exterior, interior
dan teknologi mobil ini? Coba deh browing ke website Toyota. Mobil ini
sangat nyamat, elegant dan sangat canggih. Tidak ada energi yang terbuang
percuma, contoh:

*       Mobil ini memiliki baterai yang berjalan bersamaan dengan mesin
biasa. Namun, mobil ini memiliki 3 system, satu yang bener2 "eco", yaitu
murni lsitrik, dua; berupa gabungan, tiga, masih gabungan antara listrik dan
combustion tapi untuk torsi atau tenaga yang lebih kuat.
*       Saat mobil berhenti, missalnya macet, mesin akan total mati dan
digantikan oleh dynamo.
*       Saat dalam kondisi, Eco, mesin juga mati dan mobil bisa dipacu
hinngga 80 km/jam hanya dari listrik saja. Dan tentunya suara nya nyaris
bisu (tak terdengar)
*       Saat mengerem, energi yang terbuang ternyata sangat banyak kalo di
mobil konvensional. Pada mobil Hybrid, tenaga terbuang tersebut ditangkap
100% oleh converter dan energi- disimpan did alam baterai (nge-charge
baterai)
*       Terdapat panel solar di atap mobil, ini digunakan untuk memberi
listrik pada AC mobil.
*       Pada sisi kiri dan kanan mobil, terdapat lubang yang digunakan untuk
menangkap udara yang juga digunakan untuk memberi tenaga pada AC mobil.
Sehinngga AC mobil hamper TIDAK memanfaatkan energi mesin.
*       Dll.dll.

 

Seandainya. seandainya. akan sangat mulia para pejabat itu apabila langkah
ini yang ditempuh..

Saya merindukan kebijakan2 seperti ini terjadi di negara kita.

 

 

Salam,

ER

 

-------------------------------------------------------------

Support Energy [R]evolution Now!

www.human-earth.blogspot.com

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Ario at Yahoo dot Com
Sent: Thursday, 31 December 2009 9:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] GO GREEN.. {was: Precipice... }

 

  

Di Jepang, orang ditawarin duit supaya punya anak. Balik-baliknya ke budaya
(tradisi), wawasan dan tingkat pendidikan kayaknya.

Mengenai pemerintah, kayaknya sulit diharapkan deh. Bukan sulit, mustahil.
Bayangin aja, rakyat hidup susah, anak-anak mati busung lapar, eeh, menteri
dibeliin mobil 1,3 miliar. Katanya biar nggak mogok di jalan. He he he...
pembelaan yang tolol banget nggak sih? Emang mobil yang 300 juta suka mogok
di jalan?

Crown Royal Saloon 3000 cc itu bensinnya 1:10 (1 liter 10 rumah) dan kita
mau mengharapkan pengurangan emisi CO2 dari orang-orang seperti itu? Empati
terhadap sesama manusia masa kini aja, yang jelas-jelas hidupnya menderita
dan kelihatan di depan mata, nggak ada. Apalagi empati terhadap Bumi dan
manusia-manusia masa depan, yang notabene nggak kelihatan di depan mata?

Saat ini gue jadi tidak menutup mata pada eco-terrorism sebagai salah satu
alternatif. Sorry kalau statement ini membuat komunitas kita jadi dipantau
oleh CIA dan kroni-kroninya (seperti BIN.) Tapi ini pandangan pribadi. Di
luar dari sumbangan pribadi yang kecil-kecil itu (yang secara kolektif
menjadi besar dan sangat berpengaruh) sepertinya tetap dibutuhkan tindakan
ekstrim untuk menyelamatkan Bumi. Kalo enggak sih, wallahualam deh.

Ario

________________________________
From: iful <iful.sp...@startrek <mailto:iful.spock%40startrek.or.id> .or.id>

Nah ini nih...salah satu pangkal masalah: laju pertumbuhan manusia yg tidak
terkontrol.
Anehnya. ..hanya negara berkembang saja yg jadi kontribusi utama jumlah
manusia, sedangkan negara maju...bisa dikatakan stagnan populasinya.

tambahan aja
CO2 bukan sebagai enemy tapi kadar yg tinggi lah enemynya

/ivul

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke