Prinsipnya setuju, tapi rasanya agak-agak beda karakter.

IMHO, Cina sebagai negara sosialis punya tujuan mengembangkan kemakmuran 
sekaligus potensi seluruh rakyat secara merata. Jadi sisi komersialisme mereka 
bukan untuk individu, tapi untuk bangsa. Dengan begitu, pemerintah pun berani 
"menjembatani" (kalau bukan "mendalangi") penjiplakan, dengan tujuan akhir 
"transfer ilmu dan teknologi." Jadi nggak asal jiplak tanpa ada yang 
dipelajari. Menjiplak sekaligus mempelajari dan cari cara gimana bikin yang 
lebih bagus tapi lebih murah.

Sementara di Indonesia nggak begitu karakternya. Every man for himself. Jadi 
saya ragu akan ada sisi "pembelajaran" dalam proses penjiplakan kita. Yang ada 
adalah jiplak karena mumpung dan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya selagi 
memungkinkan, dan semua uang itu untuk diri sendiri. Peduli setan dengan bangsa.

Bicara bangga pada produk sendiri, saya sebagai pelaku industri tentunya sangat 
bangga pada produk sendiri. Tapi bagaimanapun harus pilih-pilih juga kan? 
Nyatanya memang nggak semua bisa dibanggakan. Dan yang ini... sayangnya nggak 
termasuk yang bisa dibanggakan.

He he he... my two cents aja ini mah.

Ario




________________________________
From: NANANG CAHYONO <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 21, 2010 8:38:20 AM
Subject: Bls: [Indo-StarTrek] OOT: Sinetron AVATAR versi Lunar Film

  
soal jiplak menjiplak, konon china, terutama dalam teknologi, dulu penjiplak 
nomor satu.tapi liat sekarang, tumbuh meraksasa dan sebentar lagi bisa 
mengalahkan negara nya obama. apakah hal ini bisa di jadikan acuan untuk 
kita???klo saya sih klo memang belum mampu apa salahnya menjiplak sambil 
belajar, toh kita bisa menghidupkan perekonomian dan klo temen2 pecinta star 
trek bisa bantu, berpikir positif dan bangga akan produk sendiri ...apa 
istilahnya swadesi ya ???. saya yakin tuh,  saat nya nanti kita akan bisa.

____________ _________ _________ __


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke