Pagi ini nonton Metro TV mengenai akan diberlakukannya UU pemukul Migas. Namanya lucu juga.
Jadi maksudnya, per 1 April ini UU itu akan diberlakukan resmi. UU ini dilatarbelakgani oleh keikutsertaan Indonesia bersama negara2 lain di dunia untuk menaggapi secara positif issu pemanasan global. UU ini mengatur / membatasi suhu limbah buang dan emisi gas pada produksi migas. Hal ini dampaknya, dengan teknologi sekarang akan mengurangi produksi minyak negara sebanyak 40%. Indonesia akan kekurangan bahan bakar sangat luar biasa banyaknya. Editorial Metro TV mengatakan bahwa: UU ini sangat baik karena ini demi lingkungan hidup, namun editorial juga menyayangkan bahwa UU ini terlalu dini karena para produsen minyak tidak siap melakukan instalalasi peralatan mereka untuk bisa mengikuti peraturan ini. Juga mengenai berkurangnya income dan supply minyak negara ini. Kemudian diterima beberapa penelpon dari penonton untuk menanggapi editorial ini. Dari 4 orang pertama, 3 orang sangat mengerti issu dan sangat care, pemanasan global dan mendukung 100% kebijakan ini. Bahkan ada yang mengatakan, "bukan terlalu cepat, tapi pemerintah terlalu lambat mengadakan peraturan semacam ini" Satu orang penelpon memberi komentar yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan topic.. (so sad) Pada sesi kedua, Para penelpon semakin keluar topik komentarnya. Tapi ini saya pahami karena memang kaitan issu ini sangat luas. sampai2 ke tahu dan tempe. Komentar saya: Saya sangat senang ternyata masyarakat Indonesia sudah cukup mengerti NAMUN menyayangkan pemerintah yang lamban reaksi perduli terhadap lingkungan. Saya juga sangat menyayangkan sikap Metro TV yang menurut saya hanya bisa 'mengadu' dan meruncingkan debat. Editorial Metro memang selalu begitu. Tapi ini hanya IMHO. Kalau saja mereka trekker, mungkin bicaranya tidak begitu. Salam, ER ------------------------------------------------------------- Support Energy [R]evolution Now! www.human-earth.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
