Prinsip kerja warp bubble adalah membuat vacuum of space di depan kapal dan
menumpuk space di belakan kapal, sehingga bubble bergerak maju.

Warp Factor ditentukan dari kelonjongan bubble. Semakin lonjong ke depan,
maka semakin banyak vacuum yang dibentuk, maka semakin laju kapal bergerak.

Makanya tidak pernah bisa ada warp 10 karena warp 10 berarti kelonjongan
bubble adalah tak hingga (ujungnya tidak mengatup).

Seperti pada tan1 (tangent 1)

 

Penggemar voyager nih? Hehe sama dong.

Setahu saya, transwarp tidak sama dengna quantum slipstream.

 

Imho, Kalo transwarp itu bubble di dalam bubble, makanya divisualisasikan
penggunaan transwarp harus dengan apparatus yang meciptakan terlebih dahulu
warp tube dengan ujung tujuan yang sudah di tentukan.

Kemudian kapal masuk dengan warp ke dalam warp tube itu.

 

sedangkan quantum slipstream adalah bergerak seperti transwarp tapi tanpa
warp tube.

Prinsipnya adalah seperti meluncur pada gelombang quantum (seperti
berselancar pada ombak pantai). Kelemahannya pada saat diterapkan pada
Voyager adalah Voyager belum punya teknologi yang bisa memprediksi dengan
akurat gelombang quantum yang akan mucul di depan mereka. Akibatnya kapal
gagal untuk stabil berada pada slipstream, kapalpun tergelincir keluar dari
stream dan bisa berakibat fatal.

 

Kira2 sih begitu.. cmiiw deh.

 

Salam,

ER

 

 

-------------------------------------------------------------

Support Energy [R]evolution Now!

www.human-earth.blogspot.com

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Dwi Santoso
Sent: Monday, 22 March 2010 7:09 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Inertia Dampener

 

  

Jika daku tak salah maka nyamuk bisa melaju hingga 2 km/jam. Lamban ya? Jika
si nyamuk sudah berada di ruang gerbong kereta api maka ia tetap bisa melaju
hingga 2 km/jam walaupun si gerbong melaju 80 km/jam (laju standar kereta
ekspress bisnis). Ini salah satu fenomena inersia (kelembaman; kecenderungan
tetap pada tempatnya).
Hubungannya dengan warp bubble? Wah, ini pun aku belum paham tapi konsepnya
hampir sama dengan lalat yang hinggap diam di kursi di dalam suatu taksi
yang melaju 80 km/jam di jalan tol. USS Voyager mengembangkan warp field di
sekitarnya sehingga bisa melaju 9,9 x laju cahaya walaupun sebenarnya
impulse engine dan thruster tidak diaktifkan. Alias, USS Voyager tidak
bergerak sama sekali namun pengamat diam melihat dia melaju sangat cepat
karena partikel warp mampu bergerak kurang dari 10x laju cahaya.
Bagaimana Borg bisa melaju lebih dari 10x laju cahaya dengan teknologi yang
disebut transwarp (ada juga yang menyebut quantum slip drive)

Cheers,

Dwi Santoso
----------------------------------------------
YM = anto_ti96
FB = dwisant...@gmail. <mailto:dwisantoso%40gmail.com> com
----------------------------------------------

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke