Para ilmuwan biologi dan ilmu faal (fisiologi) sudah membuktikan bahwa otak manusia adalah "hardware" yang mampu menyimpan ingatan dengan jumlah yang tak terhingga karena kapasitas otak selalu bertambah seiring bertambahnya sambungan sinaptik di setiap neuron namun sayangnya, orang awam hanya menggunakan otak sebanyak 2%. Otak Albert Einstein (yang masih diabadikan di salah satu museum) menunjukkan fenomena mencengangkan. Jalinan neuronnya sangat banyak dan rumit. Dari kejadian sederhana ini bisa ditarik kesimpulan bahwa jika otak sering dipakai berpikir maka ia akan semakin canggih dan bisa terus berkembang.Ibarat pisau yang semakin diasah semakin tajam.
Ingatan yang dijangkarkan (dikaitkan) dengan emosi memang ada dan hal ini dikendalikan oleh suatu bagian di otak tengah yaitu amygdala. Semoga artikel ini (http://www.primastudy.com/id/services/coaching/prima-memory) bisa membantu memahami daya ingat. Cheers, Dwi Santoso ---------------------------------------------- YM = anto_ti96 FB = [email protected] ---------------------------------------------- 2010/6/5 <[email protected]> > > > > Betul. > Otak manusia itu selektif dalam memproses dan menyimpan informasi. > Sebuah metode yang luar biasa hebat dalam mengurangi jumlah informasi yg > disimpan dalam otak. > Cmiiw juga: > Dan merupakan mekanisme otak dalam menyimpan memori yg membawa luka > emosional (kenangan traumatis). Memorinya gak hilang, karena bisa > dikeluarkan lagi lewat hipnotis. > > > Tetapi ada kan orang yg otaknya mempunyai photographic memory. Alias gak > bisa lupa. Gak bisa dibayangkan berapa banyak informasi yg disimpan di otak > dan ukuran otaknya katanya berbeda dg orang "biasa". > [Non-text portions of this message have been removed]
