Saya hargai pendapat Ivan, dan saya setuju kita perlu hati-hati dan perlu 
pemikiran mendalam. Tetapi pendapat saya, biadab atau tidaknya suatu tindakan 
bisa disederhanakan dengan melihat ujungnya (tujuannya) saja. Seperti Ivan 
bilang, "untuk kepentingan industri dan keseimbangan alam terganggu..."

Setuju atau tidak setuju boleh saja melibatkan pertimbangan keseimbangan alam, 
tetapi menurut pendapat saya, menentukan kebiadaban suatu kegiatan tidak perlu 
pertimbangan keseimbangan alam.

Tradisi perburuan yang Ivan ceritakan menurut saya sudah bisa dikategorikan 
biadab. Kenapa? Kalau bagi saya, balik ke tujuannya. Pada zaman dahulu, orang 
berburu untuk makan. Tujuannya adalah survival. Zaman sekarang mungkin masih 
ada hal tersebut di pedalaman. Berburu untuk makan. Tapi kalau berburu hanya 
untuk menjaga tradisi, untuk apa? Membunuh binatang tak bersalah (babi hutan), 
dan mengorbankan binatang yang sama tak bersalahnya (anjing pemburu), padahal 
kalau tidak dilakukan pun tidak ada ruginya. Beda tujuannya dengan berburu 
untuk makan. Kalau tidak dilakukan maka kita mati.

Tidak ada bedanya menurut saya berburu pakai tombak dan parang atau pakai 
peluru. Selama tujuannya bukan untuk survival, maka itu adalah kegiatan biadab.

Terlebih lagi dengan adu bagong yang dibicarakan ini. Benar-benar sudah jauh 
dari tujuan aslinya dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Walaupun misalkan 
tidak menghabiskan populasi babi hutan dan anjing (tidak mengganggu 
keseimbangan alam) atau hanya dilakukan setahun sekali, atau bahkan 5 tahun 
sekali, menurut saya ini sangat bisa dikategorikan sebagai tindakan biadab.

Bagaimana tidak? Subjek (manusia) dengan sengaja menempatkan objek (babi dan 
anjing) untuk berkelahi tanpa tujuan apa pun selain untuk jadi tontonan manusia 
dan pastinya UANG. Objek tidak bisa apa-apa, hanya bisa menurut (dan mengikuti 
nalurinya). Tapi mereka yang menderita dan subjek yang dapat keuntungan. Ini 
sangat biadab. Tidak ada alasan "menjaga tradisi" yang bisa membenarkan hal ini 
berlanjut.

Balik-balik lagi, ini IMHO. Tidak sependapat pun boleh :P

Ario




________________________________
From: Ivan Alidjaja <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, June 25, 2010 9:26:45 AM
Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...)

  
Bagi saya, tradisi 'adu' orang yg biadab itu kalau salah satunya sampai mati.
Tetapi di beberapa belahan dunia 'adu' orang itu adalah seperti tanda 
persaingan sekaligus persahabatan dan merupakan budaya mereka.
Mgk sama hal-nya dgn kita yg main 'Ken' vs 'Ryu' atau 'Chun Li' vs 
'Honda'...cuma bedanya, mereka2 itu gak punya video game.

Menyebut sebuah budaya dengan kata 'biadab' sebaiknya dilakukan dengan 
hati-hati dan perlu pemikiran yg mendalam.
Di dekat rumah saya, ada 'tradisi' berburu (maklum rumah saya di desa) babi 
hutan dengan mempergunakan parang, 'tombak' (baca: tongkat) dan tentunya 
anjing2 (bisa lebih dari 5 anjing).
Caranya adalah anjing2 itu menjadi penuntun para pemburu ini untuk mencari babi 
hutan ini. Ketika babi hutan ini di tenggarai ada di satu tempat, para pemburu 
akan melepaskan anjing2 ini dari tali pengikat leher mereka.
Anjing2 ini akan mengejar babi hutan ini dan tentunya para pemburu ini 
mengikuti di belakang anjing2 ini.

Yg terjadi adalah, terjadi perang tanding antara anjing dan babi hutan ini, yg 
terkadang anjingnya luka/mati atau babinya yg mati.
Tentunya, pemburu2 ini membantu anjing2 mereka dengan berusaha melumpuhkan babi 
hutan ini dengan parang dan tombak mereka.
Patut diingat bahwa babi hutan ini termasuk kuat dan bahkan beberapa anjing 
ketakutan.

-

Bagi org yg hidup di abad ke 21, mgk perburuan di atas dianggap biadab dan 
menganggap berburu menggunakan 'pestol dan pelor' lebih beradab karena 
mengurangi penyiksaan yg terjadi pada si babi hutan.
Tetap apakah benar budaya berburu babi hutan dengan anjing itu disebut krg 
beradab? 

-
Oleh karena itu,

Mungkin sekali tradisi adu bagong ini diambil idenya dari perburuan yg saya 
ceritakan di atas.
Mungkin sekali sang penemu 'adu bagong' ini mencoba me-recreate ketegangan 
perkelahian antara babi hutan dan anjing.
Mungkin juga si penemu 'adu bagong' ini berpikir, perkelahian antara babi dan 
anjing ini akan terselenggara dengan atau tanpa inisiatif sang 'penemu' ini 
karena kebiasaan masyarakat sekitar yg suka berburu babi hutan dengan anjing.
....yeah maybe..

-

Yg jadi concern saya adalah jika penangkapan babi hutan ini menjadi semakin 
ekstensif guna mengakomodir pertandingan ini - sehingga populasi babi hutan 
menjadi berkurang dan mengganggu keseimbangan alam.
Demikian juga dengan populasi si doggy ini, tetapi saya lebih concern dengan si 
babi hutan karena hutan semakin terkikis dan berkurang sehingga populasi babi 
hutan berkurang juga.

Seharusnya manusia sebagai makhluk yg mengaku-aku 'dicerahkan', menjaga 
keseimbangan alam dengan sebaik-baiknya.

Saya hampir yakin, ketika budaya adu2an ini di 'ciptakan' pertama kali, 
manusia2 ini hampir tdk mengganggu keseimbangan alam.

Jadi kalau adu bagong yg diceritakan bung Sharif adalah utk kepentingan 
industri dan mengakibatkan banyaknya babi dan anjing mati dan keseimbangan alam 
terganggu, maka saya menentang itu..

Tetapi jika adu bagong itu hanya dilakukan setahun sekali dan murni sebagai 
bentuk 'perayaan' dan 'pengingat' atas betapa berjuangnya para pemburu2 dan 
anjing2nya dalam menghadapi babi hutan....menurut saya, hal tersebut masih 
dapat dimengerti bahwa itu merupakan bagian dari budaya daerah tersebut 
(walaupun bagi saya, tetap saja saya blm terbiasa dan krg setuju untuk melihat 
dua binatang diadu sampai mati dalam sebuah pertarungan yg dikondisikan).

-

Mengenai budaya 'zaman baheula', saya berpikir bahwa budaya zaman dahulu justru 
lebih bersahabat dengan alam dibandingkan budaya kita di abad ke 21 ini.

-

Salam
Ivan

 

----- Original Message ----
From: Dh4n4 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, 25 June, 2010 6:50:17 AM
Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...)

Di kompas, kalau tidak salah justru jaman majapahit memperhatikan masalah 
lingkungan alam dan memberikan hukuman berat bagi perusaknya. Kenapa jaman 
sekarang malah sebaliknya ya ?

Yang merusak alam kok bisa ongkang2 hidup tenang menyatakan tidak bersalah ...
Sent from my BlackBerry®powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Protoss <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 24 Jun 2010 21:26:59 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...)

saya males liat link nya, cuma mengamati perbincangan kawan2 disini,
rasanya sudah cukup mewakili.
sebagai pecinta doggies, tentu saya ikut menentang. BTW, bukannya adu
ayam juga sudah mentradisi? dan sepengetahuan saya, tidak ada UU utk
menentang ini kecuali utk unsur judinya.

ngomong2 tentang tradisi yg "biadab" saya kira masih buanyak sekali,
terutama yg berkaitan dengan mistis. sebut saja adu "orang" yg pake
cambuk dari daun apa gitu, dan "tradisi" rebutan sembako sampai
memakan korban jiwa

On 6/24/10, Dodi <[email protected]> wrote:
> wkakak..baru nyadar ya, memang kita ini kan hidup dijaman modern
> katanya...tapi budaya majapahit masih melekat kuat, masih banyak kok
> dinosaurus2 yang pegang peran dalam mengambil keputusan , mangkanya
> produknya jadi naif dan rada2 lebay...wekekeke....tunggu dah 10
> dasawarsa lagi sesudah generasi dinosurusnya pada punah ....
>
> On 06/24/2010 04:56 PM, ER wrote:
>>
>> Hehe si Arland ngamuk nih.
>> Emang dodol. Budaya buruk begitu kok dilestarikan.
>> Pastinya juga pada saat acara berlangsung "Judi" pun dihalalkan.
>>
>> Ternyata suku primitif di Indonesia bukan cuma suku asmat yg Ada di
>> irian jaya.
>> Di sini juga ada toh.
>>
>> ER
>>
>> Sent from one of the fruit phones heheh
>>
>> On 24/06/2010, at 4:32 PM, [email protected]
>> <mailto:arlandi1974%40yahoo.com> wrote:
>>
>> >
>> > Menjijikkan...
>> > Melestarikan sesuatu yg sudah jelas2 salah karena alasan "budaya"
>> > dan "tradisi".
>> >
>> > Apalagi sampai pemimpin rakyat turut serta dg alasan "pariwisata".
>> >
>> > Kenapa gak sekalian melestarikan perbudakan dan budaya kanibalisme
>> > juga? Toh itu semua budaya!
>> > Atau Raja punya hak terhadap Istri di malam pertama pernikahan. Atau
>> > perempuan gak perlu sekolah tinggi2 asal tahu masak udah cukup.
>> > Itu juga budaya.
>> >
>> > B udaya
>> > E dan
>> > G enerasi
>> > O rang dulu
>> > (Kalau ada yg mau pakai itu singkatan, silahkan!!!)
>> >
>> > Pelestarian budaya juga harus dipilih2... Jangan karena semua itu
>> > kebiasaan generasi terdahulu lalu dg membabi buta diikuti tanpa
>> > memikirkan baik buruknya dg ilmu yg kita miliki.
>> >
>> > Biarpun gue pemakan sayuran dan daging, gue gak bisa terima
>> > pembunuhan binatang karena alasan seperti yg dilakukan kegiatan di
>> > atas.
>> >
>> >
>> >
>> > Was not sent from iPhone, Windows Mobile, Symbian, Moblin nor
>> > Android device.
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: Sharif Dayan <[email protected]
>> <mailto:centurion.acilius%40yahoo.com>>
>> > Sender: [email protected]
>> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
>> > Date: Thu, 24 Jun 2010 13:48:11
>> > To: \[Indo-StarTrek\]<[email protected]
>> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>>
>> > Reply-To: [email protected]
>> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
>> > Subject: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen
>> > Hawking...)
>> >
>> > Salam Sejahtera...
>> >
>> > --- On Fri, 5/7/10, Ivan Alidjaja <[email protected]
>> <mailto:alidjajaivan%40yahoo.com.au>> wrote:
>> >
>> > > Mr Vulcan baru nongol lagi setelah ratusan tahun hilang di
>> > > delta quadrant.. Bagaimana kabarnya bung?
>> >
>> >
>> > Mohon dimaklumi bahwa selama ini saya mengurangi kegiatan
>> > bertukarsapa di sini, karena saya sekarang berada di 'garis depan',
>> > sebagaimana garis tangan Spock.
>> >
>> > Sejak saya berhenti makan daging (darat, laut dan udara),
>> > sebagaimana juga menjadi cara hidup Vulcan, saya terpanggil untuk
>> > ikut serta dalam gerakan yang membela kehidupan satwa, yang
>> > menderita karena kejahatan manusia selama ini. Panjang ceritanya...
>> >
>> > Saya menuliskan surat ini, karena emmbutuhkan dukungan Anda semua
>> > berkaitan dengan suatu kegiatan yang disebutkan -sebagaimana
>> > tertulis pada poster mereka- "Seni Ketangkasan". 'Seni' yang
>> > dimaksud itu adalah mengadu sampai mati antara anjing dan babi
>> > hutan, yang akan dilaksanakan pada Sabtu (dan Minggu (26-27) Juni
>> > 2010, di Sukabumi.
>> >
>> > Bersama dengan teman2 di 'garis depan', kami mengorganisasikan
>> > perlawanan terhadap hal yang kami anggap biadab itu, melalui
>> > Facebook serta langsung melalui nomor-nomor ponsel penyelenggara.
>> > Kami juga sudah mengisi buku tamu pada situs Polri, serta meminta
>> > dukungan PETA dan membuka halaman petisi yang saat ini sudah berisi
>> > sekitar 700 orang penentang dari berbagai
>> > negara.
>> >
>> > Saya, dengan segala kerendahhatian yang saya miliki, meminta Anda
>> > semua untuk sejenak membaca halaman2 berikut dan kemudian berharap
>> > dukungan untuk ikut serta di dalam gerakan ini, termasuk memajangnya
>> > dalam halama-halaman Facebook/Tweeter atau sejenisnya yang Anda
>> > punyai.
>> >
>> > Ini halaman2 yang saya maksud:
>> >
>> >
>> http://www.facebook.com/notifications.php#!/photo.php?pid=4141956&id=683454751
>>  
>> >
>> >
>> http://www.facebook.com/notifications.php#!/note.php?note_id=443698230287 
>> >
>> > dan akhirnya ini:
>> >
>> > http://www.thepetitionsite.com/5/stop-the-dog-vs-wild-boar-fighting 
>> >
>> >
>> >
>> > Sharif Dayan
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ------------------------------------
>> >
>> > ============[[email protected]
>> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>]===========
>> > [Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community
>> > "...to boldly go where no Indonesian has gone before."
>> > ------------------------------------------------------
>> > Website: http://www.indo-startrek.org 
>> > Forum: http://www.indo-startrek.org/forum 
>> > Twitter: http://www.indo-startrek.org/twitter 
>> > Milis: http://www.indo-startrek.org/yahoogroups 
>> > Facebook: http://www.indo-startrek.org/facebook 
>> > =/\= ================================================= =/\=Yahoo!
>> > Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

============[[email protected]]===========
[Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community
"...to boldly go where no Indonesian has gone before."
------------------------------------------------------
Website: http://www.indo-startrek.org
Forum: http://www.indo-startrek.org/forum
Twitter: http://www.indo-startrek.org/twitter
Milis: http://www.indo-startrek.org/yahoogroups
Facebook: http://www.indo-startrek.org/facebook
=/\= ================================================= =/\=Yahoo! Groups Links


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke