kebetulan ada ibu yg satu ini, ayo Mel, ente aja yg jd EO, pan udah biasa 
ngurusin para potograpers di milis tetangga...  :-)  sekalian cari t4 hunting 
yg aga lain hawanya...
 
les renang dulu ah...
 
 
-melC-
indonikoners yg sgt amat phasive
 


[EMAIL PROTECTED] wrote:halloooo
salam kenal
udah beberapa minggu gabung di sini, tapi selama itu gue cuma jadi pembaca 
aja
tapi sekarang jadi tergelitik untuk ikutan nimbrung juga setelah pada 
heboh backpacking ke karimun jawa
ayo dong diwujudkan
penasaran juga pengen ke sana nih :)

cheers,
Imelda





Caroline Meilany <[EMAIL PROTECTED]>
02/15/2005 02:03 PM
Please respond to indobackpacker


        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        Re: [indobackpacker] Re: [butuh Info] backpacker ke 
KARIMUN Jawa


Asiiikkkk....  kumplit banget nih Om.... makasih looo....

kalo memang ada dari milis yg tertarik dan pengen jadi EO-nya boleh juga 
nih... :-)


-melC-
kompormodeison


Acorbusie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:(Harga2 / biaya yg tercantum 
jgn dijadikan patokan yaa ...)

Pesona Karimunjawa

Memancing Ikan dari Kamar Penginapan

Sejak Kapal Kartini 1 diluncurkan awal Maret 2004 lalu, kunjungan wisata 
ke Karimunjawa terus meningkat terutama pada hari Sabtu dan Minggu. 
Perjalanan Semarang-Karimunjawa yang berjarak sekitar 110 km hanya 
memerlukan waktu 3,5 jam. Pada umumnya wisatawan yang berkunjung karena 
terpesona kondisi bawah laut masih alami. Berikut laporan wartawan Suara 
Merdeka Sri Mulyadi tentang kondisi Karimunjawa akhir-akhir ini dalam 
beberapa tulisan. 

Memancing ikan laut dari kamar tidur kedengarannya memang belum lazim. 
Namun di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, hal itu bisa dilakukan, dan 
kini dikembangkan menjadi pesona baru untuk menarik wisatawan ke pulau 
yang memiliki luas daratan 4 ribu ha dengan penduduk 8.642 jiwa tersebut. 

Bahkan, memancing sambil tiduran di kasur sekalipun dapat dilakukan, 
karena kamar penginapan memang sengaja dibangun di atas perairan lepas, 
perbatasan antara perairan dangkal dan dalam. 

Di depan kamar kedalamannya 3-4 meter, sedangkan sekitar empat meter dari 
kamar tidur kedalaman air mencapai 20 meter. Keindahan terumbu karang dan 
beraneka ikan hias juga terlihat jelas dari teras kamar karena airnya 
sangat jernih.

Konstruksinya dibikin semacam bagang (kerangka bambu yang ditancapkan di 
perairan laut berukuran sekitar 20m x 20m dan di tengahnya diberi jaring 
untuk menangkap ikan). Tiang pancang terbuat dari kayu besi (ulin) dan 
lantainya juga kayu. Sebagian bangunan berada di atas batu karang sehingga 
lebih kokoh dan tidak mengkhawatirkan sekalipun diterjang ombak.

Penginapan itu memang sengaja dibangun di lokasi yang aman. Bila musim 
angin timur, terlindung Pulau Karimunjawa. Namun pada musim angin barat 
atau sering disebut musim paceklik bagi nelayan karena ombak laut besar, 
lokasi itu terlindungi gugusan karang. Jadi meskipun ombak di tengah laut 
besar, sampai di lokasi penginapan sudah kecil dan tidak mengganggu. 

Adapun bila angin datang dari arah selatan, sudah terhalang Pulau 
Menjangan. Di Karimunjawa penginapan seperti itu ada dua tempat. Keduanya 
berada di dekat Pulau Menjangan Besar. Dari dermaga pusat kota Kecamatan 
Karimunjawa, untuk menuju ke lokasi menggunakan perahu motor cuma butuh 
waktu sekitar 5 menit. Dua tempat tersebut juga dilengkapi kolam ikan. 

Tanggul kolam dari batu karang itu diberi pengaman jaring sehingga 
kedalamannya sesuai dengan air pasang-surut. Namun karena airnya jernih, 
semua isi kolam terlihat jelas. Penginapan yang dikelola Ismarjoko Budi 
Santosa itu kolamnya diisi berbagai macam ikan hias dan kura-kura. Di 
penginapan milik Ismarjoko (biasa dipanggil Joko) inilah pengunjung bisa 
memancing dari dalam atau teras kamar tidur karena kedalaman air di depan 
kamar hanya 4 meter dan ikannya banyak.

Kamar yang tersedia delapan buah, masing-masing untuk dua orang. Tiga buah 
dengan kamar mandi di dalam dengan tarif Rp 50.000/malam, dan lima buah 
lainnya kamar mandinya menjadi satu dengan tarif Rp 40.000/malam. Untuk 
sekali makan Rp 12.500 per orang dengan menu ikan laut, juga disediakan 
minuman ringan dan air panas untuk bikin 
kopi atau teh. Televisi atau radio juga ada, namun untuk komunikasi 
telepon harus ke wartel. Handphone (hp) tidak bisa digunakan karena tak 
ada sinyal.

Adapun di penginapan lain yang menurut informasi dikelola oleh Cuming dari 
Semarang, tersedia tujuh kamar dengan tarif dan fasilitas yang sama. Di 
kolam ikannya selain ada kura-kura, pengunjung bisa menyaksikan beberapa 
ikan hiu (di antaranya sepanjang kurang lebih satu meter), ikan kerapu 
yang beratnya sekitar 30 kg, dan ikan bluntak/buntel seberat dua kilogram 
lebih. 

Namun tempatnya lebih dekat daratan, sehingga kurang ideal untuk 
memancing. Dengan tersedianya penginapan seperti itu, bisa dibilang 
Karimunjawa merupakan ''surga'' bagi pecinta lautan. Bagi yang berhobi 
memancing jelas dijamin tak kecewa karena perairan di sekitar kepulauan 
yang ada di Karimunjawa dipenuhi terumbu karang, termasuk di sekitar 
penginapan. 

Di sekitar penginapan yang kedalaman airnya 3-4 meter, ikan yang berukuran 
besar jumlahnya memang tak banyak. Namun pada malam hari banyak juga 
cumi-cumi. Sebab, faktor penerangan di penginapan itu hanya menggunakan 
listrik dari diesel. Pada malam hari biasanya ikan dan cumi-cumi akan 
mendekati tempat yang diterangi lampu, baik 
listrik maupun petromaks. 

Jika mau agak ke tengah, terutama yang berkedalaman di atas 10 meter, ikan 
yang terpancing berukuran agak besar, beratnya antara 0,5 kg - 3 kg. 
''Namanya juga memancing, kadang faktor keberuntungan yang berperan. 
Pernah juga ada tamu yang memancing di sekitar penginapan mendapat ikan 
jenis kakatua seberat sebelas kilogram. 

Namun di perairan dangkal pada umumnya ya cuma dapat ikan kecil,'' ungkap 
Ismarjoko.
Untuk menuju ke ''daerah ikan'' banyak tersedia kapal motor. Yang 
berukuran sedang kapasitasnya 4 atau 6 penumpang, sedangkan yang berukuran 
besar bisa 10 orang lebih. Namun tarifnya untuk ukuran Jawa Tengah 
tergolong agak mahal. Perahu motor sedang sekitar Rp 100.000 - Rp 150.000 
per paket (4-5 jam), sedangkan yang besar Rp 200.000 per paket. Namun soal 
tarif itu masih bisa dikompromikan, bergantung pada sepi atau ramainya 
pengunjung yang memanfaatkan perahu. Untuk paket satu hari, pagi sampai 
sore, perahu besar bisa ditawar sampai Rp 300.000.

Sebagai perbandingan, sewa perahu berukuran besar di Pantai Kartini Jepara 
berkisar Rp 125.000 - Rp 150.000 per hari, biasanya berangkat pukul 05.00 
dan kembali pada pukul 15.00 (10 jam). Di Semarang, dengan ukuran perahu 
dan waktu yang sama, tarifnya sekitar Rp 200.000 per hari.

Tentang peralatan pancing, toko-toko di ibu kota kecamatan (dekat dermaga) 
itu banyak yang menyediakan. Tetapi walesan (tangkai pancing) yang 
tersedia pada umumnya sangat sederhana karena warga setempat sudah 
terbiasa memancing tanpa walesan. Cukup menggunakan gulungan senar, 
pancing, dan bandul timbal. Umpannya menggunakan cumi atau ikan kecil yang 
dipotong-potong. Semua itu bisa dibeli dari beberapa penampung ikan, 
termasuk Joko (panggilan akrab Ismarjoko). 

Umpan berupa udang mati atau hidup termasuk langka, sebab di Karimunjawa 
jarang ada tambak udang. Sebab di samping kadar garam air lautnya terlalu 
tinggi, tanahnya juga berpasir sehingga tak cocok untuk tambak udang atau 
bandeng. Pembudidayaan udang atau bandeng memang cuma cocok dilakukan di 
tambak yang berair payau dan berlumpur.

Berkait dengan kondisi itu, untuk memancing ikan permukaan seperti jenis 
jolong memang sulit, kecuali disiasati dengan menggunakan umpan ikan kecil 
hidup. Adapun untuk ikan jenis tengiri atau barakuda, umpan menggunakan 
ikan sintetis dengan ditarik perahu/dikalar. 

Pemancing dari luar daerah, biasanya membawa udang hidup (baik udang 
tenger maupun udang putih) dari Semarang atau Jepara dengan dimasukkan 
boks khusus, foam, dan ember dengan diberi airator (gelembung udara untuk 
menyuplai oksigen). Bisa juga dimasukkan plastik berisi air payau dan 
dimasuki oksigen.

Di Kecamatan Karimunjawa terdapat 27 pulau, yakni Pulau Karimunjawa, 
Kemujan, Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Besar, Cemara Kecil, 
Gleyang, Burung. Pulau Bengkoang, Parang, Nyamuk, Kembar, Katang, Krakal 
Besar, Krakal Kecil, Sintok, Mrican, Pulau Tengah, Pulau Pinggir, Cilik, 
Gundul, Seruni, Tambangan, Genting, Cendekian, Kumbang, dan Pulau 
Mencawakan (ada yang menyebut Menyawakan). 

Di antara pulau-pulau itu, yang berpenghuni baru Pulau Karimunjawa, Pulau 
Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil.

Mencawakan. Antara Pulau Karimunjawa dan Kemujan, kini sudah terhubungkan 
dengan jembatan. Khusus Pulau Gundul, selama ini biasa digunakan untuk 
sasaran tembak dalam latihan militer. 


Homestay sambil Menikmati Ikan Bakar
Pengunjung yang merasa tidak nyaman tidur di kamar tengah laut, bisa 
homestay atau numpang tidur di rumah penduduk Karimunjawa, sambil 
menikmati ikan bakar. Tetapi meskipun istilahnya numpang tidur dan kamar 
yang disediakan menjadi satu dengan pemilik rumah, tamu tetap harus 
membayar.

Di Ibu Kota Kecamatan Karimunjawa terdapat 16 rumah yang dijadikan 
homestay dan dapat menampung 150 orang lebih. Tarif tiap kamar rata-rata 
Rp 35.000 - Rp 40.000/malam. Jika dengan makan, menjadi Rp 12.500/orang 
sekali makan. Menunya bisa pesan kepada pemilik rumah.

Misalnya di rumah Bu Sri, sebelah kanan Kantor Telkom, menu yang 
ditawarkan layaknya di restoran. Yakni ikan bakar/goreng, cumi-cumi, ayam 
saos tiram, kopi susu, es rumput laut, jus kelapa muda, bahkan ada rujak. 

Juga disediakan halaman khusus yang diteduhi pohon mangga dan diberi 
''lincak'' bambu untuk tempat duduk. Dilengkapi pula peralatan untuk 
membakar ikan, sehingga sangat cocok bagi rombongan yang ingin ramai-ramai 
membakar ikan sambil menikmati udara bebas Karimunjawa. Suasana numpang 
tidur di rumah penduduk itu memang tidak sesantai 
atau sebebas di penginapan umum,karena kita menyatu dengan keluarga 
pemilik rumah. 

Namun, pada umumnya keluarga pemilik rumah sudah membiasakan diri menginap 
di rumah saudara. Tamu yang ingin memasak sendiri, juga bisa. Bahkan, ada 
''petugas'' yang menemani ngobrol atau sebagai pemandu para tamu. 

Letak rumah untuk homestay memang strategis, di ibu kota kecamatan. Dekat 
pasar, toko-toko kelontong, kantor telepon, dan kantor kecamatan. Toko 
cendera mata juga ada. Toko ini pada umumnya menjual kaus atau 
barang-barang dari kayu stigi atau dewandaru (kayu khas Karimunjawa). 
Sarana telepon memang vital, karena di Karimunjawa tak ada sinyal, 
sehingga handphone (HP) tak berfungsi.

Dari rumah homestay ke dermaga rakyat, juga tidak jauh, hanya beberapa 
ratus meter. Di dermaga ini berjajar perahu motor yang berukuran kecil 
(4-6 penumpang) dan perahu besar (di atas 10 penumpang), sehingga 
memudahkan pengunjung yang ingin berpesiar 
laut.

Ada dua dermaga di Karimunjawa, yakni dermaga rakyat dan ASDP (angkutan 
sungai, danau, dan penyeberangan). Pengunjung yang menggunakan kapal motor 
cepat Kartini I atau Kapal Muria, turun di dermaga ASDP. Untuk menuju ke 
penginapan atau tujuan lain, bisa menggunakan angkutan umum, mobil, atau 
becak. Ongkos naik becak sekitar Rp 5.000, sedangkan mobil Rp 
25.000/angkatan atau sekali jalan. Tersedia 14 becak dan 10 mobil.

Di Kecamatan Karimunjawa yang membawahkan tiga kelurahan (Karimunjawa, 
Kemujan, dan Parang) tersebut, juga tersedia losmen dan wisma wisata yang 
dikelola Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara. Di wisma ini tersedia enam 
kamar, dengan masing-masing dua tempat 
tidur. Empat kamar berfasilitas kipas angin, dengan tarif Rp 50.000/ kamar 
semalam. Dua kamar ber-AC Rp 90.000/kamar. Ongkos sekali makan Rp 
12.500/orang.

''Kami juga menyediakan kapal motor berlantai tembus pandang, untuk 
menyaksikan terumbu karang. Setelah para pengunjung melihat keindahan 
terumbu karang, kami drop ke Pulau Menjangan Kecil untuk menikmati 
keindahan laut. Misalnya berenang di pantai, memancing, berjemur, 
menyelam, atau sekadar santai di pulau sambil menikmati kelapa muda. 
Biayanya per orang Rp 30.000, waktunya dari pukul 08.00 hingga 12.00,'' 
ungkap Muchlis, salah seorang petugas di wisma wisata.

Kecamatan Karimunjawa dihuni beberapa etnis. Yakni etnis Jawa, Madura, 
Bugis (Sulawesi Selatan), Buton (Sumatera Selatan), dan Bajau dari 
Sulawesi Utara. Khusus perkampungan Bugis di Dusun Batulawang, Kelurahan 
Kumujan, mendapat banyak perhatian wisatawan. 

Jumlah mereka 300-400 orang, dan pekerjaan utama sebagai nelayan. Sebagian 
ada yang bertani kelapa, mete, dan cengkih. ''Di antara mereka ada juga 
yang kawin dengan penduduk asli,'' ungkap Ismarjoko, salah seorang 
pengusaha penginapan di Karimunjawa.

Pada umumnya para nelayan pendatang tersebut mempunyai ketangguhan di 
laut. Meskipun ombak besar, mereka tidak kesulitan menjual hasil 
tangkapannya ke Jepara. Biasanya mereka tidak menjual ikan di tempat 
pelelangan ikan (TPI), tetapi langsung ke pengepul.

Mereka juga dikenal andal menyelam, sehingga sangat cocok dengan kondisi 
perairan laut Karimunjawa. Sewaktu perburuan ikan lemak (mirip gurami atau 
ikan kakatua) masih marak karena nilai jualnya tinggi (Rp 100.000 - Rp 
200.000/ kilogram), mereka mendominasi hasil tangkapan. Namun perburuan 
itu sekarang jarang, karena dilarang pemerintah. Cara penangkapan yang 
menggunakan bahan kimia seperti sianida (apotas), dapat merusak terumbu 
karang dan mengakibatkan ikan jenis lain mati.

Untuk menangkap ikan lemak, nelayan harus menyelam di bebatuan karang. 
Ikan yang terperangkap di bebatuan karang disemprot dengan bahan kimia. 
Setelah teler/keracunan, ikan ditangkap untuk dimasukkan ke tempat 
karantina yang airnya tidak tercemar. Setelah 
sehat kembali, barulah ikan laku dijual dengan harga tinggi. Jika mati, 
nilai jualnya tidak berbeda dari jenis ikan lainnya. Ikan lemak ini memang 
khusus untuk konsumsi ekspor.

Perburuan ikan hias dan tumbuhan laut seperti jamur mangkok untuk 
keperluan akuarium air laut, kini juga dilarang. Perburuan ini juga 
dianggap merusak lingkungan. Kalaupun sekarang di Jepara masih banyak 
jamur mangkok dan ikan hias seperti clownfish/ikan badut, itu karena 
memang ada beberapa nelayan yang nekat. Petugas dari perlindungan alam dan 
aparat kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa, karena di Kecamatan 
Karimunjawa terdapat 27 pulau dengan luas perairan 104.592 hektare. 
Sehingga mungkin saja perburuan ikan hias atau tanaman laut di pantai 
pulau yang jauh dari Karimunjawa, dan 
langsung dijual ke penampung di Jepara. Bisa juga dikarantina di pantai 
salah satu pulau, dan setelah terkumpul baru dikirim ke pembeli.

Hambatan para pengusaha dalam mengembangkan penginapan di Karimunjawa, 
jelas Ismarjoko, adalah modal. Bunga pinjaman bank yang rata-rata tiga 
persen per bulan, cukup memberatkan. Karena itu, dia berharap pemerintah 
ikut membantu memecahkan dengan memberikan subsidi atau kredit lunak 
berbunga rendah.

''Di sini semua bahan bangunan serba mahal, karena harus didatangkan dari 
Jepara. Misalnya semen per sak (50 kg) yang di Jepara seharga Rp 29 ribu, 
di Karimunjawa Rp 37 ribu. Upah tenaga kerja juga tinggi antara Rp 30 
ribu-Rp 45 ribu per hari. Untuk pengadaan sebuah kamar dan isinya di 
penginapan tengah laut, kami membutuhkan dana sekitar Rp 8 juta,'' 
ungkapnya.

Pengunjung dari Semarang yang ingin ke Karimunjawa, bisa menggunakan Kapal 
Motor Cepat Kartini I. Berangkat hari Sabtu dari Pelabuhan Tanjung Emas 
pukul 09.00, dengan harga tiket kelas eksekutif Rp 75 ribu dan bisnis Rp 
65 ribu, belum termasuk tiket masuk pelabuhan. 

Yang membedakan kelas tersebut, untuk bisnis di dek I (dek bawah) tanpa 
jendela dan eksekutif di dek II (dek atas) ada jendela. Namun kedua dek 
penumpang tersebut sama-sama ber-AC. Sedang buritan digunakan untuk 
barang. 

Jarak Semarang-Karimunjawa yang sekitar 110 kilometer ditempuh dalam waktu 
3,5 jam, berangkat jam 09.00 dan tiba pukul 13.30. Pada musim angin timur 
seperti sekarang ini gelombang tidak begitu besar, sehingga kapal seharga 
Rp 15 miliar lebih dan berbobot 150 ton dengan kapasitas penumpang 168 
orang tersebut, bisa melaju dengan tenang. Kapal tersebut dibeli secara 
patungan antara Pemprov Jateng dan Pemkab Jepara. Modal Pemprov Rp 14 
miliar lebih dan Pemkab sekitar Rp 1 miliar.

Saat ini jadwal pelayaran Semarang-Karimunjawa seminggu sekali, yaitu hari 
Sabtu. Sedang Karimunjawa-Semarang hari Minggu pukul 14.00 dan tiba di 
Pelabubuhan Tanjung Emas jam 15.30. Sedang untuk Jepara-Karimunjawa 
berangkat hari Minggu jam 09.00 dan Senin pukul 10.00. Sedang 
Karimunjawa-Jepara, Sabtu jam 14.00 dan Selasa pukul 09.00. Jarak 
Jepara-Karimunjawa yang sekitar 90 kilometer ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Untuk Kapal Muria yang berkapasitas sekitar 300 penumpang hanya menempuh 
rute Jepara-Karimunjawa PP. Dari Jepara hari Rabu dan Sabtu pukul 09.00, 
sedang Karimunjawa-Jepara hari Senin dan Kamis pukul 09.00. Harga tiketnya 
untuk kelas ekonomi Rp 17 ribu dan VIP Rp 26.500, dengan waktu pelayaran 
enam jam.


Disediakan Pesawat untuk Jemput Tamu
Pengunjung yang menginginkan tempat menginap lain, di samping menumpang di 
rumah warga atau penginapan tengah laut, di Karimunjawa juga ada 
"Kura-kura Hotel". Bangunan tersebut milik Pemprov Jateng, namun saat ini 
dikontrak oleh biro wisata Kura-kura Resort. Di tempat itu disediakan 
tujuh buah kamar dan tiga bungalo. Setiap bungalo terdiri atas dua kamar 
sehingga keseluruhan bisa menampung 36 orang. Juga disediakan tempat tidur 
ekstra.

Kamar yang berfasilitas AC saat ini tarifnya Rp 133.100 dan yang berkipas 
angin Rp 87.400. Makan empat kali Rp 96.000/ orang (perhitungan tarif 
menggunakan standar dolar AS). "Untuk makan paketnya dihitung empat kali 
karena biasanya tamu datang Sabtu siang 
dan pulang Minggu siang," ungkap Abdul, karyawan hotel tersebut.

Wisatawan asing yang ke Karimunjawa pada umumnya menggunakan jasa 
Kura-kura Resort. Biro wisata "berkelas" dan merupakan satu-satunya di 
Karimunjawa itu fasilitasnya lebih lengkap. Wisatawan biasanya dijemput 
dengan pesawat terbang jenis Cessna 172 M yang berkapasitas tiga penumpang 
dan Cessna 402 B untuk penumpang minimal enam orang.

Mereka langsung dijemput di Bandara Adisumarmo Solo dan Adisucipto 
Yogyakarta pada pukul 08.00. Adapun yang turun atau berangkat dari 
Semarang dijemput pada pukul 08.30. Perjalanan dari Solo atau Yogyakarta 
ke Karimunjawa dengan Cessna 127 M ditempuh dua jam, jika menggunakan 
Cessna 402 B cukup satu jam. Dari Semarang sekitar 45 menit dan 35 menit. 
Dari Lapangan Terbang Dewandaru Karimunjawa wisatawan diantar dengan kapal 
motor ke Pulau Menyawakan (ada juga yang menyebut Mencawakan). 

Penerbangan dari Solo, Yogya, atau Semarang, bergantung pada permintaan. 
Kalau musim liburan seperti pada 9 - 11 Juli lalu, wisatawan yang datang 
ke Karimunjawa mencapai 32 orang. Pada bulan Juni 55 orang, dan pada 
hari-hari nonliburan 40-50 pengunjung per 
bulan. Kebanyakan dari Korea, yaitu pasangan yang berbulan madu," ungkap 
Helmi, karyawati Kura-kura Resort di kantor pusatnya di Jepara.

Wisatawan yang menggunakan kapal motor cepat Kartini I atau kapal Muria 
dijemput di Karimunjawa dan ke Pulau Menyawakan menggunakan perahu motor 
kayu. Di Pulau Menyawakan tersedia lima bungalo VIP dan 10 deluxe yang 
semuanya bisa menampung 30 pengunjung.

Untuk paket dua hari satu malam, yang tidak menggunakan pesawat tarifnya 
77 dolar AS atau sekitar Rp 693.000, dan yang dijemput pesawat 137 dolar 
(Rp 1.233.000). Bila ditambah paket diving atau menyelam, nonpesawat Rp 
187 dolar (Rp 1.683.000) dan yang dijemput pesawat 247 dolar atau kurang 
lebih Rp 2.223.000.

Wisatawan yang pernah ke Karimunjawa pada umumnya mengagumi kehidupan 
bawah laut yang alami banget. Selain itu, suasananya tenang. Di Pulau 
Menyawakan tidak ada telepon kabel ataupun HP. Komunikasi hanya bisa 
dilakukan dengan HT," kata Helmi.

Nita, juga karyawati Kura-kura Resort menambahkan, pihaknya juga melayani 
kursus diving atau menyelam. Saat ini seorang instruktur dan dua 
asistennya berasal dari Swedia. Biaya kursus untuk kategori bersertifikat 
(4 hari 3 malam) biayanya 320 dolar atau sekitar Rp 
2.880.000. Untuk tingkat pemula (2 hari 1 malam) 75 dolar atau kurang 
lebih Rp 975.000. Materi kursus untuk pemula selain teori, tayangan video, 
juga praktik di kolam renang dan perairan laut. 

Lokasi yang dipilih biasanya sekitar Pulau Cemara Besar yang kedalaman 
airnya sekitar 12 meter. Bagi pengunjung yang tidak hobi menyelam 
disediakan fasilitas kolam renang air suling. Untuk yang hobi memancing, 
sekitar 200 meter dari pantai Pulau Menyawakan merupakan lokasi yang 
ideal, kedalaman airnya sekitar 15-20 meter. Ikan yang terpancing biasanya 
bermacam jenis kerapu (termasuk kerapu merah) dan badong. Banyak juga 
jenis 
ikan hias seperti triger dan capung kepodang, beratnya rata-rata 0,5 
kilogram. 

Wisatawan nonpaket biro wisata bisa menyewa peralatan menyelam lewat 
Muchlis, petugas wisma wisata atau Ismarjoko, pengusaha penginapan di 
tengah laut. Untuk snorkel sewanya sekitar Rp 30 ribu/paket, pukul 08.00 - 
12.00. Peralatan lengkap, termasuk tabung oksigen, sewanya Rp 250.000 - Rp 
300.000. Jika memerlukan jasa pembimbing, 
tarifnya sekitar Rp 150.000/paket.

Tiap tabung oksigen bisa untuk penyelaman selama satu jam. Sewa peralatan 
menyelam memang agak mahal karena harga peralatan juga tinggi, sekitar Rp 
15 juta per set. Pengisian oksigen dapat pula dilakukan di Karimunjawa, 
biayanya Rp 40.000 per tabung," ungkap Muchlis.

Di samping homestay, menyelam, memancing, menikmati keindahan terumbu 
karang dan ke perkampungan Bugis (jaraknya sekitar 25 km dari dermaga ASDP 
Karimunjawa), pengunjung yang datang tak sedikit pula yang melakukan 
ziarah ke makam Syeh Amir Khasan atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan 
Nyamplungan. Tokoh yang dimakamkan di lereng perbukitan Karimunjawa 
tersebut adalah anak dari Sunan Muria.

"Peziarah datang dari berbagai daerah dengan maksud bermacam-macam pula. 
Orang yang permintaannya terkabul biasanya datang kembali untuk mengadakan 
selamatan," ungkap Harinto, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan 
Jepara.

Karimunjawa juga dihuni beberapa hewan langka, di antaranya elang, ular 
kobra, rusa, dan penyu. Khusus untuk menyelamatkan penyu, dibentuk 
Kelompok Pelestari Penyu Karimunjawa yang diketuai Ismarjoko Budi Santosa. 
Tugas kelompok itu di samping memberikan penyuluhan tentang arti penting 
penyelamatan penyu, juga melakukan pembesaran anak penyu.

Jika ditemukan lokasi bertelurnya penyu, tempat tersebut diberi tanda dan 
pagar keliling sehingga pada saat telur penyu menetas 60 hari kemudian, 
anakannya tidak langsung ke laut lepas. Anakan penyu tersebut diambil 
untuk dimasukkan ke kolam pembesaran. 

"Kalau telur dibiarkan tanpa perlindungan risiko kematian sangat besar. 
Pada saat menetas anakan penyu banyak yang dimakan predator seperti 
biawak, kepiting, dan burung," ungkap Ismarjoko.

Jenis penyu yang hidup di perairan Karimunjawa adalah penyu sisik dan 
hijau. Rata-rata beratnya 11-15 kg/ekor, namun ada juga yang mencapai 
berat 30 kg. Nelayan setempat saat ini kesadarannya sudah cukup tinggi 
dalam upaya penyelamatan. Kalau kebetulan ada yang tersangkut jaring, oleh 
nelayan yang bersangkutan penyu itu diserahkan kepada Kelompok Pelestari 
Penyu dan sebagai bentuk penghargaan, kelompok itu memberikan kaus 
kenang-kenangan.

Untuk anakan penyu yang diperhitungkan sudah kuat bertahan hidup di 
perairan lepas, dilakukan acara pelepasan sekaligus dijadikan objek untuk 
menarik wisatawan ke Karimunjawa. Saat ini di kolam pembesaran terdapat 
sekitar 200 ekor anakan penyu. Selama di kolam tersebut penyu-penyu itu 
diberi makanan berupa pelet atau cacahan daging ikan.

Berdasar pengamatan, kehidupan bawah laut di Kepulauan Karimunjawa 
(meliputi 27 pulau), sudah cukup kuat untuk menarik perhatian wisatawan 
Nusantara (wisnu) dan wisatawan mancanegara (wisman). 

Sarana dan fasilitas yang tersedia juga sudah memadai, bahkan lebih. 
Buktinya, tamu bisa langsung dijemput pesawat karena di Karimunjawa sudah 
ada lapangan terbang.

Untuk menikmati keindahan kehidupan bawah laut di Pulau Sipadan yang sudah 
mendunia, fasilitas yang tersedia tidak selengkap dan semudah di 
Karimunjawa. Untuk pergi ke pulau yang dulu disengketakan antara 
Indonesia-Malaysia (akhirnya dimenangkan Malaysia) itu, dari Kualalumpur 
harus naik pesawat ke Kinabalu dan pindah pesawat lagi ke Tawau. 

Dari Tawau harus melalui perjalanan darat sekitar 3 jam untuk menuju 
Pantai Semporna. Dari Semporna ke Sipadan naik perahu motor sekitar satu 
jam. Di Pulau Sipadan yang luasnya hampir sama dengan Pulau Menyawakan 
(Karimunjawa) itu cuma terdapat bungalo-bungalo yang sederhana.

Adapun untuk ke Karimunjawa, dari Jakarta atau bandara lain di Indonesia 
maupun luar negeri, pengunjung bisa langsung ke Bandara Solo, Yogyakarta, 
atau Semarang. Dari Bandara tersebut wisatawan langsung dijemput pesawat 
untuk diantar ke lokasi. Pengunjung juga bisa naik kapal motor cepat dari 
Semarang atau Jepara. Dari Semarang 
butuh waktu 3,5 jam dan dari Jepara 2,5 jam.

Sarana penginapan yang tersedia juga sudah memadai dan bervariasi. Ada 
penginapan di tengah laut, numpang di rumah warga, wisma wisata, atau 
hotel. Masyarakat setempat pun ramah terhadap siapa saja yang berkunjung. 
Daerahnya juga sangat aman, bahkan nyaris tidak pernah ada 
gangguan/keributan.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned 
immediately"



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
document.write('');

---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.

[Non-text portions of this message have been removed]



Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned 
immediately"



Yahoo! Groups Sponsor

ADVERTISEMENT



Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



[Non-text portions of this message have been removed]



Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
document.write('');

---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke