New York, Kamis
Kalangan industri swasta di Amerika Serikat mendukung Prokotol Kyoto meski Pemerintah AS sendiri tidak mau ikut dalam perjanjian mengenai upaya pencegahan pemanasan global. ��� "Sementara pemerintah AS menolak Protokol Kyoto, banyak individu di negara tersebut siap mengurangi efek gas rumah kaca sesuai dengan semangat konvensi ini," kata� Direktur Eksekutif Badan PBB untuk Program Lingkungan (UNEP) Klaus Toepfer dalam pernyataannya di Markas PBB, Rabu (16/2). ��� Di bawah Protokol Kyoto, negara-negara industri diminta untuk mengurangi kadar emisi dari enam jenis gas rumah kaca selama lima tahun mendatang, mulai 2008 hingga 2012 hingga di bawah level tahun 1990. ��� Enam gas rumah kaca yang terjadi akibat kegiatan manusia tersebut adalah karbon dioksida (CO2), metana, nitrous oksida, hydrofluora- karbon, perfluora karbon, dan sulfur heksafluorida. ��� Sejauh ini sudah 128 negara yang telah meratifikasi Protokol Kyoto. Uni Eropa dan Jepang, misalnya, siap mengurangi kadar emisinya hingga delapan persen dan enam persen. Namun Amerika Serikat yang disebut- sebut sebagai negara paling banyak menghasilkan emisi gas rumah kaca justru belum mau ikut dalam Protokol Kyoto tersebut. ��� Bagi sejumlah negara memenuhi target Protokol Kyoto merupakan tantangan berat yang memerlukan kebijakan dan pendekatan baru.Toepfer sendiri kini dituntut untuk dapat menyelamatkan target Protokol Kyoto meskipun tanpa keikutsertaan Pemerintah AS. ��� Namun ia tetap optimis karena kalangan pengusaha juga aktif dalam upaya mencegah pemanasan global dan Pemerintah AS juga mempromosikan efisiensi penggunaan energi serta memberi alternatif seperti hidrogen dan energi matahari. ��� Saat ini hanya tinggal empat negara industri yang belum meratifikasi Protokol Kyoto, yakni Australia, Liechtenstein, Monaco dan Amerika Serikat. ��� Menurut penelitian ilmiah, peningkatan suhu global akibat emisi gas buang dan gas rumah kaca bisa berdampak pada perubahan iklim, kualitas air, perputaran musim dan ekosistem. Para peneliti sudah mendeteksi pengingkatan suhu global, termasuk di antaranya berupa penyusutan gletser di pegunungan, di laut es Arctic dan Antartika, penyusutan lapisan es di laut dan sungai-sungai, musim panas yang lebih lama, dan perubahan jadwal migrasi burung-burung.(Ant/Dna) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
