Betul sekali... diseputaran jam gadang kudu sempetin makan nasi kapau asli sana. Tentunya setelah dari Panorama ngarai sianok.
Sedikit tambahan, di padang, di kota padangnya sudah banyak travel (sejenis sewa mobil harian gitu) mobilnya kalo ngga kijang ya panther, sehari 300 ribu saja. Bisa diajak untuk keliling sumbar seharian. Sebenernya daerah wisata utama sumbar itu hanya beradius 30-50 km dari bukittinggi. Kebenerannya juga libur minggu kemaren saya juga mirip rute bang gunadi. Dari bandara tabing udah dijemput oleh travel, yang udah di book dari jakarta. Dari padang ke arah bukittinggi berhenti dulu ke lembah anai (ini yang dibilang bonus air terjun di pinggir jalan) disitu bisa berhenti dulu, banyak jajanan, dan bahkan ada resto enak juga disitu. Abis itu lanjut ke Maninjau, turun melewati kelok 44 itu, berhenti bentar di mesjid tempat buya hamka dulu besar dipinggir danau maninjau. Sayang pemandangan tidak bersih karena adanya asap tebal dari kebakaran riau... Trus lanjut ke ngarai sianok lewat bawah (lewat dasar ngarai yang berpasir putih itu). Nongol2 udah di panorama bukittinggi, seputaran Jam Gadang, dan gua jepang. Habis dari bukitting lanjut ke payakumbuh, singgah dulu ke suatu tempat wisata kolam ikan besar (ikan seukuran anak2 kebo), nama daerahnya lupa... Di Payakumbuh ada beberapa tempat, selain kota payakumbuh dengan pasarnya yang khas, juga ada Air Batang Tabit, ini semacam tempat kolam renang dengan air alami nya bening banget, suply air tiada henti dari danau singkarak lewat jalur sungai alami bawah tanah. Habis dari situ sebenernya masih mau lanjut ke lembah harau, disini kita akan disuguhi pemandangan tebing2 batu 90 derjat dan beberapa air terjun.. ada fasilitas tangga juga kalo mau ke puncak tebing, tapi karena sudah magrib diputuskan langsung pulang ke daerah asal saya di Limbanang, suliki, sekitar 20km dari payakumbuh. Kembali merasakan ademnya pedesaan yang berlokasi di bukit barisan di 700- 800 meter DPL . Sepanjang perjalanan saya pake gps eTrex yellow, yang berminat waypoint untuk rute2 yang saya tempuh diatas boleh nanti saya bagi, Sayang karena keterbatasan memory, track route nya ngga semua kerekam. Salam, Sani --- In [email protected], "ewing_eyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau ke Jam Gadang cuma lewat doank memang kurang asik... > coba nginapnya disekitar sini....malam nongkrong di jam gadang yg > gemerlap dan banyak jajanan, paginya jalan-jalan ke ngarai > sianok/lembah anai yg cuma bbrp langkah dari sini...pemandangannya > bagus, masih berkabut !! > Alasan Pemda biasanya....kurang biaya utk promosi...jadi undangannya > gak nyampe ke investor :) pdhal investor yg bisa nyediakan > infrastruktur.... > > salam, > erwin > > > --- In [email protected], "Gunadi" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > "Harpitnas" kemarin, saya jalan-jalan ke Sumatra Barat (Padang). > > Kenapa juga belum ada investor yang tertarik mengembangkan wisata di > sana, yaa...? Sorry cuma penasaran saja! Siapa tahu ada rekan yang > tertarik berinvestasi ke sana. > > > Kotanya biasa saja tapi bersih. Dari Pariaman balik ke Padang dan > nginap di Padang. > > > KENAPA PEMDA SUMBAR TIDAK MENGGALAKAN PARIWISATA? KENAPA, > YAAA.......? (mungkin ada urang awak yang bisa ngejawab) > > > > Salam pariwisata, > > goen ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
