Cerita ini saya katagorikan 'hard news' bukan feature soalnya singkat, padat 
dan subyektif. Ngga seperti Mas Krisna atau ttg Chinatown di Batavia.  Mohon 
sarannya !

http://ambarbriastuti.blogspot.com/

Tube, Metro dan MRT : Ngerasain Naik Kereta di Tiga Negara

Sejak di Indonesia saya paling hobby naik KA. Cuma terakhir kali kapok naik 
eksekutif Yogya-Jakarta. Alasannya : AC-nya terlalu dingin akibatnya masuk 
angin ngga keruan. Hingga saya putuskan naik kereta ekonomi saja yang murah 
meriah dan asyiikkk. Ngga ngemplang tiket tapi buat bisa tidur, sambil bawa 
mat buat tidur di lantai. Biasanya barengan dengan pekerja-pekerja yang 
kadang ceritanya lugu, mengharukan dan menggelikan.

Itupula yang membuat saya pengen ngerasain naik kereta di Inggris. Nama 
populernya Tube cuma di simbol resminya bernama Underground. Jalur ini 
memang paling tua dan tersibuk di dunia. Dibangun sekitar akhir 1850an 
hingga masih digunakan hingga sekarang. Tube hanya melayani London dan 
sekitarnya. Awalnya menggunakan batubara hingga akhirnya menjadi sistem 
listrik yang modern.

Sesuai dengan namanya, tube hanya bisa diakses lewat bawah tanah. Lihat aja 
tanda lingkaran dengan dua garis merah memotong plus tulisan UNDERGROUND di 
jalan. Map system-nya juga enak diikuti. Gampang banget.

Untuk beli tiketnya bisa elektronik dengan uang atau card. Tapi kalo 
jalurnya agak kompleks ada counter pegawai yang bisa menolong. Untuk 
mudahnya waktu itu saya langsung ke counter dan beli 'one day ticket' 
seharga �4.10. Tiket harus dimasukkan ke mesin pembaca dan harus tetep 
disimpan kalo ingin melakukan multiple journey. Pernah tiket saya kelipet 
ngga sengaja yang mengharuskan saya menjelaskan ke penjaga mesin di tiap 
stasion karena tiket ngga bisa dibaca.

Keretanya sendiri sedikit tua. Yah masih bagusan Jabotabek kita walau lebih 
bersih dan vandalisme ngga gila2an. Agak berisik terutama karena sistem 
akustiknya ngga diperbaharui. Jangan harap ada AC disini. Makanya kalo musim 
panas di London yang penuh dengan turis kebayang sumpeknya. Untuk musim 
dingin memang ada heater tapi sebenarnya sistem self heating underground 
cukup bagus (inget makin ke dalam bumi tanah makin anget). Makanya dihindari 
naik tube pas musim panas. Sesak napas.....Juga hindari jam-jam sibuk ketika 
awal kantor dan selesai kantor. Bakalan seperti sarden di kaleng.

Layanan yang lebih bagus ada di Paris dengan Metro-nya. Agak mirip dengan 
tube tapi fasilitasnya lebih lengkap. Kereta lebih baru dan bersih, vandals 
ngga banyak-banyak amat juga ruangan yang lebih lebar. Ngga berisik karena 
railnya lebih lebar dan tertata. Menariknya saya menemui kereta dengan 
memakai ban karet untuk meredam suara. Harga tiket sama saja tapi saya lebih 
suka membeli per jalur yang harganya sekitar 1euro karena kami jarang pulang 
balik dengan kereta.

Map system-nya juga mirip banget hingga saya ngga ada kesulitan membaca 
rute-rute yang saya inginkan. Di setiap petunjuk pasti ada tanda METRO yang 
mengindikasikan itulah akses ke kereta bawah tanah. Uniknya Metro ini ngga 
sesibuk Tube di London. Biasa aja. Mungkin kalau pas musim ramainya turis 
barulah terasa. Tersibuk yang saya alami adalah hari Minggu ketika banyak 
penduduk luar Paris yang ingin jalan-jalan ke ibukota. Itupun ngga sesumpek 
seperti di Tube.

Uniknya hanya di Singapore-lah saya bisa menikmati naik kereta. MRT atau 
Mass Rapid Transport sangat bersih, ber-AC, rapi dan nyaman. Keretanya pasti 
dibawah usia 10 tahun dengan pengaman pintu yang membuka dan menutup 
otomatis. Layanan seperti ini hanya saya temui di Inggris di airport transit 
yang semuanya serba elektronik.

Satu hal yang juga membedakan adalah sistem ticketing yang otomatis. Tinggal 
beli EZ link card tanpa perlu menunjukkan kartu identitas. Kartu pertama 
biasanya seharga Sing$15 yang bisa untuk seharian. Kartu ini dipakai juga 
untuk bis dengan sistem yang mirip. Taruh diatas scanner baca full taripnya. 
Kalo kita akan exit dari stasion kita tap lagi di scanner dan terlihat tarip 
sesungguhnya. Mapping juga lebih simple karena hanya ada 3 jalur plus 2 LRT

Sistem seperti ini ngga saya temui di negara Eropa. Walau saya baca di Tube 
ada tiket yang seasonal tapi si pemegang hanya dikirimi tiket harian per 
bulannya. Kuno banget ya... Sebagai bangsa Asia saya bangga banget dengan 
kemajuan tekno kita. Cuma ada yang saya rindukan kalo naik kereta. Cerita 
dan candaan sesama pekerja, juga kesetiakawanan lebih hangat di Indonesia 
ketimbang di tiga negara tsb. Orang cenderung ngga gubris urusan orang lain. 
Suatu waktu saya ingin menikmati KA Yogya-Jakarta senja Ekonomi lagi.....




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke