PETISI PEMBEBASAN PAJAK FISKAL PERJALANAN LUAR NEGERI

TITIK TOLAK ARGUMEN DAN ALASANNYA




Berangkat dari penolakan pemerintah terhadap pembebasan biaya fiskal bagi 
penduduk Indonesia merupakan pengingkaran akan sejarah, perjanjian regional dan 
keputusan yang dibuat pemerintah sendiri. 


1. Keppres No.28/1990 tentang Kebijakan Pemberian Surat Keterangan Fiskal Luar 
Negeri yang diterbitkan pemerintah di era Soeharto adalah untuk memberikan 
tambahan penghasilan di sektor pajak non migas. Keppres ini diterbitkan sebagai 
upaya pemerintah menertibkan menjamurnya upaya pengiriman tenaga kerja di 
sektor unskilled labour ke beberapa negara ASEAN. (Bambang Putratama Buletin 
Puslitbang TK No. 2/XVII/2004). Jadi bukan ditujukan khusus untuk wisatawan 
Indonesia yang akan keluar negeri.


2. Di skala regional, Indonesia mengingkari perjanjian VIENTIANE DECLARATION ON 
ENHANCING ASEAN TOURISM COOPERATION BY THE ASEAN TOURISM MINISTERS FEBRUARY 
2004 yang ditandatangani ketujuh Menteri Pariwisata ASEAN. Disebutkan bahwa : 
akan mengadopsi implementasi perencanaan ATA Asean Tourist Agreement (butir 
satu) dan akan berpartisipasi dalam program Visit ASEAN Campaign VAC (butir 
dua) maka pernyataan Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik bahwa 
akan menyulitkan perkembangan pariwisatan di Indonesia dan besarnya devisa yang 
lari ke luar negeri (Bali Post 26 May 2004) adalah bertentangan dengan semangat 
kerjasama pariwisata bersama dengan negara ASEAN.

Kebijakan fiskal ini merupakan satu-satunya penghambat bagi upaya menjadikan 
kawasan Indonesia menarik bagi wisman dan wis-asing. Ini juga mengindikasikan 
upaya menutup diri dari pergaulan masyarakat Internasional terlebih ucapan Sdr 
Wacik :"if they are upset with us, so be it" (Bali Discovery Tour.com).

3. Argument pemerintah yang diwakili Sdr Jero Wacik bahwa adanya pembebasan 
fiskal, maka wisatawan lokal yang dananya terbatas justru memilih ke luar 
negeri (Bali Post) adalah tidak berdasar karena menurut penelitian Sdr Bambang 
Putratama dari Puslitbang Ketenagakerjaan Balitbang Depnakertrans, Desember 
2002 : "Bagi Indonesia, tampaknya tidak akan mengubah pasar pariwisata domestik 
karena negara-negara ASEAN lainnya tidak lagi membebani biaya fiskal untuk 
perjalanan ke luar negeri,termasuk ke Indonesia"

Ketakutan akan hilangnya devisa merupakan bukti ketidaksiapan Indonesia 
menghadapi era pasar bebas. Proteksi dan subsidi yang diberikan khusus kepada 
beberapa pihak juga bukti ketidakmampuan pemerintah dalam menghadapi derasnya 
kompetisi pariwisata dengan negara-negara ASEAN.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke